
Surabaya,TNGarda.com — TNI Angkatan Laut (TNI AL) terus memperkuat kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi dinamika lingkungan strategis global, regional, dan nasional.
Hal ini ditegaskan dalam kegiatan pengarahan kepada para perwira TNI AL wilayah Surabaya yang berlangsung di Gedung Panti Tjahaja Armada, Koarmada II, Kamis (16/4/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Pgs. Asisten Intelijen Kepala Staf Angkatan Laut (Asintel Kasal) Laksda TNI Andy Kriswanto bersama Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops Kasal) Laksda TNI Yayan Sofiyan.
Dari Papua ke Senayan! Johannes Rettob Sabet KWP Award 2026 Berkat Inovasi Daerah
Pengarahan diikuti oleh 410 perwira secara tatap muka di Surabaya serta 550 perwira lainnya melalui video conference dari berbagai satuan, seperti Koarmada I, Koarmada III, Kolinlamil, dan Pushidrosal.
Dalam arahannya, Pgs. Asintel Kasal menekankan pentingnya kemampuan prajurit dalam memahami dan merespons perkembangan geopolitik global.
Ia menyampaikan bahwa tantangan keamanan maritim saat ini semakin kompleks, sehingga dibutuhkan kesiapan yang tidak hanya berbasis kemampuan teknis, tetapi juga wawasan strategis yang luas.

Pengarahan ini merupakan implementasi langsung dari kebijakan pimpinan TNI AL dalam merespons perubahan lingkungan strategis yang dinamis.
Langkah ini juga menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan guna memastikan kesiapan organisasi dalam menjalankan tugas menjaga kedaulatan negara di laut.
Sementara itu, Asops Kasal Laksda TNI Yayan Sofiyan menegaskan bahwa profesionalisme, adaptabilitas, dan militansi merupakan karakter utama yang harus dimiliki setiap prajurit TNI AL.
Kapolda Papua Tengah Tegaskan Komitmen Pulihkan Situasi Dogiyai, Proses Hukum Tanpa Toleransi
Menurutnya, perwira memiliki posisi krusial sebagai pemimpin lapangan yang bertanggung jawab dalam membina, mengarahkan, dan membentuk karakter prajurit di satuannya.
Ia menambahkan bahwa pembinaan yang konsisten akan melahirkan prajurit Jalasena Samudera yang unggul, tangguh, serta siap menghadapi berbagai spektrum tugas, baik operasi militer perang maupun operasi selain perang.
Selain itu, prajurit juga dituntut tetap humanis, dekat dengan rakyat, serta menjunjung tinggi nilai-nilai Sumpah Prajurit dan hukum yang berlaku.
Dahnil Anzar Simanjuntak Soroti Risiko Kesehatan Haji, Layanan di Makkah Diperkuat
Sebagai bagian dari penguatan moral dan daya tempur prajurit, Asops Kasal memaparkan lima poin utama yang menjadi fokus pembinaan.
Pertama, pembentukan combat mindset melalui latihan yang realistis dan terukur.
Kedua, kepemimpinan lapangan yang mampu memberikan keteladanan nyata. Ketiga, penguatan soliditas dan jiwa korsa antar prajurit.
Keempat, adaptasi terhadap doktrin perang modern yang terus berkembang seiring kemajuan teknologi militer.
Dan kelima, peningkatan kesejahteraan prajurit sebagai faktor penting dalam menjaga loyalitas dan kinerja.
Aisyiyah Dorong Implementasi PP Tunas, Perlindungan Anak di Ruang Digital Diperkuat
Melalui pengarahan ini, TNI AL menunjukkan komitmennya dalam membangun kekuatan maritim yang profesional dan modern.
Dengan pendekatan berbasis pembinaan SDM yang terstruktur dan berkelanjutan, diharapkan prajurit TNI AL semakin siap menghadapi tantangan global serta mampu menjaga stabilitas keamanan laut Indonesia secara optimal.
Penulis : Afif
Editor : Fudin
Sumber Berita: Dispen TNI AL


