Gubernur Apolo Safanpo: Proyek Tebu Merauke Serap 3.500 Tenaga Kerja, Prioritaskan Orang Asli Papua

- Penulis

Selasa, 2 Juni 2026 - 00:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Merauke, TNGarda.com – Gubernur Apolo Safanpo menyampaikan bahwa proyek perkebunan tebu yang beroperasi di Kampung Seramayam, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, saat ini telah mempekerjakan sekitar 3.500 tenaga kerja dan ditargetkan mulai berproduksi pada tahun 2027.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan tersebut disampaikan Apolo Safanpo kepada wartawan usai menjadi narasumber dalam diskusi publik yang diselenggarakan oleh Barisan Merah Putih RI bersama BMP Kota Jayapura di Kantor Gubernur Papua, Sabtu (30/5/2026).

Tiga Remaja Spesialis Jambret dan Curanmor Ditangkap Tim Resmob Polres Nabire, Empat Motor Curian Diamankan

Menurut Apolo, pengembangan perkebunan tebu di Merauke telah melalui tahapan panjang, mulai dari riset selama sekitar 10 tahun, pembibitan dalam dua tahun terakhir, hingga memasuki tahap penanaman untuk kebutuhan produksi yang direncanakan dimulai tahun depan.

“Hingga saat ini kurang lebih sudah 3.500 karyawan direkrut dan bekerja di perusahaan tebu. Tahun depan mulai berproduksi,” ujar Apolo.

Ia menjelaskan, pembangunan empat pabrik pengolahan tebu saat ini masih berlangsung dan ditargetkan selesai pada Desember 2026.

Setelah seluruh fasilitas pendukung rampung, produksi perdana dijadwalkan dimulai pada 2027.

Lebih lanjut, Apolo menyebut kebutuhan tenaga kerja akan terus meningkat seiring bertambahnya kapasitas produksi.

TNI AU Perkuat Kerja Sama Pertahanan Indonesia Brunei di HUT ke 65 RBAF, Jupiter Aerobatic Team Tampil Istimewa

Saat proyek beroperasi penuh pada 2029, diperkirakan akan membutuhkan sekitar 15.000 tenaga kerja untuk mendukung seluruh kegiatan operasional.

Baca Juga:  Legislator PKS: Pergantian Pimpinan BGN Harus Menjadi Momentum Penguatan Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis

“Kami sudah memanggil pihak perusahaan dan pelaksana agar dalam proses rekrutmen tenaga kerja mengutamakan Orang Asli Papua (OAP),” katanya.

Menurutnya, prioritas tersebut berlaku bagi masyarakat dari wilayah Provinsi Papua Selatan maupun provinsi-provinsi lain di Tanah Papua guna memastikan manfaat ekonomi proyek dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat setempat.

Proyek perkebunan dan pabrik tebu di Merauke merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diproyeksikan menjadi pusat produksi gula dan bioetanol terbesar di Indonesia Timur.

Jumat Berkah Brimob Kalteng Tuai Pujian, Ratusan Jamaah Masjid Al Amin Terima Nasi Kotak Gratis

Salah satu pengembang utama proyek ini adalah PT Global Papua Abadi yang berada di bawah naungan Merauke Sugar Group.

Dalam kesempatan yang sama, Apolo juga mengapresiasi pelaksanaan diskusi publik yang mengangkat tema PSN dan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, forum semacam ini memiliki peran penting dalam membangun pemahaman yang lebih komprehensif mengenai berbagai program pembangunan yang sedang dijalankan pemerintah, khususnya proyek-proyek strategis yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan warga.

“Diskusi ini sangat baik untuk mengklarifikasi berbagai isu yang berkembang di masyarakat melalui media cetak, elektronik, maupun media sosial, sehingga masyarakat memperoleh informasi yang lebih utuh dan berimbang,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa terus dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat dapat memahami manfaat, tantangan, serta tujuan dari setiap program pembangunan yang dilaksanakan pemerintah.

Penulis : Afif Fudin

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Pemprov Papua Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tngarda.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Legislator PKS: Pergantian Pimpinan BGN Harus Menjadi Momentum Penguatan Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis
PKS Desak Evaluasi Direksi PLN Usai Blackout Sumatra, Ahmad Tarmizi: Rumah Sakit Jangan Jadi Korban Lagi!
TNI AU Turun Tangan! Denmatra 2 Pasgat Renovasi Mushola Warga di Malang, Jamaah Kini Lebih Nyaman Beribadah
Jaga Stabilitas Papua Tengah, Patroli Dialogis Ops Damai Cartenz 2026 Tuai Apresiasi Warga Sinak
Pertemuan Strategis TNI AL Australia Hasilkan Kesepakatan Penting, Ini Fokus Kerja Samanya
Patroli Jalan Kaki Ops Damai Cartenz 2026 Perkuat Keamanan Kota Dekai Yahukimo
Kapolda Papua Tengah Pimpin Konferensi Pers Pengungkapan Kasus Curas, Curat, dan Curanmor Periode Januari–Mei 2026
Bikin Haru! Satgas Yonif 511/DY Ajari Mama Mama Papua Membuat Kue, Kini Punya Peluang Tambah Penghasilan
Berita ini 10 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 09:40 WIB

Legislator PKS: Pergantian Pimpinan BGN Harus Menjadi Momentum Penguatan Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis

Kamis, 4 Juni 2026 - 08:21 WIB

PKS Desak Evaluasi Direksi PLN Usai Blackout Sumatra, Ahmad Tarmizi: Rumah Sakit Jangan Jadi Korban Lagi!

Kamis, 4 Juni 2026 - 08:10 WIB

TNI AU Turun Tangan! Denmatra 2 Pasgat Renovasi Mushola Warga di Malang, Jamaah Kini Lebih Nyaman Beribadah

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:52 WIB

Jaga Stabilitas Papua Tengah, Patroli Dialogis Ops Damai Cartenz 2026 Tuai Apresiasi Warga Sinak

Rabu, 3 Juni 2026 - 07:00 WIB

Pertemuan Strategis TNI AL Australia Hasilkan Kesepakatan Penting, Ini Fokus Kerja Samanya

Berita Terbaru