
Sumatra Utara, TNGarda.com – Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Richard Tampubolon selaku Wakil Ketua I Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Selasa (19/05/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan guna memastikan percepatan pembangunan infrastruktur dan penanganan kebutuhan masyarakat terdampak bencana berjalan sesuai rencana serta tepat sasaran.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen TNI bersama pemerintah dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana alam di Sumatera Utara.
Prabowo Bongkar Strategi Ekonomi 2027, Target Pertumbuhan 6,5 Persen dan Rupiah Tetap Stabil!
Dalam rangkaian kegiatan, Kasum TNI meninjau langsung sejumlah titik pembangunan dan rehabilitasi, di antaranya perbaikan jalan Tarutung–Sipirok di Desa Antur Mangan.
Serta pembangunan sumur bor di kawasan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) Rusunawa Pandan, area persawahan di Kecamatan Tukka,hingga pembangunan jembatan bailey di Desa Lubuk Ampolu, Tapanuli Tengah.

Selain itu, Kasum TNI juga menghadiri peletakan batu pertama pembangunan huntap oleh Yayasan Caritas Indonesia, meninjau Huntap Asrama Haji Pinang Sori.
Serta meresmikan dan menyerahkan bantuan sumur bor beserta instalasi air bersih bagi warga huntara Rusunawa Pandan.
Dalam keterangannya, Letjen TNI Richard Tampubolon menyampaikan bahwa pembangunan fasilitas air bersih tersebut merupakan tindak lanjut atas kebutuhan paling mendesak yang dihadapi masyarakat pascabencana.
“Dari masukan BPBD Provinsi dan Kabupaten, yang paling dibutuhkan masyarakat adalah air bersih.
Setelah berkoordinasi dan komunikasi intensif, kami memutuskan membangun sumur bor dan instalasi air masing-masing lima unit di Tapanuli Tengah dan lima unit di Tapanuli Selatan,” ujarnya.
Ia berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dan dirawat bersama oleh masyarakat agar keberlangsungannya tetap terjaga.

“Kami berharap sumur bor dan instalasi air bersih ini dapat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya warga rusunawa dan huntara. Fasilitas ini harus dijaga dan dirawat bersama,” tambahnya.
Selain pembangunan fasilitas air bersih, kehadiran Kasum TNI di wilayah terdampak juga menjadi bentuk perhatian langsung pemerintah terhadap kondisi masyarakat yang masih dalam tahap pemulihan pascabencana.
PBNU Kutuk Serangan Israel di Lebanon Selatan, Ribuan Sipil Tewas dan Jutaan Mengungsi
Warga huntara dan huntap menyambut baik bantuan yang diberikan karena dinilai sangat membantu kebutuhan sehari-hari
Terutama untuk memasak, mandi, dan keperluan sanitasi lainnya yang sebelumnya masih terbatas.
Program rehabilitasi dan rekonstruksi yang terus berjalan diharapkan mampu mempercepat bangkitnya aktivitas masyarakat, baik di sektor ekonomi maupun pertanian.
Perbaikan jalan, pembangunan jembatan, serta dukungan terhadap area persawahan menjadi langkah strategis dalam memulihkan akses distribusi dan meningkatkan produktivitas warga di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan.
Upaya rehabilitasi dan rekonstruksi yang dilakukan TNI bersama berbagai pihak menunjukkan sinergi nyata dalam membantu percepatan pemulihan masyarakat terdampak bencana.
Kehadiran fasilitas air bersih dan pembangunan infrastruktur diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup warga sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat di wilayah terdampak.
TNI menegaskan komitmennya untuk terus mendukung proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana melalui kerja sama dengan pemerintah daerah dan kementerian/lembaga.
Serta seluruh elemen terkait demi memastikan masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan dengan aman dan layak.
Penulis : Afif
Editor : Fudin
Sumber Berita: Puspen TNI






