
Gresik – TNGarda.com – Pos Pengamatan Keamanan Laut Terpadu (Poskamladu) Lumpur Gresik jajaran Pangkalan TNI AL Batuporon terus bersinergi bersama Tim SAR Gabungan dalam melaksanakan operasi pencarian korban kecelakaan laut di perairan sekitar PLTU Gresik, Jawa Timur, Senin (4/5/2026).
Memasuki hari kedua pencarian, proses evakuasi dilakukan secara intensif dengan melibatkan berbagai unsur maritim dan masyarakat nelayan setempat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Insiden tenggelamnya perahu nelayan tersebut diduga terjadi akibat perahu membawa muatan melebihi kapasitas.
Prabowo Bahas Aspirasi Buruh dan Peran Kampus, Strategi Baru Bangun Daerah Terungkap
Kondisi cuaca dan hempasan gelombang dari kapal besar yang melintas memperparah situasi hingga air masuk ke dalam perahu.
Akibatnya, perahu kehilangan keseimbangan, miring, dan akhirnya tenggelam di perairan sekitar kawasan PLTU Gresik.
Operasi SAR hari kedua diawali dengan apel gabungan di Dermaga Kayu Lumpur yang dipimpin Komandan Poskamladu Lumpur Lettu Laut (S) Suwito Agus Diyan.

Tim gabungan yang terlibat dalam operasi ini terdiri dari personel TNI AL, Satpolairud Polres Gresik, Basarnas, BPBD Jawa Timur.
Tutur pula hadir BPBD Gresik, Kelompok Rukun Nelayan, serta warga sekitar yang ikut membantu proses pencarian korban.
Sekitar pukul 08.30 WIB, dua nelayan bernama Yusuf (45) dan Abdul Alim (31) menemukan sesosok jenazah terapung di sekitar lokasi pencarian.
BREAKING : Prabowo Subianto Setujui Flyover Bekasi Usai Tragedi KA, Fakta Mengejutkan Terungkap
Tim SAR Gabungan kemudian bergerak cepat mengevakuasi korban yang diketahui bernama Halimi.
Jenazah selanjutnya dibawa ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.
Setelah proses evakuasi selesai, pencarian korban lainnya kembali dilanjutkan dengan memperluas area penyisiran menuju Pelabuhan Umum Gresik, Pelabuhan Semen Gresik, hingga kawasan sekitar PLTU.

Tim SAR menggunakan perahu karet Basarnas, kapal patroli Satpolairud, serta armada nelayan setempat untuk menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi jalur hanyut korban.
Hingga sore hari, satu korban lain bernama H. Ajib (60) masih belum ditemukan. Operasi SAR kemudian dihentikan sementara dan direncanakan kembali dilanjutkan pada Selasa (5/5/2026).
Mendes Ungkap Rahasia Besar Desa NTB: Potensi Tersembunyi Ini Disebut Bisa Ubah Ekonomi Warga!
Dengan fokus pencarian di titik-titik yang dicurigai sebagai lokasi keberadaan korban.
TNI AL bersama seluruh unsur gabungan menegaskan komitmennya untuk terus membantu proses pencarian hingga seluruh korban berhasil ditemukan.
Penulis : Afif
Editor : Fudin
Sumber Berita: Dispenal


