
YOGYAKARTA, TNGarda.com – Muhammadiyah kembali menerima kepercayaan dari masyarakat dalam pengelolaan aset umat berupa tanah dan bangunan di wilayah Gunungkidul.
Hibah tersebut diberikan oleh warga bernama Budi Santoso sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlanjutan amal usaha dan kegiatan sosial Muhammadiyah di masa mendatang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penyerahan hibah itu berlangsung di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta pada Selasa (26/5).
PBNU Kutuk Serangan Israel di Lebanon Selatan, Ribuan Sipil Tewas dan Jutaan Mengungsi
Momentum tersebut menjadi simbol kuatnya hubungan antara masyarakat dengan Muhammadiyah sebagai organisasi Islam yang selama ini dikenal aktif di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan pemberdayaan umat di berbagai daerah di Indonesia.
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Agung Danarto, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang terus diberikan masyarakat kepada Muhammadiyah.
Menurutnya, kepercayaan tersebut merupakan amanah besar yang harus dijaga dan dikelola secara bertanggung jawab demi kemaslahatan umat.
PKS Warning Pemerintah dan BI! Kepercayaan Pasar Bisa Goyah Jika Rupiah Terus Tertekan
“Alhamdulillah, Muhammadiyah masih dipercaya masyarakat. Kepercayaan ini tentu menjadi amanah besar sekaligus tanggung jawab yang tidak ringan bagi Muhammadiyah,” ujar Agung Danarto saat memberikan keterangan di Yogyakarta.
Ia menjelaskan bahwa Muhammadiyah memiliki komitmen kuat untuk menjaga seluruh aset hibah dan wakaf agar tetap produktif serta memberikan manfaat jangka panjang.
Karena itu, setiap aset yang diterima akan dikelola sesuai kebutuhan masyarakat dan pengembangan amal usaha Muhammadiyah.
Agung juga menegaskan bahwa Muhammadiyah memiliki prinsip untuk tidak memperjualbelikan aset hibah maupun wakaf demi kepentingan operasional organisasi.
Menurutnya, aset tersebut harus dijaga keberlangsungannya agar tetap menjadi sumber manfaat sekaligus amal jariyah bagi para pemberinya.
“Kami selalu berupaya agar sekolah, masjid, dan amal usaha Muhammadiyah tetap hidup.
Prabowo Bongkar Strategi Ekonomi 2027, Target Pertumbuhan 6,5 Persen dan Rupiah Tetap Stabil!
Jangan sampai amanah yang diberikan masyarakat justru terhenti manfaatnya, karena itu menyangkut tanggung jawab moral dan pahala jariyah para pemberi hibah maupun wakaf,” tegasnya.
Sementara itu, pemberi hibah tanah, Budi Santoso, mengungkapkan bahwa keputusannya menyerahkan aset kepada Muhammadiyah didasari oleh keyakinannya terhadap kapasitas organisasi tersebut dalam mengelola aset umat secara profesional dan berkelanjutan.
Kapolres Nabire Ajak Masyarakat Dukung Program Swasembada Pangan Nasional
Ia berharap aset itu nantinya dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan sosial dan pendidikan masyarakat.
“Lama-lama aset ini sulit saya urus sendiri, sehingga saya ingin menyerahkannya kepada institusi yang terpercaya seperti Muhammadiyah.
Ke depan, aset ini bisa dimanfaatkan untuk sekolah, tempat ibadah, usaha, atau kegiatan lain yang penting memberi manfaat bagi masyarakat luas,” ucap Budi Santoso.
Pemerintah Larang Marketplace Naikkan Biaya Layanan, Menteri UMKM Ancam Tindak Tegas Platform Nakal
Penyerahan hibah ini diharapkan menjadi contoh nyata kuatnya semangat ukhuwah Islamiyah, gotong royong, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Kepercayaan yang diberikan kepada Muhammadiyah menunjukkan bahwa nilai kebersamaan dan kepedulian terhadap kepentingan umat masih terjaga dengan baik.
Terutama dalam mendukung pengembangan pendidikan, sosial, dan kegiatan kemasyarakatan yang bermanfaat luas.
Melalui hibah tersebut, masyarakat tidak hanya menyerahkan aset berupa tanah dan bangunan, tetapi juga menitipkan harapan agar aset itu dapat dikelola secara amanah dan berkelanjutan
Penulis : Afif Fudin
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Muhammadiyah






