
TNGARDA.com – Nabire, Papua Tengah – Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Nabire, Marsel Asyerem, menegaskan bahwa kasus alergi yang sempat dialami sejumlah siswa tidak berdampak terhadap aktivitas belajar di sekolah.
Penegasan tersebut disampaikan setelah pihak BGN melakukan peninjauan langsung serta menghimpun keterangan dari orang tua siswa yang terdampak.
Marsel menjelaskan, gejala yang dialami siswa berupa gatal-gatal pada tubuh menyerupai biduran yang diduga merupakan reaksi alergi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Para siswa telah mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan berupa pemberian cairan dan obat anti-alergi.
IPMADO Nabire Desak Pengusutan Tuntas Dugaan Pelanggaran HAM di Dogiyai, Ini Tuntutannya
“Hasilnya, seluruh siswa sudah sembuh dan kembali beraktivitas normal,” ujarnya.
Ia menambahkan, dalam dua hari terakhir para siswa sudah kembali mengikuti kegiatan belajar dan bermain tanpa keluhan lanjutan.
Kondisi tersebut juga dipastikan tidak mengganggu kesiapan mereka dalam menghadapi ujian sekolah.
“Puji Tuhan, mereka sudah kembali bersekolah dan tidak ada hambatan untuk mengikuti ujian,” tambahnya.
Lebih lanjut, Marsel menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan dokter, termasuk uji laboratorium, tidak menemukan indikasi penyakit lain selain alergi.
Ia juga menegaskan bahwa kejadian tersebut belum dapat dikaitkan dengan program Makan Bergizi Gratis
(MBG).“Dari hasil pemeriksaan darah, tidak ada indikasi ke arah lain. Gejala yang muncul merupakan alergi,” jelasnya.
Sementara itu, Dinas Kesehatan tetap menjalankan prosedur dengan melakukan surveilans serta pengumpulan data guna memastikan penyebab kejadian secara menyeluruh.

BGN Nabire juga terus melakukan pemantauan terhadap dapur penyedia makanan untuk memastikan standar operasional tetap berjalan dengan baik.
Marsel menilai, jika penyebabnya berasal dari makanan, maka jumlah siswa yang terdampak seharusnya lebih banyak.
“Pelayanan makanan mencapai ribuan porsi, namun hanya beberapa siswa yang mengalami gejala. Ini menjadi pertimbangan penting,” ungkapnya.
Diketahui, peristiwa tersebut terjadi di salah satu sekolah dasar dengan jumlah siswa sekitar 505 orang.
Ratusan Perwira TNI AL Diberi Arahan Khusus di Surabaya, Ini Strategi Hadapi Ancaman Global
Ke depan, BGN akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk meningkatkan pencatatan kasus serupa sebagai bahan evaluasi, sehingga setiap kejadian dapat dianalisis secara lebih akurat, baik dari faktor makanan, cuaca, maupun kondisi lingkungan.
Marsel juga mengimbau seluruh dapur penyedia makanan program MBG untuk tetap menjalankan standar operasional prosedur secara ketat.
“Pastikan makanan higienis dan bersih, serta koordinasi dengan sekolah dan orang tua terus diperkuat,” tutupnya.


