PKS Warning Pemerintah dan BI! Kepercayaan Pasar Bisa Goyah Jika Rupiah Terus Tertekan

- Penulis

Minggu, 24 Mei 2026 - 05:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, TNGarda.com — Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PKS, Muhammad Kholid menekankan pentingnya pengelolaan ekspektasi pasar secara strategis di tengah tekanan terhadap nilai tuk

ar rupiah dan dinamika ekonomi global. Hal itu disampaikannya dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Bank Indonesia di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/05).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Kholid, stabilitas ekonomi tidak cukup hanya dijaga melalui kebijakan teknis moneter, tetapi juga melalui kemampuan otoritas dalam membangun kepercayaan publik dan pelaku pasar.

MUI Nabire dan Dinas Peternakan Gelar Sosialisasi Qurban 1447 H, Ada Hal Penting yang Wajib Diketahui Masyarakat

Ia menilai persepsi pasar memiliki pengaruh besar terhadap pergerakan ekonomi, terutama dalam situasi ketidakpastian global seperti saat ini.

“Dalam situasi saat ini, terutama dalam konteks nilai tukar rupiah, perlu ada strategic management of expectation. Jadi bagaimana mengelola ekspektasi itu strategis, bukan hanya kebijakan teknis moneter,” ujar Kholid.

Sekjen DPP Partai Keadilan Sejahtera itu menjelaskan bahwa pelaku pasar kini lebih banyak dipengaruhi oleh ekspektasi terhadap kondisi ekonomi masa depan dibanding sekadar data historis atau kondisi saat ini.

Prabowo Bongkar Strategi Ekonomi 2027, Target Pertumbuhan 6,5 Persen dan Rupiah Tetap Stabil!

Karena itu, komunikasi kebijakan yang jelas dan koordinasi antarlembaga menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pasar.

Ia juga mengutip teori rational expectation yang diperkenalkan ekonom peraih Nobel, Robert Lucas, untuk menggambarkan bagaimana investor dan pelaku pasar membentuk persepsi terhadap arah ekonomi nasional.

“Pelaku pasar, investor, hedge fund, industri, itu membuat pricing yang rasional bukan hanya berdasarkan data kemarin atau hari ini, tetapi ekspektasi masa depan. Itu tugas besar otoritas, termasuk otoritas moneter,” katanya.

Menteri Desa Yandri Susanto Ingatkan Bahaya Narkoba di Maros, Keluarga Diminta Jadi Benteng Utama

Kholid menilai koordinasi dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang terdiri dari Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Kementerian Keuangan Republik Indonesia, dan Lembaga Penjamin Simpanan harus tampil solid dalam membangun optimisme pasar.

“KSSK harus menjadi A-team yang solid untuk menangani ekspektasi di masa depan. Otoritas harus loud and clear menyampaikan bahwa kondisi hari ini tidak sama dengan 1998,” tegasnya.

Wujud Kepedulian TNI, Koramil 1705/01/Nabire Bersihkan Puing Kebakaran Bersama Masyarakat

Baca Juga:  Refleksi Hari Lahir Pancasila 2026, Prijanto Rabbani: Pancasila Pemersatu Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia

Ia mengingatkan bahwa persepsi publik masih dibayangi trauma krisis moneter 1998.

Menurutnya, pemerintah dan otoritas keuangan perlu aktif memitigasi persepsi tersebut melalui komunikasi yang konsisten, terbuka, dan berbasis data agar masyarakat tidak mudah terpengaruh sentimen negatif.

“Kita mengalami anchoring bias, ada trauma persepsi 1998. Padahal kondisi sekarang totally different dengan 1998,” ujarnya.

Pangkalan TNI AU Segera Dibangun di Manokwari Selatan, Papua Diproyeksi Jadi Pusat Strategis Baru

Kholid menjelaskan bahwa depresiasi rupiah saat ini masih jauh berbeda dibandingkan krisis 1998, baik dari sisi fundamental ekonomi nasional maupun struktur utang luar negeri sektor swasta yang kini dinilai lebih terkendali.

“Dulu private sector utang luar negerinya luar biasa besar dalam bentuk dolar. Sekarang kondisinya berbeda. Karena itu confidence level harus dinaikkan agar market percaya kepada otoritas,” lanjutnya.

Mobil Perpustakaan Keliling Lanal Nabire Tumbuhkan Literasi di Sekolah Pesisir

Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia telah beberapa kali berhasil melewati berbagai tekanan ekonomi global, mulai dari krisis moneter 1998, krisis finansial global 2008, taper tantrum 2013, hingga pandemi Covid-19.

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk menjaga optimisme dan stabilitas ekonomi nasional.

“Kita pernah mengalami fase-fase krisis sebelumnya dan bisa melewati itu. Maka optimisme dan confidence level itu harus dikelola dengan baik secara institusional,” katanya.

Kapolda Papua Tengah Apresiasi Sinergi TNI-Polri dalam Pengamanan Aksi Mahasiswa Puncak

Selain membangun optimisme, Kholid meminta pemerintah dan otoritas ekonomi tetap transparan dan jujur dalam menyampaikan berbagai tantangan ekonomi yang masih perlu diperbaiki.

Ia menegaskan bahwa reformasi dan koordinasi antarsektor harus terlihat nyata agar kepercayaan pasar tetap terjaga.

“Market harus melihat ada reform, ada soliditas yang luar biasa antara sektor moneter, industri jasa keuangan, dan fiskal,” ujarnya.

Tinjau Langsung Insiden KA di Bekasi Timur, AHY Tekankan Pemulihan Korban dan Perbaikan Infrastruktur

Dalam kesempatan tersebut, Kholid juga meminta Bank Indonesia memperkuat forward guidance dan komunikasi kebijakan agar pasar memiliki arah yang jelas dan kepastian dalam mengambil keputusan ekonomi.

“Kalau strategic management of expectation belum dilakukan maksimal, maka operasi moneter dan intervensi market bisa kehilangan ruh dan kredibilitasnya,” pungkasnya.

Penulis : Afif Fudin

Editor : Afif Fudin

Sumber Berita: PKS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tngarda.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PKS Perkuat Tata Kelola Partai Modern, Supervisi Program Strategis Jadi Kunci Transformasi Organisasi
PKS Dukung Prabowo Rombak BGN, Kasus Keracunan MBG Jadi Alarm Keras
Refleksi Hari Lahir Pancasila 2026, Prijanto Rabbani: Pancasila Pemersatu Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia
Tepis Stigma Generasi Hedon, Ketua Majelis Syura PKS Dorong Anak Muda Jadikan Kurban Gerakan Sosial
BPOM Temukan 22 Produk Herbal Berbahaya, PKS Warning Risiko Kematian Mendadak
Legislator PKS Abdul Fikri Dorong Relaksasi Dana BOSP untuk Tingkatkan Mutu Sekolah Swasta
PKS Apresiasi Kemenlu dan Turkiye atas Pembebasan 9 WNI Tim Kemanusiaan Gaza
Presiden PKS Apresiasi Siswi SMA 1 Pontianak yang Viral di Lomba Cerdas Cermat MPR RI
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 00:17 WIB

PKS Dukung Prabowo Rombak BGN, Kasus Keracunan MBG Jadi Alarm Keras

Selasa, 2 Juni 2026 - 07:15 WIB

Refleksi Hari Lahir Pancasila 2026, Prijanto Rabbani: Pancasila Pemersatu Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia

Minggu, 31 Mei 2026 - 00:47 WIB

Tepis Stigma Generasi Hedon, Ketua Majelis Syura PKS Dorong Anak Muda Jadikan Kurban Gerakan Sosial

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:15 WIB

BPOM Temukan 22 Produk Herbal Berbahaya, PKS Warning Risiko Kematian Mendadak

Kamis, 28 Mei 2026 - 21:49 WIB

Legislator PKS Abdul Fikri Dorong Relaksasi Dana BOSP untuk Tingkatkan Mutu Sekolah Swasta

Berita Terbaru