Home / TNI

Viral di Nabire! Satgas PKH Tegaskan Palang Km 95 dan Km 103 Bukan Rampas Tanah Warga, Ini Penjelasannya

- Penulis

Jumat, 15 Mei 2026 - 01:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NABIRE, PAPUA TENGAH – TNGarda.com – Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) menegaskan bahwa pemasangan palang di wilayah Kilometer 95 dan Kilometer 103, Kabupaten Nabire, bukan merupakan bentuk pengambilalihan tanah milik masyarakat oleh negara.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Kolonel Inf Budi Suradi sebagai klarifikasi atas beredarnya informasi di tengah masyarakat terkait pemasangan palang oleh aparat di lokasi tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan karena adanya indikasi tindak pidana yang ditemukan di area tersebut, sehingga diperlukan pengamanan lokasi sebagai bagian dari proses penegakan hukum yang sedang berjalan.

Heboh! Aparat Temukan Senjata Api di Rumah TKA Tambang Ilegal Nabire, Korem 173 / PVB Bongkar Fakta Mengejutkan

“Kami berharap masyarakat memahami bahwa pemasangan palang tersebut bukan negara mengambil alih tanah.

Tetapi pemasangan palang itu karena adanya indikasi pelanggaran tindak pidana yang dilakukan di tempat tersebut,” ujar Kolonel Inf Budi Suradi.

Kolonel Inf Budi Suradi menjelaskan bahwa Satgas PKH melakukan pemasangan palang untuk menjaga lokasi yang diduga berkaitan dengan aktivitas ilegal di kawasan hutan Indonesia.

Menurutnya, proses hukum terkait dugaan pelanggaran tersebut masih terus berlangsung dan akan diselesaikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Satgas PKH ini akan terus berlanjut proses hukumnya. Ketika proses hukum itu sudah selesai, maka semua yang terkait dengan barang bukti yang menjadi alat bukti akan selesai pada waktunya,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa pemasangan palang tidak berkaitan dengan status kepemilikan lahan masyarakat, melainkan sebagai penanda adanya dugaan aktivitas ilegal yang sedang ditangani aparat penegak hukum.

Baca Juga:  Wanggar Rawan Karhutla, Kepala Suku Rayon Nabire Barat Minta Warga Hentikan Pembakaran Sembarangan

Uji Kesiapan Operasional TNI AU Jadi Tolok Ukur Profesionalisme dan Kesiapan Tempur Satuan

“Tidak seperti itu. Palang di tempat tersebut untuk menunjukkan adanya kegiatan ilegal di hutan Indonesia, bukan kepemilikan lahan tersebut,” jelasnya.

Pihak Satgas PKH mengaku menerima informasi adanya sebagian masyarakat yang melakukan aksi protes dan pemalangan karena menganggap pemerintah sedang menguasai tanah warga.

Menanggapi hal tersebut, Kolonel Inf Budi Suradi mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh isu maupun informasi yang belum tentu benar dan dapat memicu konflik sosial di tengah masyarakat.

TNI AL dan Tim SAR Gabungan Intensif Cari Korban Perahu Tenggelam di Perairan PLTU Gresik

Ia menilai stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat sangat penting untuk menjaga situasi Kabupaten Nabire tetap kondusif selama proses hukum berlangsung.

“Kami berharap masyarakat Kabupaten Nabire tetap teduh, tetap stabil, dan tidak terpancing emosi,” ungkapnya.

Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan terus melakukan koordinasi dengan aparat terkait dalam menangani dugaan pelanggaran hukum di kawasan tersebut.

Kontak Tembak di Dogiyai! Brimob Papua Tengah Lumpuhkan Perlawanan Kelompok Bersenjata di Idadagi

Langkah pengamanan lokasi dilakukan guna memastikan proses penyelidikan, pengumpulan barang bukti, dan pembuktian hukum dapat berjalan dengan aman dan tanpa gangguan.

Kolonel Inf Budi Suradi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung proses penegakan hukum secara bijaksana demi terciptanya situasi yang aman, damai, dan kondusif di Kabupaten Nabire, Papua Tengah.

Penulis : Afif

Editor : Fudin

Sumber Berita: Korem 173 VPB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tngarda.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sinergi TNI, Damkar, dan Masyarakat Berhasil Kendalikan Karhutla di Pattallassang
Tak Cuma Padamkan Api, TNI Kerahkan 1.482 Penyuluh untuk Perkuat Penanganan Karhutla
Dari Sorong, Kapal Perang TNI AL Bawa Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT
Danlanud Silas Papare Salurkan Sembako kepada Petani Binaan
TNI Tambah 248 Personel Penyuluh untuk Perkuat Penanganan Karhutla
TNI AU Kerahkan Airbus A400M Bawa 22 Ton Logistik untuk Tangani Karhutla di Kalimantan
Yonif TP 804/DBAY Bersama BPBD Padamkan Karhutla di Sejumlah Wilayah Nabire
Jelang HUT Jalasenastri ke-80, 357 Siswa SD Inpres Samabusa Dapat Kejutan dari Lanal Nabire
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 21:25 WIB

Sinergi TNI, Damkar, dan Masyarakat Berhasil Kendalikan Karhutla di Pattallassang

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:26 WIB

Tak Cuma Padamkan Api, TNI Kerahkan 1.482 Penyuluh untuk Perkuat Penanganan Karhutla

Minggu, 30 Agustus 2026 - 03:49 WIB

Dari Sorong, Kapal Perang TNI AL Bawa Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:47 WIB

Danlanud Silas Papare Salurkan Sembako kepada Petani Binaan

Senin, 24 Agustus 2026 - 00:46 WIB

TNI AU Kerahkan Airbus A400M Bawa 22 Ton Logistik untuk Tangani Karhutla di Kalimantan

Berita Terbaru