
DOGIYAI, 9 April 2026 – TNGarda.com – Kapolda Papua Tengah, Jermias Rontini, menegaskan komitmen penuh kepolisian dalam memulihkan situasi keamanan serta menegakkan hukum secara tegas di Kabupaten Dogiyai.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan strategis bersama unsur pemerintah daerah, legislatif, dan tokoh masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam forum itu, Kapolda menekankan bahwa kehadiran Polri bertujuan utama untuk mengembalikan kondusivitas wilayah yang sempat terganggu.
Yonif TP 804/DBAY Perkuat Polri Amankan Aksi di Nabire, 785 Personel Gabungan Disiagakan
Ia juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka apabila terdapat tindakan anggota kepolisian yang kurang berkenan di tengah masyarakat.
“Tidak ada toleransi bagi siapa pun yang melanggar hukum, baik masyarakat maupun oknum anggota. Semua akan diproses hingga ke pengadilan,” tegasnya.
Penegakan Hukum Jadi Prioritas
Kapolda memastikan seluruh proses hukum akan berjalan transparan dan profesional. Ia menegaskan bahwa setiap pelanggaran akan ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku tanpa pandang bulu.
Langkah ini diambil untuk mengembalikan kepercayaan publik serta menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua Tengah, khususnya Dogiyai.

Dorong Pembangunan SDM dan Pendidikan
Selain aspek keamanan, Kapolda juga menyoroti pentingnya pembangunan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan.
Ia menargetkan setiap distrik memiliki sekolah dasar yang layak, disertai peningkatan kesejahteraan guru melalui insentif dan tunjangan.
Bahkan, peluang pendidikan khusus bagi generasi muda Papua juga dibuka, termasuk akses pelatihan profesi strategis seperti pilot.
Didorong Jadi Pahlawan Nasional, Perjuangan Hamengku Buwono II Dapat Dukungan Wamensos
Bupati Desak Transparansi Kasus
Sementara itu, Bupati Dogiyai, Yudas Tebai, menuntut agar kasus yang melibatkan anggota kepolisian diungkap secara transparan.
Ia menegaskan bahwa tindakan oknum tidak boleh merusak stabilitas dan kesejahteraan masyarakat secara luas.
“Apa yang kita tanam, itulah yang kita tuai. Semua pihak harus bekerja sesuai tanggung jawabnya,” ujarnya.
Momen Haru! Prabowo Subianto Beri Penghormatan Terakhir untuk 3 Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL
Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas
Wakil Bupati Dogiyai turut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan solusi damai dan menghindari tindakan anarkis.
Ia juga memastikan bahwa blokade jalan yang sempat terjadi telah diselesaikan melalui pendekatan kekeluargaan bersama pemuda setempat.
“Menjelang hari besar keagamaan umat Kristen, kami pastikan situasi tetap aman,” katanya.
Aisyiyah Dorong Implementasi PP Tunas, Perlindungan Anak di Ruang Digital Diperkuat
Kapolres Diberi Waktu 6 Bulan
Untuk mempercepat penanganan kasus, Kapolda menunjuk Kapolres Dogiyai, Denis A Putra, yang memiliki latar belakang di bidang penyelidikan kriminal.
Kapolres diberikan tenggat waktu selama enam bulan untuk menyelesaikan persoalan tersebut, dengan dukungan penuh dari Mabes Polri.
Polisi Bantah Instruksi Penembakan
Kapolda juga menegaskan bahwa tidak pernah ada instruksi untuk melakukan penembakan terhadap masyarakat sipil.
Sebaliknya, pihak kepolisian membuka ruang dialog seluas-luasnya dan berkomitmen menyampaikan perkembangan penanganan kasus secara transparan kepada publik.
Libatkan Tokoh dan Lembaga
Pertemuan ini turut dihadiri perwakilan Dewan Otonomi Khusus, anggota legislatif, serta tokoh masyarakat seperti Alex Waine.
Meski tidak semua tokoh hadir, aspirasi masyarakat tetap disampaikan melalui perwakilan yang hadir dalam forum tersebut.
Kapolda menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembangunan dan menjaga stabilitas keamanan di Papua Tengah secara berkelanjutan.
Penulis : Afif
Editor : Fudin
Sumber Berita: Humas Polda Papua Tengah


