
Jakarta – TNGarda.com – Prabowo Subianto kembali melakukan langkah strategis dengan melantik sejumlah pejabat negara/pemerintah guna memperkuat kinerja kabinet di sisa masa jabatan periode 2024–2029.
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari upaya konsolidasi internal pemerintahan dalam menghadapi berbagai tantangan nasional dan global.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Prosesi pelantikan berlangsung secara resmi dan khidmat di Jakarta, ditandai dengan pengucapan sumpah jabatan yang dipandu langsung oleh Presiden.
Panglima TNI Dampingi Presiden Prabowo Beri Pengarahan Ketua DPRD Seluruh Indonesia di Magelang
Momen ini sekaligus menegaskan komitmen para pejabat yang dilantik untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan integritas.
Berdasarkan informasi dari Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, sejumlah jabatan strategis yang diisi dalam pelantikan ini mencakup sektor lingkungan hidup, pangan, komunikasi pemerintahan, hingga penguatan sistem karantina nasional.
Untuk posisi Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Presiden menunjuk Mohammad Jumhur Hidayat.
Kapolda Papua Tengah Apresiasi Sinergi TNI-Polri dalam Pengamanan Aksi Mahasiswa Puncak
Penunjukan ini dinilai penting dalam memperkuat kebijakan pengendalian lingkungan di tengah meningkatnya isu perubahan iklim dan keberlanjutan.
Di sektor pangan, Hanif Faisol Nurofiq dipercaya sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.
Peran ini diharapkan mampu mempercepat koordinasi lintas kementerian dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Sementara itu, posisi Kepala Staf Kepresidenan diisi oleh Dudung Abdurachman.
Jabatan ini memiliki peran strategis dalam memastikan sinkronisasi kebijakan antara Presiden dengan lembaga pemerintah lainnya berjalan efektif dan tepat sasaran.
Dalam upaya memperkuat komunikasi publik pemerintah, Muhammad Qodari ditunjuk sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah.
Penunjukan ini mencerminkan fokus pemerintah terhadap transparansi informasi dan pengelolaan opini publik di era digital.
Selain itu, Presiden juga menunjuk Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi.
Peran ini menjadi penting dalam memberikan pertimbangan strategis terkait penyampaian kebijakan kepada masyarakat luas.
Pada sektor karantina, Abdul Kadir Karding dipercaya sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia.
Penunjukan ini diharapkan dapat memperkuat sistem pengawasan lalu lintas komoditas, khususnya dalam mendukung sektor pertanian dan perdagangan nasional.
Pelantikan ini didasarkan pada sejumlah Keputusan Presiden Republik Indonesia, yang menjadi landasan hukum dalam pengangkatan pejabat negara.
Hal ini menegaskan bahwa setiap proses pengisian jabatan dilakukan secara resmi dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
YONIF TP 804/DBAY LAKSANAKAN KARYA BHAKTI DI MASJID AL AZHAR, DISTRIK KIMI,SAMABUSA.
Langkah ini juga mencerminkan strategi pemerintah dalam memperkuat struktur Kabinet Merah Putih agar lebih adaptif terhadap dinamika global, termasuk isu ekonomi, pangan, dan lingkungan yang semakin kompleks.
Dengan komposisi pejabat baru ini, pemerintah diharapkan mampu meningkatkan efektivitas kinerja, mempercepat implementasi program prioritas, serta menjaga stabilitas nasional di berbagai sektor strategis.
Pelantikan tersebut sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa pemerintahan Prabowo Subianto terus melakukan pembenahan dan penguatan internal demi memastikan kebijakan yang diambil dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.
Penulis : Afif
Editor : Fudin
Sumber Berita: BPMI Setpres


