
Jayapura, TNGarda.com – Aparat gabungan TNI AL melalui jajaran Kodaeral X bersama Bea Cukai Jayapura berhasil menggagalkan upaya penyelundupan komoditas bernilai tinggi dan barang impor terlarang di kawasan Pelabuhan Peti Kemas Entrop, Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Kamis (14/05/2026).
Operasi ini menjadi bukti nyata sinergi aparat dalam memperketat pengawasan jalur distribusi ilegal di wilayah perbatasan Papua.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pengungkapan kasus bermula dari informasi intelijen terkait aktivitas bongkar muat mencurigakan di area pelabuhan.
Tangis Warga Pecah! Prabowo Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Kisah Perjuangannya Bikin Haru
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Gabungan Kodaeral X dan Bea Cukai Jayapura langsung melakukan pemeriksaan fisik terhadap sejumlah kontainer sekitar pukul 15.45 WIT.
Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan dua unit kontainer berisi vanili kualitas super asal Papua Nugini (PNG) dan puluhan koli pakaian bekas atau ballpress tanpa dokumen resmi.

Barang yang diamankan diketahui milik Toko V dengan rincian vanili kualitas super sebanyak kurang lebih 490 kilogram yang diduga masuk dari luar negeri tanpa dokumen karantina dan kepabeanan.
Selain itu, petugas juga menyita sebanyak 66 koli pakaian bekas (ballpress) yang termasuk barang dilarang impor sesuai regulasi pemerintah Indonesia.
Total nilai barang bukti yang berhasil diamankan diperkirakan mencapai Rp1.753.000.000. Nilai vanili diperkirakan mencapai Rp1.225.000.000 dengan asumsi harga pasar sekitar Rp2,5 juta per kilogram.
Sementara nilai pakaian bekas mencapai Rp528.000.000 dengan estimasi harga Rp8 juta per koli.
Saat ini, pemilik barang bersama seluruh barang bukti telah diamankan di Kantor Pom Kodaeral X guna menjalani proses pendalaman dan penyidikan lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Aparat gabungan masih terus menelusuri jalur distribusi dan kemungkinan adanya jaringan penyelundupan lintas negara yang terlibat dalam kasus tersebut.
Keberhasilan pengungkapan ini menunjukkan komitmen TNI AL dan Bea Cukai dalam menjaga stabilitas keamanan serta melindungi perekonomian nasional dari praktik perdagangan ilegal.
Pengawasan di wilayah perbatasan Papua dinilai menjadi langkah strategis mengingat kawasan tersebut rawan dimanfaatkan sebagai jalur masuk barang tanpa izin resmi.
Presiden PKS Apresiasi Siswi SMA 1 Pontianak yang Viral di Lomba Cerdas Cermat MPR RI
Langkah tegas tersebut juga sejalan dengan kebijakan Kepala Staf Angkatan Laut, Muhammad Ali, yang menegaskan bahwa TNI AL akan terus memperkuat patroli dan pengawasan maritim guna menjaga kedaulatan wilayah Indonesia.
Serta mendukung pemerintah dalam memberantas penyelundupan dan perdagangan ilegal yang merugikan negara.
Penulis : Afif
Editor : Fudin
Sumber Berita: Dispen AL


