
TNGARDA.com – Nabire, Papua Tengah – Peresmian Pondok Pesantren (Ponpes) Riyadul Qur’an di Nabire berlangsung lancar dan penuh khidmat.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam mendorong pengembangan pendidikan keagamaan di wilayah Papua Tengah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sekretaris panitia pembangunan, Agus Suprayitno, menyampaikan bahwa keberhasilan acara tidak terlepas dari sinergi seluruh pihak yang terlibat.
Ia menegaskan bahwa kekompakan panitia dan dukungan masyarakat menjadi faktor utama terselenggaranya kegiatan dengan baik.
Menurutnya, partisipasi para donatur, ibu-ibu muslimat, serta jamaah dari berbagai kampung menunjukkan tingginya kepedulian terhadap pembangunan pondok pesantren.
Semangat kebersamaan tersebut dinilai menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan peresmian.
“Semua berjalan dengan lancar berkat kerja sama dan dukungan dari berbagai pihak,” ujar Agus.
Ia juga mengapresiasi kehadiran Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, yang menyempatkan diri hadir di tengah agenda padatnya.

Kehadiran tersebut dinilai sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap pengembangan pendidikan berbasis keagamaan.
Dalam kesempatan itu, gubernur turut menyatakan komitmennya untuk mendukung pembangunan ponpes melalui bantuan dana sebesar Rp.1 Milyar.
Mahasiswa Puncak Siapkan Aksi Damai di Nabire, Soroti Nasib Pengungsi dan Korban Konflik
Bantuan tersebut diharapkan dapat mempercepat penyelesaian pembangunan yang masih berlangsung.
Agus menjelaskan, persiapan peresmian dilakukan selama kurang lebih dua bulan sejak pembentukan panitia.
Selama periode tersebut, berbagai pekerjaan dilakukan secara gotong royong, mulai dari penimbunan lahan hingga pengecatan bangunan.
Meski peresmian telah dilaksanakan, pembangunan pondok pesantren disebut belum sepenuhnya rampung.
Saat ini, progres pembangunan diperkirakan telah mencapai sekitar 80 persen.
Dalam struktur kepanitiaan, kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Panitia Dr. Haji Tumiran, dengan dukungan berbagai bidang seperti perlengkapan, dekorasi, dokumentasi, dan humas yang bekerja secara terorganisir.
Koordinasi antar panitia juga dilakukan secara rutin melalui rapat setiap tiga hari guna memastikan seluruh persiapan berjalan sesuai rencana.
Dengan terselenggaranya peresmian ini, panitia berharap pembangunan Pondok Pesantren Riyadul Qur’an dapat segera diselesaikan sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai pusat pendidikan keagamaan di Nabire.






