Aisyiyah Dorong Implementasi PP Tunas, Perlindungan Anak di Ruang Digital Diperkuat

- Penulis

Rabu, 1 April 2026 - 21:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yogyakarta — TNGarda.com – Aisyiyah mendorong implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas) beserta aturan turunannya yang mulai berlaku efektif sejak 28 Maret 2026.

Regulasi ini menegaskan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah platform digital mulai melakukan penyesuaian, termasuk penonaktifan akun anak secara bertahap.

Satgas MBG Nabire Matangkan Dapur MBG Jelang 31 Maret 2026, Fokus Kualitas dan Distribusi

Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah, menilai tingginya intensitas penggunaan internet pada anak harus diimbangi dengan sistem perlindungan yang kuat dan inklusif, termasuk bagi anak penyandang disabilitas.

“Anak-anak rentan menjadi korban kejahatan digital, mulai dari perundungan siber, eksploitasi seksual, hingga paparan konten berbahaya seperti pornografi dan judi online,” tegasnya.

Data menunjukkan pengguna internet di bawah usia 18 tahun mencapai 48 persen, dengan mayoritas mengakses internet hingga tujuh jam per hari.

Sementara itu, ribuan anak tercatat menjadi korban eksploitasi seksual dan kekerasan berbasis gender di ruang digital.

Langkah Mengejutkan Prabowo Subianto: Sampah Kota Besar Akan Disulap Jadi Energi, Ini Dampaknya

Dalam konteks ini, ‘Aisyiyah menilai kehadiran negara melalui regulasi menjadi langkah strategis.

Namun, implementasi di lapangan harus berjalan efektif dan tidak berhenti pada aspek normatif.

“Aturan ini penting, tetapi pelaksanaannya harus benar-benar dirasakan dampaknya oleh anak,” ujar Salmah.

Aturan turunan PP Tunas juga mewajibkan Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) untuk menerapkan pembatasan usia, verifikasi pengguna, desain ramah anak, hingga pelaporan risiko secara berkala.

Baca Juga:  Pangkalan TNI Angkatan Udara Abdulrachman Saleh Tingkatkan Pemahaman Personel tentang Pengelolaan Ruang Udara Nasional

Pengamanan Wisata Lebaran Diperketat, Polda Papua Tengah Fokus Kawasan Pantai Nabire

Sekretaris Umum PP ‘Aisyiyah, Tri Hastuti Nur Rochimah, menyoroti masih rendahnya kepatuhan sejumlah platform digital pada fase awal implementasi.

“Pelindungan anak adalah tanggung jawab bersama, termasuk penyedia layanan.

Kami mendorong platform segera patuh agar anak tidak menjadi korban di ruang digital,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan sejumlah tantangan, mulai dari lemahnya verifikasi usia, minimnya pengawasan, hingga rendahnya literasi digital orang tua dan anak.

Satgas Damai Cartenz 2026 Perkuat Keamanan dan Dukung Ekonomi Mama-Mama Papua di Sinak

Selain itu, pengawasan terhadap aplikasi pesan instan dinilai penting karena kerap menjadi jalur distribusi konten ilegal.

Menurut Tri, perlindungan anak di ruang digital membutuhkan kolaborasi multipihak. ‘Aisyiyah menyatakan siap berkontribusi melalui penguatan literasi digital keluarga.

“Anak memiliki kemampuan digital, tetapi tetap membutuhkan pembekalan etika, keamanan, dan budaya digital,” jelasnya.

Peran orang tua juga menjadi kunci. Regulasi ini memberi mandat kepada orang tua untuk melakukan pendampingan, pengawasan, serta pemanfaatan fitur kontrol terhadap aktivitas digital anak.

Kepala BAIS TNI Mundur Usai Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, TNI Janji Tindak Tegas Oknum

“Literasi digital bagi orang tua harus diperkuat agar mampu menjalankan peran tersebut secara optimal,” tambahnya.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, ‘Aisyiyah mengembangkan program Madrasah Digital ‘Aisyiyah (Madina) yang menyasar orang tua dan lansia.

Program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan keluarga dalam menghadapi tantangan era digital.

“Literasi digital keluarga menjadi fondasi penting agar ruang digital membawa manfaat, bukan mudarat,” pungkas Salmah.

Penulis : Afif

Editor : Fudin

Sumber Berita: Muhammadiyah.or.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tngarda.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Maulid Nabi 1448 H di Masjid Siroodjul Jannah Nabire, Momentum Perkuat Iman, Ukhuwah dan Kepedulian
erasi Damai Cartenz di Kali Samabuasa Diwarnai Dialog dan Interaksi Bersama Warga
Pasukan Brimob Dikerahkan ke Puncak Usai Sejumlah Kantor Pemerintah Dibakar, Polisi Perketat Pengamanan
Satgas Ops Damai Cartenz-2026 Bikin Haru! Anak-Anak Tembagapura Terima Bantuan Sekolah, Warga Ungkap Fakta Mengejutkan
URC Polres Deiyai Intensifkan Patroli di Titik Strategis, Situasi Kamtibmas Tetap Aman dan Kondusif
Kasus Pembunuhan dan Penembakan Masuk Babak Baru, Satgas Operasi Damai Cartenz Limpahkan Dua Tersangka ke Kejaksaan Negeri Jayawijaya
Prajurit Yonif TP 804/DBAY Bersihkan Pasar Kimi Bersama Warga, Wujud Nyata Kemanunggalan TNI dan Rakyat
Pesawat AMA PK-RCY Terbakar di Yahukimo, Satgas Ops Damai Cartenz Selidiki Dugaan Keterlibatan KKB
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 05:46 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Masjid Siroodjul Jannah Nabire, Momentum Perkuat Iman, Ukhuwah dan Kepedulian

Kamis, 27 Agustus 2026 - 01:31 WIB

erasi Damai Cartenz di Kali Samabuasa Diwarnai Dialog dan Interaksi Bersama Warga

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:57 WIB

Pasukan Brimob Dikerahkan ke Puncak Usai Sejumlah Kantor Pemerintah Dibakar, Polisi Perketat Pengamanan

Rabu, 8 Juli 2026 - 23:18 WIB

Satgas Ops Damai Cartenz-2026 Bikin Haru! Anak-Anak Tembagapura Terima Bantuan Sekolah, Warga Ungkap Fakta Mengejutkan

Rabu, 8 Juli 2026 - 06:00 WIB

URC Polres Deiyai Intensifkan Patroli di Titik Strategis, Situasi Kamtibmas Tetap Aman dan Kondusif

Berita Terbaru