
SURAKARTA, TNGarda.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, menilai capaian pendidikan Muhammadiyah perlu menjadi motor penggerak peningkatan mutu pendidikan nasional.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Pengajian Hari BerMuhammadiyah yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surakarta di Gedung Dakwah Balai Muhammadiyah Surakarta.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Begini Cara NU Care LAZISNU Jaga Daging Kurban Tetap Halal, Sehat, dan Bebas Limbah
Dalam kegiatan yang dihadiri ribuan jamaah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah se-Kota Surakarta itu, Abdul Mu’ti mengapresiasi berbagai prestasi yang diraih sekolah-sekolah Muhammadiyah di Surakarta.
Menurutnya, sejumlah sekolah berhasil mencatatkan pencapaian akademik yang membanggakan dan menempati peringkat terbaik secara nasional, termasuk dalam hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA).
“Sekolah-sekolah di Solo ini alhamdulillah banyak yang masuk ranking nasional dan TKA-nya termasuk yang terbaik. Saya merasa sangat berbahagia karena Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Surakarta memiliki banyak prestasi,” ujar Abdul Mu’ti, Ahad (31/5).
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa dunia pendidikan Indonesia masih menghadapi tantangan serius terkait kualitas pembelajaran.
Hasil TKA pada jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di sejumlah daerah masih menunjukkan perlunya upaya peningkatan, terutama dalam kemampuan literasi dan numerasi peserta didik.
Menurut Abdul Mu’ti, salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah fenomena learning loss atau kemiskinan pembelajaran yang terjadi sebagai dampak jangka panjang pandemi COVID-19.
Razia Malam di Nabire Berujung Penemuan Sajam, Satgas Ops Damai Cartenz Persempit Ruang Gerak KKB
Keterbatasan proses belajar selama pandemi menyebabkan penurunan kemampuan dasar siswa di berbagai wilayah.
Ia mengutip istilah yang berkembang di tingkat internasional, yakni schooling without learning, untuk menggambarkan kondisi ketika peserta didik tetap bersekolah tetapi tidak memperoleh hasil belajar yang optimal.
“Fenomena ini turut berkontribusi terhadap rendahnya literasi dan numerasi. Karena itu, kita harus bersama-sama mencari solusi dan terus meningkatkan kualitas pendidikan,” katanya.
BPOM Temukan 22 Produk Herbal Berbahaya, PKS Warning Risiko Kematian Mendadak
Dalam tausiyahnya, Abdul Mu’ti juga mengajak warga Muhammadiyah menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai fondasi dalam membangun kemajuan pendidikan.
Mengacu pada Surah Ar-Ra’d ayat 11, ia menegaskan bahwa perubahan harus dimulai dari diri sendiri melalui pembaruan pola pikir dan tindakan.
Ia mendorong pengembangan growth mindset, yaitu pola pikir yang melihat tantangan sebagai peluang untuk berkembang dan menjadikan setiap pencapaian sebagai modal untuk meraih prestasi yang lebih tinggi.
“Growth mindset adalah pandangan positif yang melihat setiap capaian sebagai modal untuk menjadi lebih baik.
Terus berbuat fastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam kebaikan dengan semangat untuk terus melesat dan tidak tertinggal,” jelasnya.
Di akhir penyampaiannya, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa tingginya kepercayaan masyarakat terhadap Muhammadiyah merupakan amanah yang harus dijaga melalui peningkatan kualitas organisasi, pendidikan, serta berbagai amal usaha secara berkelanjutan.
Menurutnya, Muhammadiyah perlu terus memperkuat kemandirian organisasi dan menjadi teladan dalam berbagai bidang kehidupan.
Tidak hanya dalam urusan keagamaan tetapi juga dalam penyelenggaraan pendidikan dan pelayanan masyarakat.
Penulis : Afif Fudin
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Muhammadiyah






