
Nabire, Papua Tengah – TNGarda.com – Peresmian Pondok Pesantren (Ponpes) dan SMP-SMA Riyadul Qur’an di wilayah Wiraska menjadi tonggak penting dalam upaya memperluas akses pendidikan berbasis agama di Kabupaten Nabire, Papua Tengah.
Kehadiran lembaga ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan pendidikan yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pembinaan karakter dan spiritual.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lembaga pendidikan ini berlokasi di Jalur 3 Timur, Kampung Wiraska, Distrik Yaro, sebuah kawasan pinggiran yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses terhadap fasilitas pendidikan yang memadai.
Mendes Ungkap Rahasia Besar Desa NTB: Potensi Tersembunyi Ini Disebut Bisa Ubah Ekonomi Warga!
Kondisi geografis yang relatif jauh dari pusat kota menjadikan keberadaan sekolah terpadu ini sangat strategis bagi masyarakat sekitar.
Pengasuh pesantren, KH Mohammad Rofiq, menegaskan bahwa pendirian Ponpes Riyadul Qur’an dilatarbelakangi oleh kepedulian terhadap masa depan generasi muda di wilayah tersebut.
Ia melihat adanya kebutuhan mendesak akan lembaga pendidikan yang mampu menjangkau masyarakat di daerah terpencil.
TNI Tebar Kasih di Puncak Jaya, Satgas Yonif 743 / PSY Perkuat Kebersamaan Bersama Warga Mondu
Menurutnya, Wiraska memiliki potensi sumber daya manusia yang besar, namun belum sepenuhnya didukung oleh sarana pendidikan yang memadai dan terjangkau.
Oleh karena itu, kehadiran pesantren dan sekolah ini menjadi solusi nyata untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah tersebut.
Selain faktor kebutuhan, dukungan masyarakat juga menjadi elemen penting dalam proses pembangunan hingga peresmian lembaga ini.
partisipasi aktif warga menunjukkan tingginya kesadaran akan pentingnya pendidikan bagi masa depan anak-anak mereka.
“Alhamdulillah, hari ini kita bisa melihat hasil dari perjuangan bersama. Ini semua tidak lepas dari dukungan masyarakat,” ujar KH Mohammad Rofiq dalam sambutannya saat peresmian.
Ponpes Riyadul Qur’an mengusung konsep pendidikan terpadu yang menggabungkan kurikulum formal dengan pendidikan agama Islam.
Model ini dinilai mampu menciptakan keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan umum dan pembentukan akhlak yang kuat.
Salah satu program unggulan yang ditawarkan adalah Tahfidzul Qur’an, yang difokuskan pada pembinaan generasi penghafal Al-Qur’an.
Program ini menjadi daya tarik tersendiri bagi orang tua yang menginginkan anak-anak mereka memiliki bekal keilmuan sekaligus nilai-nilai religius.
Kapolda Papua Tengah Tegaskan Komitmen Pulihkan Situasi Dogiyai, Proses Hukum Tanpa Toleransi
“Visi kami adalah melahirkan generasi yang berilmu, beramal, berakhlak, serta memiliki kepribadian sesuai dengan nilai-nilai Al-Qur’an,” jelasnya menambahkan.
Untuk tahun ajaran pertama, pihak sekolah tidak menetapkan target jumlah siswa secara khusus.
Namun demikian, antusiasme masyarakat dinilai cukup tinggi, terlihat dari banyaknya orang tua yang telah menghubungi pihak pengelola untuk melakukan pendaftaran.
Pihak pengelola optimistis bahwa minimal satu rombongan belajar untuk jenjang SMP dan SMA dapat terpenuhi.
Wamenhan Hadiri Rakor di Kementerian PANRB, Perkuat Strategi Rekrutmen SDM Nasional
Hal ini menjadi indikasi positif terhadap kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan yang baru diresmikan tersebut.
Dari sisi fasilitas, Ponpes Riyadul Qur’an telah menyiapkan sarana awal berupa ruang kelas dan kantor yang memanfaatkan bangunan asrama.
Asrama putra dan putri masing-masing terdiri dari tiga ruangan yang untuk sementara difungsikan sebagai ruang belajar dan administrasi.
Ke depan, pihak yayasan berkomitmen untuk terus mengembangkan fasilitas pendidikan guna menunjang proses belajar mengajar yang lebih optimal.
Momen Haru! Prabowo Subianto Beri Penghormatan Terakhir untuk 3 Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL
Pengembangan ini diharapkan dapat berjalan seiring dengan meningkatnya jumlah peserta didik.
Dalam kesempatan tersebut, pihak yayasan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan hingga peresmian.
Dukungan masyarakat Wiraska, Wanggar, serta warga SP menjadi faktor penting dalam terwujudnya lembaga pendidikan ini.
Tak hanya itu, kontribusi ibu-ibu Muslimat di seluruh Kabupaten Nabire turut mendapat penghargaan atas peran aktif mereka dalam mendukung kegiatan keagamaan dan pendidikan.
“Semoga semua kebaikan yang diberikan dibalas oleh Allah SWT dengan pahala berlipat,” tutupnya.
Penulis : Afif
Editor : Fudin
Sumber Berita: TNGarda.com


