156 Hotspot Terdeteksi di Papua Tengah, Paniai dan Nabire Terbanyak

- Penulis

Rabu, 26 Agustus 2026 - 05:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NABIRE, PAPUA TENGAH — Berdasarkan laporan BMKG, sebanyak 156 hotspot atau titik panas terpantau di Provinsi Papua Tengah pada 25 Agustus 2026 pukul 02.00 WIT.

Data tersebut terbagi dalam tiga tingkat kepercayaan, yakni rendah, sedang, dan tinggi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari hasil pemantauan, terdapat 7 hotspot dengan tingkat kepercayaan rendah, 138 hotspot tingkat kepercayaan sedang, dan 11 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi.

Kepala Suku Besar Gwoa Ajak Warga Samabusa Cegah Karhutla dan Jaga Keamanan Kampung

BMKG menjelaskan, tingkat kepercayaan rendah menunjukkan kemungkinan kecil adanya titik api sehingga masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.

Tingkat kepercayaan sedang menunjukkan kemungkinan cukup besar adanya titik api di lapangan, sedangkan tingkat kepercayaan tinggi menunjukkan kemungkinan besar adanya titik api.

Berdasarkan wilayah administrasi, Kabupaten Paniai menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 50 titik.

Selanjutnya Nabire sebanyak 30 titik, Puncak 27 titik, Dogiyai 22 titik, Intan Jaya 18 titik, Puncak Jaya 6 titik, dan Mimika 3 titik.

Sementara itu, Kabupaten Deiyai tidak terpantau adanya hotspot dalam pemantauan tersebut.

Munculnya ratusan titik panas ini menjadi perhatian di tengah kondisi sejumlah wilayah Papua Tengah yang semakin kering.

Masyarakat dan instansi pemerintah diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Baca Juga:  Kapolda Papua Tengah Pimpin Konferensi Pers Pengungkapan Kasus Curas, Curat, dan Curanmor Periode Januari–Mei 2026

Kepala Suku Moora Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Wawasan Kebangsaan Demi Menjaga Stabilitas Keamanan di Nabire

Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, baik untuk membuka maupun membersihkan lahan.

Termasuk membakar sampah di kawasan yang mudah terbakar seperti semak belukar, hutan, lahan gambut, dan lahan kering.

Jika menemukan titik api, asap, atau indikasi kebakaran, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pihak berwenang agar dapat ditangani sedini mungkin dan mencegah api meluas.

Instansi terkait juga diimbau memperkuat patroli terpadu, meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas pembukaan lahan.

Serta memperluas sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat di wilayah rawan Karhutla.

Babinsa Koramil 1409-03/Bontomarannu Dampingi Tanam Padi Serentak di Gowa, Metode Baru Ini Jadi Sorotan

Kesiapsiagaan juga perlu diperkuat dengan memastikan ketersediaan sumber air, peralatan pemadaman dini, serta cadangan air untuk menghadapi kondisi musim kemarau.

Masyarakat di Papua Tengah juga diimbau terus memantau informasi cuaca dan iklim, perkembangan fenomena El Niño.

Serta pembaruan informasi hotspot dari BMKG sebagai dasar dalam melakukan langkah antisipasi dan mitigasi.

Dengan meningkatkan kewaspadaan sejak dini, pemerintah, instansi terkait, dan masyarakat diharapkan dapat mencegah terjadinya Karhutla serta mempercepat penanganan apabila ditemukan titik api.

 

Penulis : Afif

Editor : Fudin

Sumber Berita: BMKG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tngarda.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Maulid Nabi 1448 H di Masjid Siroodjul Jannah Nabire, Momentum Perkuat Iman, Ukhuwah dan Kepedulian
Wanggar Rawan Karhutla, Kepala Suku Rayon Nabire Barat Minta Warga Hentikan Pembakaran Sembarangan
Kepala Suku Besar Gwoa Ajak Warga Samabusa Cegah Karhutla dan Jaga Keamanan Kampung
Massa IKT Gelar Aksi Solidaritas di PN Nabire, Tuntut Sidang Kasus Kematian Remaja Waroki Terbuka
577 Hotspot Terdeteksi di Papua Tengah, Nabire Tertinggi dengan 356 Titik
Terungkap! Perkara ABH di Nabire Masuk Tahap II, Ini Penjelasan Kuasa Hukum
Kuasa Hukum ABH Imbau Masyarakat Bijak Bermedia Sosial, Foto dan Identitas Anak Diminta Disamarkan
Jadwal Subsidi Angkutan Udara Papua Tengah 2026: Rute, Tarif, dan Ketentuan Penumpang
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 05:46 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Masjid Siroodjul Jannah Nabire, Momentum Perkuat Iman, Ukhuwah dan Kepedulian

Rabu, 26 Agustus 2026 - 23:44 WIB

Wanggar Rawan Karhutla, Kepala Suku Rayon Nabire Barat Minta Warga Hentikan Pembakaran Sembarangan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 05:40 WIB

156 Hotspot Terdeteksi di Papua Tengah, Paniai dan Nabire Terbanyak

Rabu, 26 Agustus 2026 - 02:15 WIB

Kepala Suku Besar Gwoa Ajak Warga Samabusa Cegah Karhutla dan Jaga Keamanan Kampung

Senin, 24 Agustus 2026 - 03:02 WIB

Massa IKT Gelar Aksi Solidaritas di PN Nabire, Tuntut Sidang Kasus Kematian Remaja Waroki Terbuka

Berita Terbaru