Kemensos dan BPS Perbarui DTSEN 2026, Pastikan Bansos Tepat Sasaran dan Rekrutmen Sekolah Rakyat Lebih Transparan

- Penulis

Rabu, 15 April 2026 - 23:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta,TNGarda.com – 13 April 2026 – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul bersama Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, melakukan pembahasan strategis terkait pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Volume 2 Tahun 2026 di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Senin (13/4).

Langkah ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan akurasi penyaluran bantuan sosial (bansos).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Khususnya untuk program Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pada triwulan II tahun 2026.

Selain itu, DTSEN juga dimanfaatkan sebagai basis utama dalam proses rekrutmen siswa untuk program Sekolah Rakyat.

TNI Tebar Kasih di Puncak Jaya, Satgas Yonif 743 / PSY Perkuat Kebersamaan Bersama Warga Mondu

Data DTSEN Meningkat, Validasi dengan Dukcapil Diperkuat

Dalam pemutakhiran terbaru, DTSEN telah dipadankan dengan data kependudukan dari Dukcapil.

Hasilnya, jumlah keluarga tercatat meningkat dari 95,0 juta menjadi 95,3 juta, sementara jumlah individu bertambah dari 289,0 juta menjadi 289,3 juta.

Meski demikian, evaluasi menemukan adanya inclusion error sebanyak 11.014 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) atau sekitar 0,06 persen dari total penerima bansos sebelumnya.

Temuan ini menjadi indikator penting untuk meningkatkan ketepatan sasaran distribusi bantuan.

Polda Papua Tengah Salurkan Sembako di Dogiyai, Perkuat Kepercayaan Publik dan Kedekatan dengan Masyarakat

Puluhan Ribu Keluarga Berpotensi Masuk Penerima Bansos

Baca Juga:  Mendes Yandri Dukung Pelarangan Vape, BNN Temukan Kandungan Narkotika dalam Sampel Cairan

Dari total 77.014 keluarga yang sebelumnya belum memiliki klasifikasi desil, sebanyak 25.665 keluarga kini masuk dalam kategori desil 1 hingga 4, yang berarti berpotensi menjadi penerima bansos.

Sementara itu, 1.511 keluarga lainnya teridentifikasi sebagai inclusion error dan akan dievaluasi lebih lanjut.

Pemutakhiran ini memperkuat komitmen pemerintah dalam memastikan bantuan sosial benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan, terutama kelompok miskin dan miskin ekstrem.

Didampingi Panglima TNI, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Tinjau Lahan Tambang Bermasalah di Kalimantan Tengah, Berujung Penegakan Hukum

Rekrutmen Sekolah Rakyat Tanpa Pendaftaran Umum

Selain untuk bansos, DTSEN juga digunakan sebagai dasar dalam rekrutmen siswa Sekolah Rakyat.

Berbeda dari sistem konvensional, proses seleksi dilakukan tanpa pendaftaran umum, melainkan melalui penjangkauan langsung kepada calon siswa yang memenuhi kriteria.

Kemensos menegaskan bahwa proses ini dilakukan secara transparan, bebas titipan, dan tanpa praktik KKN.

Pelaksanaan di lapangan melibatkan pendamping Kemensos, Dinas Sosial, serta BPS untuk melakukan verifikasi langsung terhadap kondisi sosial ekonomi calon siswa.

Momen Haru! Prabowo Subianto Beri Penghormatan Terakhir untuk 3 Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL

Transparansi Dijaga Lewat Kanal Sanggahan

Sebagai bentuk akuntabilitas dan partisipasi publik, Kementerian Sosial juga membuka kanal sanggahan bagi masyarakat.

Hal ini memungkinkan warga untuk memberikan masukan atau koreksi terhadap data yang digunakan, sehingga kualitas DTSEN terus meningkat.

Penulis : Afif

Editor : Fudin

Sumber Berita: Kemensos RI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tngarda.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Beredar Kabar Perbaikan Jaringan Hingga 4 Bulan, Telkomsel Pastikan Informasi Palsu
IHSG Anjlok dan Rupiah Melemah, Analis Bongkar Fakta yang Diam – Diam
Buntut Heboh Nilai Minus LCC MPR, Juri dan MC Kontroversial Akhirnya Dinonaktifkan
ADB Siap Jadi Mitra Pembangunan Desa Indonesia, Kemendes Targetkan Pengentasan Kemiskinan Desa
Kemensos Bongkar Sistem Baru Bansos Digital, Data Penerima Kini Diawasi Ketat Lewat DTSEN
Kapolres, Dandim, dan Danlanal Kawal Longmarch Mahasiswa di Nabire
Utang Negara Hampir Rp10 Ribu Triliun, Ekonom Sebut APBN Mulai Kehilangan Kelenturan
Prabowo Perintahkan Renovasi Sekolah dan Puskesmas di Pulau Miangas
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 04:04 WIB

Beredar Kabar Perbaikan Jaringan Hingga 4 Bulan, Telkomsel Pastikan Informasi Palsu

Kamis, 14 Mei 2026 - 03:37 WIB

IHSG Anjlok dan Rupiah Melemah, Analis Bongkar Fakta yang Diam – Diam

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:16 WIB

Buntut Heboh Nilai Minus LCC MPR, Juri dan MC Kontroversial Akhirnya Dinonaktifkan

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:25 WIB

ADB Siap Jadi Mitra Pembangunan Desa Indonesia, Kemendes Targetkan Pengentasan Kemiskinan Desa

Selasa, 12 Mei 2026 - 04:46 WIB

Kemensos Bongkar Sistem Baru Bansos Digital, Data Penerima Kini Diawasi Ketat Lewat DTSEN

Berita Terbaru