Singgung Islam Rahmatan Lil Alamin, Haedar Nashir Bongkar Tantangan Besar Indonesia Menuju Negara Maju

- Penulis

Senin, 25 Mei 2026 - 21:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG, TNGarda.com – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir menegaskan bahwa sistem keagamaan memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan bangsa.

Menurutnya, Indonesia tidak akan mampu menjadi negara maju apabila mengabaikan nilai-nilai agama sebagai fondasi kehidupan masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan tersebut disampaikan Haedar Nashir saat menghadiri Forum Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA) yang berlangsung di Tangerang, Senin (18/5).

TNI AL dan Italian Navy Sepakat Perkuat Pertahanan Laut, Teknologi Siber Jadi Fokus Utama

Dalam forum itu, ia membahas berbagai faktor penting yang menjadi penentu kemajuan suatu bangsa di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Haedar menjelaskan, terdapat tujuh unsur utama yang menjadi penyangga kemajuan sebuah negara, yakni bahasa, sistem organisasi sosial, kesenian, sistem pengetahuan, teknologi dan peralatan, ekonomi, serta sistem religi atau kepercayaan.

Ketujuh unsur tersebut saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan dalam membangun peradaban yang maju.

10 Pendulang Emas Tewas di Awimbon, Satgas Damai Cartenz Buru KKB Pimpinan Ronald Hiluka

Menurutnya, Indonesia memiliki modal besar karena masyarakatnya dikenal religius dan menjadikan agama sebagai bagian penting dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, pandangan keagamaan masyarakat juga harus berkembang secara maju, terbuka, dan mampu menjawab tantangan zaman.

“Kalau Indonesia ingin maju, maka pandangan keagamaannya juga harus maju,” ujar Haedar di hadapan peserta forum rektor PTMA.

Pemerintah Larang Marketplace Naikkan Biaya Layanan, Menteri UMKM Ancam Tindak Tegas Platform Nakal

Haedar menilai, kemajuan bangsa tidak cukup hanya ditopang pembangunan ekonomi dan teknologi.

Ia menekankan bahwa kualitas moral, etika, serta cara pandang masyarakat terhadap agama turut menentukan arah pembangunan nasional di masa depan.

Baca Juga:  Resmi Berangkat ! Ribuan Petugas Haji Indonesia Siap Bertugas di Makkah, Ini Pesan Penting Pemerintah

Di sisi lain, Haedar mengingatkan adanya tantangan berupa sikap kesombongan etnografis dan religio-etnografis yang dapat menghambat kemajuan bangsa.

Kebakaran di Morgo Nabire Hanguskan Dua Rumah, LAZ Mitra Rumah Zakat Insan Mandiri Salurkan Bantuan

Sikap tersebut muncul ketika suatu kelompok merasa paling unggul dibanding kelompok lain, termasuk dalam cara memahami dan mempraktikkan agama.

Ia mencontohkan munculnya anggapan bahwa wajah Islam di Indonesia dianggap paling damai dibanding negara lain.

Menurut Haedar, klaim tersebut tidak boleh hanya menjadi kebanggaan semata, sebab sejarah juga mencatat pernah terjadi konflik sosial dan kekerasan yang mengatasnamakan agama di Indonesia.

PKS Warning Pemerintah dan BI! Kepercayaan Pasar Bisa Goyah Jika Rupiah Terus Tertekan

Karena itu, Haedar menegaskan bahwa konsep Islam rahmatan lil alamin harus dibuktikan melalui tindakan nyata.

Nilai-nilai Islam yang membawa rahmat bagi seluruh alam, kata dia, perlu diwujudkan dalam bentuk kontribusi nyata untuk mencerdaskan masyarakat, meningkatkan kesejahteraan, memperkuat solidaritas sosial, dan menghadirkan keadilan.

Lebih lanjut, Haedar mengajak seluruh organisasi Islam dan elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun peradaban yang maju melalui pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan gerakan kemanusiaan.

PBNU Kutuk Serangan Israel di Lebanon Selatan, Ribuan Sipil Tewas dan Jutaan Mengungsi

Menurutnya,umat Islam Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi teladan peradaban Islam modern di tingkat global apabila mampu menghadirkan nilai-nilai universal Islam dalam kehidupan nyata.

Nilai-nilai tersebut tidak cukup hanya disampaikan melalui ceramah dan narasi keagamaan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan konkret yang memberi manfaat bagi masyarakat luas.

Implementasi nilai-nilai itu dapat diwujudkan melalui kontribusi nyata di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, kemanusiaan, hingga pembangunan sosial yang berkeadilan.

Penulis : Afif Fudin

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Muhammadiyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tngarda.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kepala Staf Kepresidenan dan MenPANRB Bahas Penguatan Tata Kelola MBG dan Integrasi Layanan Publik Nasional
Ungkap Ada Indikasi Penyelewengan MBG, Prabowo Perintahkan Pengawasan Ketat di Seluruh Indonesia
Refleksi Hari Lahir Pancasila 2026, Prijanto Rabbani: Pancasila Pemersatu Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia
Bukan Sekadar Rupiah Melemah, FINE Institute Sebut Investor Global Mulai Meragukan Ketahanan Pasar Indonesia
Begini Cara NU Care LAZISNU Jaga Daging Kurban Tetap Halal, Sehat, dan Bebas Limbah
NU Care LAZISNU Salurkan Daging Kurban hingga Palestina, Ribuan Warga 3T dan Korban Bencana Tersentuh Bantuan
Muhammadiyah Terima Hibah Tanah dari Warga Gunungkidul, Dipercaya Kelola Aset Umat untuk Masa Depan
Wajib Tahu! Begini Prosedur Jual Beli Tanah yang Legal dan Aman Menurut ATR / BPN
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 22:25 WIB

Kepala Staf Kepresidenan dan MenPANRB Bahas Penguatan Tata Kelola MBG dan Integrasi Layanan Publik Nasional

Jumat, 5 Juni 2026 - 22:46 WIB

Ungkap Ada Indikasi Penyelewengan MBG, Prabowo Perintahkan Pengawasan Ketat di Seluruh Indonesia

Selasa, 2 Juni 2026 - 07:15 WIB

Refleksi Hari Lahir Pancasila 2026, Prijanto Rabbani: Pancasila Pemersatu Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia

Selasa, 2 Juni 2026 - 03:35 WIB

Bukan Sekadar Rupiah Melemah, FINE Institute Sebut Investor Global Mulai Meragukan Ketahanan Pasar Indonesia

Jumat, 29 Mei 2026 - 22:01 WIB

Begini Cara NU Care LAZISNU Jaga Daging Kurban Tetap Halal, Sehat, dan Bebas Limbah

Berita Terbaru