
Jakarta, TNGarda.com – NU Care-LAZISNU PBNU memilih melakukan pemotongan hewan kurban Idul Adha 1447 H di Rumah Potong Hewan (RPH) guna memastikan proses penyembelihan berjalan sesuai syariat Islam, higienis, serta memenuhi standar kesehatan dan pengelolaan limbah yang aman.
Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU, Riri Khariroh, mengatakan pemotongan hewan kurban di RPH memberikan jaminan bahwa seluruh tahapan dilakukan secara profesional dengan pengawasan ketat dari tenaga ahli dan dokter hewan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami menyaksikan langsung proses penyembelihan hewan kurban. Sebelum disembelih, hewan diperiksa kembali oleh dokter hewan.
Milad ke 109, Aisyiyah Serukan Perdamaian Dunia dan Dakwah Inklusif untuk Semua
Selain itu, seluruh juru sembelih halal di sini telah tersertifikasi sehingga memiliki kompetensi sesuai syariat Islam,” ujar Riri di RPH Darma Jaya, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (28/5/2026).
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan tidak hanya dilakukan sebelum penyembelihan, tetapi juga setelah proses pemotongan berlangsung.
Pemeriksaan organ dalam dilakukan untuk memastikan daging kurban aman dikonsumsi masyarakat.
Prabowo Resmi Paparkan RAPBN 2027 di DPR, Fokus Ekonomi Rakyat dan Ketahanan Nasional Jadi Sorotan
“Setelah pemotongan, dokter hewan tetap standby untuk memeriksa organ dalam seperti jeroan agar dipastikan bebas dari hal yang membahayakan.
Jika dinyatakan aman dan sehat, daging kemudian diproses, dipotong, dan dikemas ke dalam besek sebelum didistribusikan kepada masyarakat,” jelasnya.
Selain mengutamakan aspek syariat dan kesehatan, NU Care-LAZISNU juga menerapkan standar kebersihan selama proses pemotongan dan pengemasan daging kurban.
ADB Siap Jadi Mitra Pembangunan Desa Indonesia, Kemendes Targetkan Pengentasan Kemiskinan Desa
Para petugas menggunakan perlengkapan higienis seperti sarung tangan, masker, apron, dan pelindung kepala.
“Kami menjaga kehigienisan daging kurban agar tetap aman dan layak konsumsi hingga diterima masyarakat,” tambah Riri.
Sementara itu, Pengawas RPH Darma Jaya, Deni Hasudungan, menegaskan bahwa aspek higiene dan sanitasi menjadi prioritas utama selama proses pemotongan hewan kurban di RPH.
BPOM Temukan 22 Produk Herbal Berbahaya, PKS Warning Risiko Kematian Mendadak
“Sanitasi lebih terjaga karena limbah tidak langsung dibuang ke saluran air, melainkan diolah melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Selain itu, proses penyembelihan dilakukan oleh juru sembelih halal yang sudah tersertifikasi,” katanya.
Deni menjelaskan, pemeriksaan kesehatan hewan dilakukan melalui dua tahapan, yakni antemortem dan postmortem.
Kapolda Papua Tengah Apresiasi Sinergi TNI-Polri dalam Pengamanan Aksi Mahasiswa Puncak
Pemeriksaan antemortem bertujuan memastikan kondisi hewan sehat sebelum disembelih, sedangkan postmortem dilakukan dengan memeriksa organ dalam seperti hati, paru-paru, jantung, limpa, dan ginjal guna mendeteksi kemungkinan penyakit.
Ia menambahkan, hewan kurban sudah masuk kandang karantina sejak H-2 atau H-1 sebelum penyembelihan dan proses pemotongan berlangsung hingga hari tasyrik.
Dalam pengelolaan limbah, RPH Darma Jaya juga menerapkan sistem ramah lingkungan melalui IPAL.
Limbah padat diolah menjadi pupuk, sementara limbah cair diproses menggunakan mikroorganisme agar tidak mencemari lingkungan.
“Limbah padat dapat dimanfaatkan menjadi pupuk, sedangkan limbah cair diolah menggunakan mikroorganisme sebelum dibuang,” tutur Deni.
Dokter Hewan RPH Darma Jaya, Amar Naufal, menambahkan bahwa pemeriksaan kesehatan dilakukan secara menyeluruh sejak hewan tiba di kandang karantina.
Pemeriksaan meliputi kondisi fisik, usia hewan, hingga deteksi penyakit menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD).
“Pada sapi terdapat penyakit menular seperti PMK dan LSD. Karena itu, kami tidak memprioritaskan hewan dengan indikasi penyakit tersebut untuk dipotong,” ujar Amar.
Langkah NU Care-LAZISNU melakukan pemotongan hewan kurban di RPH menjadi bagian dari upaya menghadirkan distribusi daging kurban yang sehat, aman, sesuai syariat Islam, serta ramah lingkungan bagi masyarakat.
Penulis : Afif Fudin
Editor : Redaksi
Sumber Berita: NU Online






