Warga Simapitowa Datangi DPR Papua Tengah, Tuntut Penghentian Dugaan Perampasan Tanah Adat di KM 95–102

- Penulis

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nabire, TNGarda.com – Front Peduli Alam dan Manusia Mee Wilayah Simapitowa menggelar aksi damai di Kantor DPR Papua Tengah, Senin (10/8/2026).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi masyarakat adat terkait dugaan penguasaan tanah ulayat dan aktivitas pertambangan di kawasan KM 95 dan KM 102.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pantang Menyerah, Prajurit TNI AL Kodaeral XI Temukan Korban Tenggelam di Sungai Maro Merauke

Dalam aksi tersebut, massa mendesak DPR Papua Tengah segera mengambil sikap tegas terhadap persoalan yang dinilai telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat adat Simapitowa.

Mereka meminta lembaga legislatif menjalankan fungsi pengawasan serta memastikan setiap persoalan yang berkaitan dengan tanah adat mendapat perhatian serius.

Salah satu tuntutan utama massa adalah meminta DPR Papua Tengah memfasilitasi pencabutan papan nama yang disebut dipasang secara sepihak oleh oknum TNI di lokasi KM 95 dan KM 102.

Massa menilai pemasangan papan nama tersebut perlu diklarifikasi agar tidak menimbulkan persoalan baru maupun memperbesar ketegangan antara masyarakat adat dengan pihak-pihak terkait.

Patroli Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 di Puncak Jaya, Warga Sampaikan Apresiasi atas Pendekatan Humanis

Baca Juga:  KNPB Se-Meepago Sampaikan 10 Tuntutan di Nabire, Soroti Pepera hingga Otonomi Khusus Papua

“Jangan memaksakan masyarakat untuk melepaskan tanah mereka!” seru salah seorang orator aksi di hadapan aparat keamanan dan perwakilan dewan.

Pernyataan tersebut menggambarkan sikap massa yang menilai hak masyarakat adat atas tanah ulayat harus dihormati dan tidak boleh diabaikan dalam setiap proses pemanfaatan wilayah.

Massa juga meminta adanya langkah konkret dari DPR Papua Tengah untuk membuka ruang dialog dan mencari penyelesaian atas persoalan yang terjadi di wilayah Simapitowa.

Mereka berharap lembaga legislatif dapat mempertemukan masyarakat adat dengan pihak-pihak terkait sehingga setiap persoalan dapat dibahas secara terbuka dan mengedepankan kepentingan masyarakat.

Gabriel Kwakerka Kunjungi Rumah Belajar Honai Papua Permai di Nabire, Serahkan Bantuan Alat Tulis untuk Anak Papua

Melalui aksi damai tersebut, Front Peduli Alam dan Manusia Mee Wilayah Simapitowa berharap aspirasi yang disampaikan mendapat perhatian serius dari DPR Papua Tengah.

Massa menegaskan bahwa penyelesaian persoalan tanah adat dan aktivitas pertambangan harus dilakukan secara transparan, dengan tetap menghormati hak masyarakat adat serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut.

Penulis : Afif Fudin

Editor : Afif

Sumber Berita: TNGarda.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tngarda.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Maulid Nabi 1448 H di Masjid Siroodjul Jannah Nabire, Momentum Perkuat Iman, Ukhuwah dan Kepedulian
Wanggar Rawan Karhutla, Kepala Suku Rayon Nabire Barat Minta Warga Hentikan Pembakaran Sembarangan
156 Hotspot Terdeteksi di Papua Tengah, Paniai dan Nabire Terbanyak
Kepala Suku Besar Gwoa Ajak Warga Samabusa Cegah Karhutla dan Jaga Keamanan Kampung
Massa IKT Gelar Aksi Solidaritas di PN Nabire, Tuntut Sidang Kasus Kematian Remaja Waroki Terbuka
577 Hotspot Terdeteksi di Papua Tengah, Nabire Tertinggi dengan 356 Titik
Terungkap! Perkara ABH di Nabire Masuk Tahap II, Ini Penjelasan Kuasa Hukum
Kuasa Hukum ABH Imbau Masyarakat Bijak Bermedia Sosial, Foto dan Identitas Anak Diminta Disamarkan
Berita ini 14 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 05:46 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Masjid Siroodjul Jannah Nabire, Momentum Perkuat Iman, Ukhuwah dan Kepedulian

Rabu, 26 Agustus 2026 - 23:44 WIB

Wanggar Rawan Karhutla, Kepala Suku Rayon Nabire Barat Minta Warga Hentikan Pembakaran Sembarangan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 05:40 WIB

156 Hotspot Terdeteksi di Papua Tengah, Paniai dan Nabire Terbanyak

Rabu, 26 Agustus 2026 - 02:15 WIB

Kepala Suku Besar Gwoa Ajak Warga Samabusa Cegah Karhutla dan Jaga Keamanan Kampung

Senin, 24 Agustus 2026 - 03:02 WIB

Massa IKT Gelar Aksi Solidaritas di PN Nabire, Tuntut Sidang Kasus Kematian Remaja Waroki Terbuka

Berita Terbaru