Mahasiswa Puncak Siapkan Aksi Damai di Nabire, Soroti Nasib Pengungsi dan Korban Konflik

- Penulis

Jumat, 24 April 2026 - 10:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nabire, Papua Tengah — Timurnews.id – Solidaritas pelajar dan mahasiswa asal Kabupaten Puncak kembali menegaskan komitmennya untuk menggelar aksi damai pada Senin, 27 April 2026.

Aksi ini merupakan bentuk penyampaian aspirasi terkait kondisi korban serta pengungsi akibat konflik yang masih terjadi di wilayah Papua.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rencana aksi tersebut disusun secara terorganisir dengan menetapkan sejumlah titik kumpul strategis di wilayah Nabire.

Penentuan titik ini bertujuan untuk mempermudah koordinasi serta memastikan jalannya aksi tetap tertib dan terkendali.

Di Balik Konflik Berdarah Sinak, Langkah Cepat Bupati Puncak Ini Jadi Sorotan Publik

Adapun titik kumpul yang telah disepakati meliputi Siriwini, Pasar Karang, Perempatan Wadio (Jepara 2), Asrama Puncak, serta Kali Harapan.

Lokasi-lokasi tersebut dipilih karena menjadi pusat aktivitas mahasiswa dan masyarakat asal Puncak yang berada di Nabire.

Dari masing-masing titik kumpul, massa aksi direncanakan bergerak secara bersamaan menuju lokasi utama.

Pergerakan dilakukan dengan mengedepankan prinsip damai, tertib, serta menghindari tindakan yang dapat memicu gangguan keamanan.

Kepala Suku Simapitioa Puji Kinerja TNI -Polri, Aksi Front Rakyat di Nabire Berjalan Damai

Mahasiswa juga menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap arahan koordinator lapangan di setiap titik kumpul.

Hal ini dinilai krusial guna menjaga disiplin peserta serta meminimalkan potensi risiko selama aksi berlangsung.

Sebagai tujuan akhir, aksi damai ini akan dipusatkan di Kantor DPRP Papua Tengah di Nabire.

Lokasi tersebut dipilih sebagai tempat strategis untuk menyampaikan aspirasi langsung kepada lembaga legislatif daerah.

IPMADO Nabire Desak Pengusutan Tuntas Dugaan Pelanggaran HAM di Dogiyai, Ini Tuntutannya

Dalam struktur aksi, Ronias Murib ditunjuk sebagai Koordinator Lapangan (Korlap) Umum yang akan memimpin keseluruhan kegiatan.

Ia bertanggung jawab memastikan aksi berjalan sesuai rencana dan tetap kondusif.

Sementara itu, posisi Wakil Koordinator Lapangan (Wakorlap) dipercayakan kepada Nengno Labene yang akan membantu koordinasi di lapangan serta memperkuat komunikasi antar peserta aksi.

Mahasiswa menilai bahwa keberadaan struktur kepemimpinan yang jelas menjadi faktor penting dalam menjaga ketertiban dan soliditas peserta.

Baca Juga:  Kapolres Nabire Tinjau Aksi Damai KNPB, Kedepankan Pendekatan Humanis

Viral ! Aksi Lilin Kemanusiaan di Nabire Jadi Sorotan,Seruan Lindungi Warga Sipil Menggema Keras

Dengan koordinasi yang baik, potensi gangguan diharapkan dapat diminimalisir.

Sebagai bentuk kepatuhan terhadap aturan yang berlaku, mahasiswa telah menyampaikan surat pemberitahuan kepada pihak kepolisian pada 24 April 2026.

Langkah ini menunjukkan komitmen untuk menjalankan aksi sesuai prosedur hukum.

Pemberitahuan juga telah disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah, DPRP Papua Tengah, serta Majelis Rakyat Papua (MRP).

Kemhan dan Kemensos Teken MoU Pengelolaan Taman Makam Pahlawan, Perkuat Edukasi Kebangsaan

Dengan demikian, seluruh pihak terkait diharapkan dapat mengetahui dan mengawal jalannya aksi.

Dalam imbauannya, mahasiswa menekankan agar seluruh peserta tetap menjaga ketertiban dan tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Aksi ini ditegaskan sebagai aksi damai yang berfokus pada penyampaian aspirasi.

Mahasiswa turut mengajak masyarakat asal Puncak, termasuk para pengungsi yang berada di Nabire, untuk berpartisipasi dalam aksi tersebut.

Pengamanan Wisata Lebaran Diperketat, Polda Papua Tengah Fokus Kawasan Pantai Nabire

Kehadiran masyarakat diharapkan dapat memperkuat suara korban di hadapan pemangku kebijakan.

Lebih dari itu, aksi ini diharapkan menjadi momentum penting untuk membuka ruang dialog antara masyarakat dan pemerintah daerah.

Mahasiswa menilai dialog sebagai langkah strategis dalam mencari solusi atas konflik yang terjadi.

Selain menyuarakan aspirasi, perhatian terhadap kondisi pengungsi menjadi fokus utama.

Tak Disangka ! Lahan Tidur di Sosiri Disulap Jadi Lumbung Pangan, Ini Peran TNI di Baliknya

Mahasiswa menilai masih diperlukan langkah konkret dari pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan dasar serta penanganan kemanusiaan secara berkelanjutan.

Komitmen perjuangan ini ditegaskan akan terus berlanjut hingga terdapat respons nyata dari pemerintah dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat Puncak.

Dengan adanya penetapan titik kumpul, struktur koordinasi yang jelas, serta tujuan aksi yang terarah.

Diharapkan seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan membawa dampak positif bagi semua pihak.

Penulis : Afif

Editor : Fudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tngarda.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Maulid Nabi 1448 H di Masjid Siroodjul Jannah Nabire, Momentum Perkuat Iman, Ukhuwah dan Kepedulian
Wanggar Rawan Karhutla, Kepala Suku Rayon Nabire Barat Minta Warga Hentikan Pembakaran Sembarangan
156 Hotspot Terdeteksi di Papua Tengah, Paniai dan Nabire Terbanyak
Kepala Suku Besar Gwoa Ajak Warga Samabusa Cegah Karhutla dan Jaga Keamanan Kampung
Massa IKT Gelar Aksi Solidaritas di PN Nabire, Tuntut Sidang Kasus Kematian Remaja Waroki Terbuka
577 Hotspot Terdeteksi di Papua Tengah, Nabire Tertinggi dengan 356 Titik
Terungkap! Perkara ABH di Nabire Masuk Tahap II, Ini Penjelasan Kuasa Hukum
Kuasa Hukum ABH Imbau Masyarakat Bijak Bermedia Sosial, Foto dan Identitas Anak Diminta Disamarkan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 05:46 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Masjid Siroodjul Jannah Nabire, Momentum Perkuat Iman, Ukhuwah dan Kepedulian

Rabu, 26 Agustus 2026 - 23:44 WIB

Wanggar Rawan Karhutla, Kepala Suku Rayon Nabire Barat Minta Warga Hentikan Pembakaran Sembarangan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 05:40 WIB

156 Hotspot Terdeteksi di Papua Tengah, Paniai dan Nabire Terbanyak

Rabu, 26 Agustus 2026 - 02:15 WIB

Kepala Suku Besar Gwoa Ajak Warga Samabusa Cegah Karhutla dan Jaga Keamanan Kampung

Senin, 24 Agustus 2026 - 03:02 WIB

Massa IKT Gelar Aksi Solidaritas di PN Nabire, Tuntut Sidang Kasus Kematian Remaja Waroki Terbuka

Berita Terbaru