
Jakarta,TNGarda.com – Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PKS, Hidayat Nur Wahid, menanggapi polemik viral dalam ajang cerdas cermat yang menuai sorotan publik.
Ia menegaskan bahwa insiden tersebut merupakan kejadian yang sangat disesalkan dan harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi penyelenggara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pernyataan itu disampaikan Hidayat Nur Wahid sebagai respons atas kontroversi penilaian juri yang diprotes peserta dan ramai diperbincangkan di media sosial.
Guru Honorer Terancam Dihapus 2027, Legislator PKS Bongkar Bahaya Besar bagi Sekolah di Daerah
Menurutnya, pimpinan MPR RI telah mengambil langkah cepat dengan menyampaikan permintaan maaf sekaligus memberikan teguran keras kepada tim juri yang dianggap bermasalah.
Hidayat menjelaskan bahwa MPR RI tidak ingin kejadian serupa kembali terulang pada kegiatan berikutnya.
Karena itu, pihak penyelenggara memutuskan untuk tidak lagi menugaskan juri yang terlibat dalam polemik tersebut pada agenda mendatang.
Ia menilai evaluasi tidak hanya menyangkut individu juri, tetapi juga sistem pelaksanaan kegiatan secara keseluruhan, mulai dari mekanisme penilaian, tata kelola acara, hingga profesionalisme penyelenggara.
“Ini adalah kejadian yang sangat disesalkan dan memang tidak semestinya terjadi,” ujar Hidayat Nur Wahid.
Langkah evaluasi tersebut dinilai penting untuk menjaga kredibilitas kegiatan pendidikan dan kompetisi pelajar yang seharusnya menjunjung tinggi nilai objektivitas, sportivitas, dan transparansi.
Prabowo Resmikan 1.386 Kampung Nelayan Merah Putih, Dilengkapi Cold Storage hingga SPBN
Dalam keterangannya, Hidayat juga memberikan apresiasi kepada para pelajar dan guru yang berani menyampaikan kritik serta pendapat terkait jalannya perlombaan.
Menurutnya, sikap kritis merupakan bagian penting dalam pendidikan demokrasi.
Ia menegaskan bahwa ruang demokrasi harus memberi kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan keberatan apabila menemukan ketidakadilan dalam proses penilaian.

“Demokrasi memang lahir dari keberanian menyampaikan pendapat, dan itu harus didengarkan dengan baik,” katanya.
Lebih lanjut, Hidayat menyoroti pentingnya mekanisme sanggah dan verifikasi dalam perlombaan.
Ia mengibaratkan sistem tersebut seperti teknologi VAR dalam sepak bola yang digunakan untuk meninjau ulang keputusan wasit apabila terjadi protes atau keraguan.
Menurutnya, dalam kasus cerdas cermat tersebut, peserta sebenarnya telah meminta adanya pengecekan ulang dan mempertimbangkan pendapat audiens.
Hal itu seharusnya bisa menjadi dasar untuk melakukan koreksi sebelum keputusan penilaian ditetapkan.
Karena itu, ia mendorong agar ke depan setiap perlombaan memiliki ruang sanggah yang jelas guna menghindari kesalahan penilaian dan miskomunikasi.
Uji Kesiapan Operasional TNI AU Jadi Tolok Ukur Profesionalisme dan Kesiapan Tempur Satuan
Hidayat Nur Wahid menambahkan bahwa evaluasi menyeluruh menjadi langkah penting agar sistem penjurian lebih profesional dan akuntabel di masa mendatang.
Ia berharap polemik yang terjadi dapat menjadi pelajaran bagi seluruh penyelenggara kegiatan pendidikan.
Dengan adanya mekanisme verifikasi dan ruang koreksi, proses perlombaan diharapkan menjadi lebih adil, transparan, dan mampu menjaga kepercayaan publik terhadap kegiatan kompetisi pelajar di Indonesia.
Penulis : Afif
Editor : Fudin
Sumber Berita: Humas PKS


