
Nabire, Papua Tengah – TNGarda – Badan Gizi Nasional bersama Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) Kabupaten Nabire mematangkan kesiapan operasional dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijadwalkan mulai berjalan pada 31 Maret 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah tersebut diwujudkan melalui rapat koordinasi yang digelar pada Jumat siang, dengan melibatkan seluruh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kabupaten Nabire.
Fokus utama rapat adalah memastikan kesiapan teknis dan operasional dapur agar program nasional ini berjalan optimal sejak hari pertama.
Mutasi Besar TNI, Panglima Agus Subiyanto Lantik Sejumlah Pejabat Strategis
Sejumlah aspek krusial menjadi pembahasan, mulai dari kesiapan fasilitas dapur, standar keamanan pangan dan higienitas.
Hingga sistem distribusi makanan yang harus tepat waktu dan tepat sasaran kepada para penerima manfaat.
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional Kabupaten Nabire menegaskan, prinsip utama pelaksanaan program ini adalah memastikan anggaran negara benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya anak-anak sebagai sasaran utama.
Lanal Nabire Terima Kunjungan Bupati Mesak Magai, Perkuat Sinergi TNI AL dan Pemda
Ia menekankan bahwa setiap alokasi anggaran harus diwujudkan dalam bentuk makanan yang aman, bergizi, serta dikelola secara transparan dan bertanggung jawab.
“Prioritas utama kita adalah memastikan makanan sampai ke piring anak-anak dengan aman dan bergizi, tanpa kendala saat operasional dimulai pada 31 Maret nanti,” ujarnya.
Lebih jauh, program MBG tidak hanya diharapkan berdampak pada peningkatan gizi anak-anak di Papua, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Kepala BAIS TNI Mundur Usai Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, TNI Janji Tindak Tegas Oknum
Program ini dinilai berpotensi membuka lapangan kerja baru serta memberdayakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Selain itu, peningkatan kualitas asupan gizi bagi siswa diharapkan turut berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan dan produktivitas generasi muda di Papua.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat daerah dan pemangku kepentingan, di antaranya Kepala Dinas Ketahanan Pangan selaku Ketua Satgas
Hadir pula Asisten I Bidang Pemerintahan, perwakilan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, serta unsur Badan Penjamin Mutu Pendidikan.
Wacana Sekolah Online April 2026 Resmi Batal, Pemerintah Prioritaskan Pembelajaran Tatap Muka
Para Kepala SPPG dari berbagai wilayah seperti Nabarua, Kalisusu, Siriwini, Lani, Bumi Wonorejo hingga Girimulyo juga hadir guna memastikan kesiapan masing-masing dapur.
Dalam forum tersebut, Satgas MBG menegaskan sejumlah ketentuan yang wajib dipatuhi seluruh pengelola dapur.
Diantaranya pemenuhan standar Badan Gizi Nasional, pengelolaan limbah sesuai SOP, serta distribusi makanan yang harus dilakukan secara tepat waktu.
Langkah Mengejutkan Prabowo Subianto: Sampah Kota Besar Akan Disulap Jadi Energi, Ini Dampaknya
Selain itu, setiap makanan wajib dilengkapi label harga dan periode konsumsi, serta tidak diperkenankan untuk dibawa pulang oleh penerima manfaat.
Pengelolaan dapur juga harus dilakukan secara profesional tanpa intervensi pihak mitra, guna menjaga kualitas layanan dan integritas program.
Dengan berbagai persiapan yang telah dimatangkan, operasional dapur MPG di Kabupaten Nabire diharapkan dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat nyata bagi peningkatan gizi dan kesejahteraan masyarakat.
Penulis : Afif
Editor : Fudin
Sumber Berita: TNGarda.com


