
Jakarta – TNGarda.com – Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto menghadiri rapat koordinasi (rakor) lintas kementerian di Kementerian PANRB, Jakarta, Kamis (2/4).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah dalam menyelaraskan kebijakan rekrutmen sumber daya manusia (SDM) guna mendukung program prioritas nasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rakor tersebut secara khusus membahas perencanaan rekrutmen SDM serta mekanisme pengadaan pengawak yang adaptif dan terintegrasi.
Hal ini penting untuk memastikan bahwa kebutuhan personel di sektor pertahanan dan pemerintahan dapat terpenuhi secara efektif, profesional, dan berkelanjutan.
Dapur SPPG-003 Siriwini Dipuji Hampir Sempurna, Satgas Soroti Dua Hal Penting Ini
Dalam forum tersebut, Wamenhan menekankan kesiapan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia bersama Tentara Nasional Indonesia dalam mendukung kebijakan pemerintah.
Kesiapan ini meliputi penyediaan fasilitas pendidikan, penguatan sistem pelatihan, serta peningkatan sarana dan prasarana yang menunjang pengembangan SDM unggul.
Menurutnya, kualitas SDM merupakan faktor kunci dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks, termasuk dinamika geopolitik dan perkembangan teknologi pertahanan.
Oleh karena itu, investasi pada pendidikan dan pelatihan menjadi prioritas utama dalam pembangunan sektor pertahanan.

Lebih lanjut, Wamenhan menjelaskan bahwa program pendidikan dan pelatihan terintegrasi dirancang untuk membentuk kompetensi manajerial, kepemimpinan, serta karakter yang kuat.
Pendekatan ini dinilai penting untuk menciptakan SDM yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki integritas dan loyalitas tinggi terhadap negara.
Rakor lintas sektor ini juga menegaskan pentingnya sinergi antara kementerian dan lembaga dalam merumuskan kebijakan SDM nasional.
Kolaborasi yang solid diyakini mampu meningkatkan efektivitas implementasi program strategis Presiden di berbagai bidang.
Dari Medan Latihan ke Sawah, Prajurit Yonif 816 / Doruka Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional
Dari sisi kebijakan publik, langkah ini mencerminkan pendekatan berbasis data dan kebutuhan riil di lapangan.
Pemerintah berupaya memastikan bahwa proses rekrutmen tidak hanya memenuhi kuantitas, tetapi juga kualitas dan relevansi kompetensi dengan tuntutan zaman.
Kehadiran Wamenhan dalam forum tersebut menunjukkan komitmen kuat sektor pertahanan dalam mendukung reformasi birokrasi dan penguatan tata kelola pemerintahan.
Hal ini sekaligus memperkuat posisi Kemhan sebagai institusi strategis dalam pembangunan nasional.
Selain itu, rakor ini menjadi momentum untuk mengevaluasi sistem rekrutmen yang telah berjalan serta mengidentifikasi peluang perbaikan.
Dengan demikian, kebijakan yang dihasilkan dapat lebih responsif terhadap perubahan lingkungan strategis nasional maupun global.
Ke depan, pemerintah berharap hasil koordinasi ini dapat diimplementasikan secara konkret dan berkelanjutan.
Dengan SDM yang unggul, profesional, dan berintegritas, Indonesia diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan serta mewujudkan visi pembangunan nasional secara optimal.
Penulis : Afif
Editor : Fudin
Sumber Berita: KemenHan RI


