
Tuban, TNGarda.com – Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 di Tuban, Sabtu (16/5/2026),
Sebagai bukti nyata komitmen pemerintah dalam mempercepat modernisasi pertanian dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Guru Honorer Terancam Dihapus 2027, Legislator PKS Bongkar Bahaya Besar bagi Sekolah di Daerah
Dalam kegiatan tersebut, Presiden bahkan turun langsung ke area pertanian dan mengendarai Combine Corn Harvester.
Menunjukkan dukungan penuh terhadap penggunaan teknologi modern di sektor pertanian guna meningkatkan produktivitas petani Indonesia.

Panen raya jagung serentak kali ini mencakup lahan seluas 189.760 hektare di berbagai wilayah Indonesia dengan estimasi hasil mencapai 1,23 juta ton jagung.
Capaian tersebut semakin memperkuat posisi Indonesia dalam menjaga stabilitas pangan nasional di tengah tantangan ekonomi global dan perubahan iklim.
Pemerintah Larang Marketplace Naikkan Biaya Layanan, Menteri UMKM Ancam Tindak Tegas Platform Nakal
Pemerintah juga mencatat pencapaian bersejarah melalui cadangan beras pemerintah yang kini tersimpan di Bulog mencapai 5,3 juta ton.
Angka tersebut menjadi indikator kuat bahwa kondisi pangan nasional berada dalam situasi aman, stabil, dan terkendali.
Pada kesempatan yang sama, Presiden meresmikan groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri yang masing-masing memiliki kapasitas 1.000 ton.

Selain itu, diluncurkan pula 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri guna mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.
Tak hanya berhasil mencapai swasembada beras dan jagung, Indonesia juga mulai memperluas pasar ekspor pupuk ke berbagai negara.
Ancaman Siber Makin Nyata! TNI AU Kerahkan Operasi Pernika dan Cyber Warfare Selama 3 Hari Penuh
Di sisi lain, penurunan harga pupuk hingga 20 persen mulai dirasakan langsung manfaatnya oleh para petani, sehingga membantu menekan biaya produksi dan meningkatkan kesejahteraan sektor pertanian.
Langkah strategis pemerintah ini menegaskan keseriusan dalam membangun kemandirian pangan nasional, memperkuat ekonomi desa, membuka peluang ekspor, serta meningkatkan kesejahteraan petani di seluruh Indonesia.
Penulis : Afif
Editor : Fudin
Sumber Berita: BPM Setpres


