
PEKANBARU, TNGarda.com — Sinergi pengamanan di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika melalui jalur udara pada Selasa (19/5/2026).
Dalam pengungkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan sabu seberat 919 gram, 1.653 butir pil ekstasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Serta pecahan pil ekstasi seberat 46 gram yang disembunyikan di dalam tangki sepeda motor RX-King dan dibungkus menggunakan bubble wrap hitam.
Muhammadiyah Kecam Penahanan Jurnalis Indonesia oleh Israel dalam Misi Kemanusiaan Gaza
Pengungkapan kasus bermula saat pemeriksaan X-Ray di Terminal Kargo oleh personel TNI AU BKO Bandara SSK II bersama petugas Aviation Security (Avsec).
Petugas menemukan paket mencurigakan yang akan dikirim melalui rute Pekanbaru–Yogyakarta–Makassar.

Kecurigaan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan manual bersama Bea Cukai.
Setelah dilakukan uji narkotest, barang tersebut dinyatakan positif mengandung Methamphetamine dan MDMA.
Selanjutnya, seluruh barang bukti diamankan dan diserahkan kepada BNNP Riau guna proses penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut.
Satgas Damai Cartenz Tangkap Wadanyon HSSBI KKB Yahukimo, Amunisi dan Senjata Tajam Disita
Keberhasilan penggagalan penyelundupan ini melibatkan kerja sama lintas instansi, di antaranya Avsec Bandara, Bea Cukai, BNNP Riau, serta personel Intelijen dan Satpom Lanud Roesmin Nurjadin.
Kolaborasi tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat pengawasan dan menjaga keamanan jalur transportasi udara dari ancaman peredaran narkotika.

Selain itu, keberhasilan pengungkapan kasus ini menjadi bentuk nyata kesigapan aparat dalam mendeteksi berbagai modus baru penyelundupan narkotika yang terus berkembang.
Penggunaan tangki sepeda motor sebagai tempat penyimpanan barang haram tersebut menunjukkan upaya pelaku untuk mengelabui petugas keamanan bandara dan lolos dari pemeriksaan.
Upaya pencegahan dan penindakan terhadap peredaran narkotika melalui jalur udara dinilai sangat penting mengingat bandara merupakan salah satu pintu masuk strategis yang rawan dimanfaatkan jaringan narkoba.
Karena itu, penguatan koordinasi antarinstansi serta peningkatan kemampuan personel pengamanan akan terus dilakukan guna menciptakan sistem pengawasan yang lebih optimal dan efektif.
Dalam konferensi pers, Komandan Lanud RSN, Abdul Haris menegaskan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus ini menjadi bukti pentingnya sinergi dan kewaspadaan.
Serta koordinasi antarstakeholder bandara dalam mencegah peredaran narkoba melalui jalur udara.
Ia juga menekankan bahwa Lanud RSN bersama seluruh unsur pengamanan bandara akan terus meningkatkan pengawasan guna mendukung upaya pemberantasan narkotika dan menjaga stabilitas keamanan wilayah udara nasional.
Penulis : Afif
Editor : Fudin
Sumber Berita: TNI AU






