Kepala Suku Besar Gwoa Ajak Warga Samabusa Cegah Karhutla dan Jaga Keamanan Kampung

- Penulis

Rabu, 26 Agustus 2026 - 02:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NABIRE, PAPUA TENGAH – Kepala Suku Besar Suku Gwoa/Goa Arita, Sefnat Manewasi, mengajak masyarakat Kampung Samabusa, Distrik Teluk Kimi, Kabupaten Nabire, meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Ajakan tersebut disampaikan Sefnat saat memberikan sosialisasi kepada warga Kampung Samabusa, Selasa (25/8/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menilai kondisi kemarau yang cukup panjang membuat lingkungan menjadi lebih kering sehingga risiko terjadinya kebakaran semakin tinggi.

Patroli Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 di Puncak Jaya, Warga Sampaikan Apresiasi atas Pendekatan Humanis

Sefnat mengingatkan warga yang merokok agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, khususnya di area yang memiliki banyak bahan mudah terbakar.

“Bagi yang merokok, sangat hati-hati. Jangan membuang puntung rokok di sembarang tempat karena bisa menjadi sumber api,” pesannya.

Ia juga meminta masyarakat yang membakar sampah untuk selalu memastikan api berada dalam pengawasan.

Setelah kegiatan selesai, bara maupun api harus dipastikan benar-benar padam agar tidak merembet ke lingkungan sekitar.

Perhatian juga diberikan terhadap aktivitas memasak di rumah. Para ibu diingatkan untuk memastikan kompor telah dimatikan setelah selesai digunakan.

“Setelah selesai memasak, api harus dipadamkan atau disiram air. Jangan sampai api yang kecil menjadi penyebab kebakaran,” ujarnya.

Pantang Menyerah, Prajurit TNI AL Kodaeral XI Temukan Korban Tenggelam di Sungai Maro Merauke

Baca Juga:  Kuasa Hukum ABH Imbau Masyarakat Bijak Bermedia Sosial, Foto dan Identitas Anak Diminta Disamarkan

Menurut Sefnat, penggunaan api selama musim kemarau harus dilakukan secara hati-hati dan di tempat yang aman.

Ia juga meminta para orang tua mengawasi anak-anak agar tidak bermain dengan api atau melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

“Si jago merah tidak pandang siapa pun. Karena itu, kita semua harus menjaga api dan mencegah kebakaran sejak dini,” tegasnya.

Selain mengantisipasi kebakaran, Sefnat mengajak warga Samabusa menjaga situasi Kamtibmas agar tetap aman dan kondusif.

Masyarakat diminta tidak mudah terpengaruh provokasi serta mengedepankan komunikasi ketika menghadapi persoalan.

“Mari kita sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Jangan membuat masalah yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga maupun masyarakat,” katanya.

Ia turut mengingatkan para orang tua agar memberikan perhatian dan pengawasan kepada anak-anak sehingga tidak terlibat dalam tindakan yang dapat mengganggu keamanan lingkungan.

Komandan Yonif TP 804/DBAY Hadiri Peresmian Jembatan Merah Putih di Desa Girimulyo

Sefnat menegaskan bahwa menciptakan keamanan bukan semata-mata tugas aparat, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Ia berharap warga Kampung Samabusa dapat menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran sekaligus mempertahankan hubungan sosial yang harmonis dan situasi keamanan yang kondusif.

“Kalau masyarakat bersatu, saling mengingatkan dan menjaga lingkungan, maka kampung kita akan tetap aman, nyaman dan terhindar dari berbagai masalah,” pungkas Sefnat Manewasi.

Penulis : Afif Fudin

Editor : Redaksi

Sumber Berita: TNGarda.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tngarda.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Maulid Nabi 1448 H di Masjid Siroodjul Jannah Nabire, Momentum Perkuat Iman, Ukhuwah dan Kepedulian
Wanggar Rawan Karhutla, Kepala Suku Rayon Nabire Barat Minta Warga Hentikan Pembakaran Sembarangan
156 Hotspot Terdeteksi di Papua Tengah, Paniai dan Nabire Terbanyak
Massa IKT Gelar Aksi Solidaritas di PN Nabire, Tuntut Sidang Kasus Kematian Remaja Waroki Terbuka
577 Hotspot Terdeteksi di Papua Tengah, Nabire Tertinggi dengan 356 Titik
Terungkap! Perkara ABH di Nabire Masuk Tahap II, Ini Penjelasan Kuasa Hukum
Kuasa Hukum ABH Imbau Masyarakat Bijak Bermedia Sosial, Foto dan Identitas Anak Diminta Disamarkan
Jadwal Subsidi Angkutan Udara Papua Tengah 2026: Rute, Tarif, dan Ketentuan Penumpang
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 05:46 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Masjid Siroodjul Jannah Nabire, Momentum Perkuat Iman, Ukhuwah dan Kepedulian

Rabu, 26 Agustus 2026 - 23:44 WIB

Wanggar Rawan Karhutla, Kepala Suku Rayon Nabire Barat Minta Warga Hentikan Pembakaran Sembarangan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 05:40 WIB

156 Hotspot Terdeteksi di Papua Tengah, Paniai dan Nabire Terbanyak

Rabu, 26 Agustus 2026 - 02:15 WIB

Kepala Suku Besar Gwoa Ajak Warga Samabusa Cegah Karhutla dan Jaga Keamanan Kampung

Senin, 24 Agustus 2026 - 03:02 WIB

Massa IKT Gelar Aksi Solidaritas di PN Nabire, Tuntut Sidang Kasus Kematian Remaja Waroki Terbuka

Berita Terbaru