Home / TNI

TNI AL dan KSDA Gagalkan Penyelundupan Satwa Dilindungi di KM Gunung Dempo, Delapan Ekor Burung Diamankan

- Penulis

Minggu, 17 Mei 2026 - 21:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sorong, TNGarda.com – Tim patroli pengamanan Pelni TNI Angkatan Laut Koarmada XIV bersama aparat terkait berhasil menggagalkan upaya penyelundupan satwa dilindungi di atas KM Gunung Dempo saat kapal sandar di Pelabuhan Umum Pelindo Kota Sorong, Papua Barat Daya, Jumat (15/5/2026).

Dalam kegiatan pengamanan dan pemeriksaan yang berlangsung sejak pukul 18.25 hingga 00.05 WIT tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Petugas berhasil mengamankan delapan ekor satwa dilindungi yang terdiri dari enam ekor burung Kasturi Kepala Hitam dan dua ekor burung Kakatua Jambul Kuning.

Momen Mengharukan di Kiwirok! Satgas Ops Damai Cartenz Jaga Peresmian Gereja hingga Berlangsung Damai

Pengamanan dilakukan saat tim patroli melaksanakan pemeriksaan aktivitas bongkar muat penumpang serta barang bawaan di atas kapal.

Dari hasil pemeriksaan di Deck 4, petugas pertama kali menemukan seekor burung Kasturi Kepala Hitam yang disembunyikan di dalam botol air mineral milik salah satu penumpang rute Manokwari tujuan Makassar.

Petugas kemudian memberikan edukasi dan penyadartahuan kepada penumpang terkait status satwa dilindungi tersebut.

Setelah diberikan penjelasan, penumpang menyerahkan satwa itu secara sukarela kepada petugas untuk diamankan.

Pemeriksaan kemudian dilanjutkan di area Deck 5 kapal. Dalam proses tersebut, tim patroli kembali menemukan lima ekor burung Kasturi Kepala Hitam tanpa pemilik yang disembunyikan di dalam sebuah koper.

Guru Honorer Terancam Dihapus 2027, Legislator PKS Bongkar Bahaya Besar bagi Sekolah di Daerah

Baca Juga:  11 Jembatan Dibangun di Papua Tengah 2026, Waroki Jadi Titik Awal Percepatan Infrastruktur Nasional

Tidak lama berselang, saat pemeriksaan X-Ray terhadap barang bawaan buruh pelabuhan, petugas kembali mengamankan dua ekor burung Kakatua Jambul Kuning yang disembunyikan di dalam keranjang tanpa identitas pemilik.

Petugas menduga satwa-satwa tersebut hendak diselundupkan ke luar Papua untuk diperjualbelikan secara ilegal dengan nilai jual tinggi di pasar gelap.

Modus penyembunyian di dalam barang bawaan penumpang dan buruh pelabuhan dinilai sebagai upaya mengelabui pemeriksaan aparat keamanan di pelabuhan.

Kegiatan pengamanan melibatkan personel gabungan dari Denintel dan Pomal Koarmada XIV bersama petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Papua Barat Daya.

Sinergi aparat tersebut dilakukan untuk mencegah perdagangan ilegal satwa liar yang dilindungi sekaligus menjaga kelestarian ekosistem Papua.

Kemensos Bongkar Sistem Baru Bansos Digital, Data Penerima Kini Diawasi Ketat Lewat DTSEN

Seluruh satwa yang berhasil diamankan kemudian dibawa ke kantor KSDA Wilayah I Sorong untuk dilakukan pendataan serta proses penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Upaya penyelundupan satwa dilindungi melalui jalur transportasi laut masih menjadi perhatian serius aparat penegak hukum dan instansi konservasi.

Oleh karena itu, pengawasan di pelabuhan dan kapal penumpang akan terus diperketat guna mencegah praktik perdagangan satwa ilegal yang mengancam kelestarian fauna endemik Indonesia.

.

 

Penulis : Afif

Editor : Fudin

Sumber Berita: Dispen AL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tngarda.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pangkalan TNI AU Segera Dibangun di Manokwari Selatan, Papua Diproyeksi Jadi Pusat Strategis Baru
TNI AL dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Vanili Rp1,7 Miliar di Jayapura, Pemilik Barang Diamankan
Aksi Heroik Prajurit Lanud Haluoleo Bantu Korban Banjir Kendari, Warga Terharu Lihat Kepedulian TNI AU
Prajurit Yonif TP 804 / DBAY Bersihkan Pasar Oyehe dan Taman Gizi, Warga Nabire Salut Kekompakan TNI Polri
Viral di Nabire! Satgas PKH Tegaskan Palang Km 95 dan Km 103 Bukan Rampas Tanah Warga, Ini Penjelasannya
Heboh! Aparat Temukan Senjata Api di Rumah TKA Tambang Ilegal Nabire, Korem 173 / PVB Bongkar Fakta Mengejutkan
Ziarah di TMP Nabire, Prajurit TNI Peringati HUT Kodam XVII Cenderawasih 2026 dengan Khidmat
Ancaman Siber Makin Nyata! TNI AU Kerahkan Operasi Pernika dan Cyber Warfare Selama 3 Hari Penuh
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 01:59 WIB

Pangkalan TNI AU Segera Dibangun di Manokwari Selatan, Papua Diproyeksi Jadi Pusat Strategis Baru

Minggu, 17 Mei 2026 - 21:01 WIB

TNI AL dan KSDA Gagalkan Penyelundupan Satwa Dilindungi di KM Gunung Dempo, Delapan Ekor Burung Diamankan

Minggu, 17 Mei 2026 - 00:19 WIB

Aksi Heroik Prajurit Lanud Haluoleo Bantu Korban Banjir Kendari, Warga Terharu Lihat Kepedulian TNI AU

Jumat, 15 Mei 2026 - 21:53 WIB

Prajurit Yonif TP 804 / DBAY Bersihkan Pasar Oyehe dan Taman Gizi, Warga Nabire Salut Kekompakan TNI Polri

Jumat, 15 Mei 2026 - 01:43 WIB

Viral di Nabire! Satgas PKH Tegaskan Palang Km 95 dan Km 103 Bukan Rampas Tanah Warga, Ini Penjelasannya

Berita Terbaru