
Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan – TNGarda.com — Aparat gabungan terus melakukan penanganan intensif terkait aksi pembunuhan terhadap para pendulang emas di Distrik Awimbon, Kabupaten Pegunungan Bintang.
Fokus utama petugas saat ini adalah proses evakuasi korban, pencarian warga yang dilaporkan selamat, serta pengejaran terhadap kelompok pelaku yang diduga merupakan bagian dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Prabowo Bongkar Strategi Ekonomi 2027, Target Pertumbuhan 6,5 Persen dan Rupiah Tetap Stabil!
Berdasarkan data sementara yang dihimpun petugas di lapangan, jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak 10 orang.
Namun angka tersebut masih berpotensi bertambah mengingat sejumlah pendulang emas dilaporkan masih bersembunyi di kawasan hutan sekitar lokasi kejadian akibat situasi keamanan yang belum sepenuhnya kondusif.

Hasil investigasi awal dan analisis terhadap sejumlah video yang beredar mengarah pada dugaan keterlibatan KKB Batalyon Yamue pimpinan Ronald Hiluka alias Dejang Hiluka.
Kelompok tersebut diperkirakan berjumlah sekitar 15 orang dan diketahui memiliki persenjataan berupa satu pucuk senjata jenis AR-15 serta beberapa senjata api rakitan.
Guru Honorer Terancam Dihapus 2027, Legislator PKS Bongkar Bahaya Besar bagi Sekolah di Daerah
Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 bersama unsur Forkopimda terus melakukan koordinasi untuk mendukung proses penyelidikan, pengamanan wilayah, serta percepatan evakuasi korban.
Aparat juga melakukan pendalaman terhadap jaringan kelompok pelaku dan mengumpulkan berbagai petunjuk lapangan guna kepentingan penegakan hukum.

Meski lokasi kejadian berada di wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang, akses menuju titik kejadian diketahui lebih dekat melalui Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel.
Kondisi geografis yang berat dan berada di kawasan hutan lebat menjadi tantangan besar bagi petugas sehingga proses evakuasi dilakukan dengan metode pembukaan jalur atau babat hutan menuju lokasi.
Menteri Desa Yandri Susanto Ingatkan Bahaya Narkoba di Maros, Keluarga Diminta Jadi Benteng Utama
Pos aju dan titik evakuasi sementara dipusatkan di Tanah Merah dengan dukungan personel gabungan guna mempercepat proses pencarian korban serta distribusi logistik dan pengamanan wilayah.
Selain mengevakuasi korban meninggal dunia, aparat juga masih melakukan pencarian dan penyelamatan terhadap sejumlah warga yang dilaporkan selamat namun hingga kini masih bersembunyi di kawasan hutan karena takut keluar dari lokasi.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa seluruh personel akan memaksimalkan proses evakuasi dan penyelidikan guna memastikan situasi tetap terkendali.
“Fokus utama kami saat ini adalah menyelamatkan korban selamat, mengevakuasi para korban meninggal dunia, serta melakukan pengejaran terhadap kelompok pelaku secara profesional dan terukur,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi medan yang berat menjadi tantangan tersendiri dalam proses penanganan di lapangan.
Sehingga seluruh personel diminta tetap mengedepankan aspek keselamatan selama menjalankan tugas kemanusiaan dan pengamanan.
Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Adarma Sinaga, mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pendulangan maupun penambangan ilegal di wilayah rawan konflik tersebut.
Muhammadiyah Kecam Penahanan Jurnalis Indonesia oleh Israel dalam Misi Kemanusiaan Gaza
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pendulangan atau penambangan ilegal di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi karena sangat berisiko terhadap keselamatan,” katanya.
Menurutnya, kawasan tersebut merupakan wilayah hutan lindung yang tidak memiliki aktivitas resmi dan selama ini kerap menjadi lokasi gangguan keamanan oleh kelompok kriminal bersenjata.
TNI AL Gagalkan Peredaran 102 Gram Ganja di Pelabuhan Jayapura, Pemuda 18 Tahun Diamankan
Senada dengan itu, Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Yusuf Sutejo, mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya dan tetap mengikuti perkembangan resmi dari aparat keamanan.
“Kami meminta masyarakat tetap tenang, tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi, serta mendukung proses penanganan yang sedang dilakukan petugas di lapangan,” ujarnya saat ditemui media, Kamis (22/5/2026).
Petugas menegaskan bahwa kejadian serupa telah berulang kali terjadi di kawasan tersebut dan memiliki risiko ancaman keselamatan yang sangat tinggi.
Selain berada di wilayah hutan lindung tanpa aktivitas resmi, kawasan itu juga kerap menjadi lokasi aksi teror, penganiayaan dan ancaman kekerasan.
Hingga pembunuhan oleh kelompok kriminal bersenjata sebagai bentuk menunjukkan eksistensi kelompok mereka di tingkat nasional maupun internasional.
Penulis : Afif
Editor : Fudin
Sumber Berita: Satgas ODC






