
NABIRE, Papua Tengah — TNGARDA.Com – Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menghentikan sementara operasional dapur SPPG Lani menyusul laporan sejumlah siswa dan guru yang mengalami gangguan pencernaan.
Langkah ini diambil sebagai bentuk respons cepat guna menjamin keamanan makanan bergizi yang dikonsumsi para penerima manfaat program. BGN menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penghentian sementara operasional dapur dinilai penting untuk memberikan ruang bagi proses investigasi secara menyeluruh terhadap penyebab kejadian. BGN memastikan investigasi dilakukan secara transparan dan akuntabel.
Tradisi Nyekar Jelang Idulfitri, Warga Bumiwonorejo Nabire Gelar Ziarah Kubur Bersama
Dalam prosesnya, BGN bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, BPOM, serta pihak terkait lainnya untuk melakukan pemeriksaan komprehensif. Kolaborasi ini diharapkan mampu mengungkap sumber permasalahan secara tepat dan cepat.
Fokus investigasi meliputi bahan makanan yang digunakan, proses pengolahan, hingga distribusi makanan kepada para penerima manfaat. Selain itu, aspek kebersihan dan sanitasi dapur juga menjadi perhatian utama.
BGN juga akan melakukan uji laboratorium terhadap sampel air serta bahan makanan yang digunakan dalam proses memasak. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak adanya kontaminasi yang membahayakan kesehatan.
BGN menegaskan bahwa operasional dapur SPPG Lani akan kembali dibuka setelah seluruh proses investigasi selesai dan dinyatakan aman untuk digunakan kembali.


