
Jakarta, TNGarda.com – Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, bertemu dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB), Rini Widyantini, di Gedung Bina Graha, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda strategis yang berkaitan dengan penguatan tata kelola pemerintahan, layanan publik, serta pengawalan program prioritas Presiden.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pertemuan tersebut, kedua pejabat membahas tiga agenda utama, yakni implementasi Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK), penyederhanaan layanan publik melalui optimalisasi Mal Pelayanan Publik (MPP), serta penguatan program “KSP Mendekat” yang terintegrasi dengan kanal pengaduan masyarakat LAPOR.
Pembahasan Stranas Pencegahan Korupsi difokuskan pada perbaikan proses bisnis program prioritas pemerintah, khususnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Langkah ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Selain itu, kedua pihak juga menyoroti pentingnya aktivasi Mal Pelayanan Publik di berbagai daerah sebagai upaya mempercepat dan mempermudah akses masyarakat terhadap lebih dari 200 jenis layanan perizinan dan administrasi dalam satu lokasi terpadu.
Patroli Malam Brimob Sumut di Tapanuli Selatan Berhasil Jaga Situasi Tetap Aman dan Kondusif
Sementara itu, Program “KSP Mendekat” akan terus diperkuat dan diintegrasikan dengan kanal resmi pengaduan masyarakat LAPOR guna meningkatkan efektivitas pengawasan terhadap pelaksanaan program-program prioritas pemerintah sekaligus memperkuat partisipasi publik.
Khusus terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kepala Staf Kepresidenan dan MenPANRB sepakat mendorong perbaikan ekosistem pendukung secara menyeluruh, mulai dari aspek kelembagaan, tata kelola pengadaan barang dan jasa, sistem pengawasan, hingga penguatan sumber daya manusia.

Menurut keduanya,Keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai memerlukan sinergi yang kuat antar kementerian dan lembaga pemerintah.
Pendekatan shared outcome atau hasil bersama menjadi kunci dalam memastikan seluruh pemangku kepentingan memiliki arah dan tujuan yang sama.
Begini Cara NU Care LAZISNU Jaga Daging Kurban Tetap Halal, Sehat, dan Bebas Limbah
Yakni menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui peningkatan kualitas gizi dan kesehatan generasi penerus bangsa.
Kolaborasi tersebut mencakup aspek perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, hingga evaluasi program agar berjalan efektif dan tepat sasaran.

Dalam pelaksanaannya, penguatan tata kelola menjadi faktor penting untuk menjamin keberlanjutan program.
Dengan tata kelola yang transparan dan akuntabel, Program MBG diharapkan mampu memberikan dampak yang optimal sekaligus meminimalkan berbagai potensi hambatan dalam implementasinya di lapangan
Melalui koordinasi dan kolaborasi yang semakin erat antarinstansi, pemerintah berharap berbagai program prioritas nasional dapat berjalan lebih efektif, akuntabel, serta memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Penulis : Afif Fudin
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Kantor Staf Kepresidenan






