Buntut Heboh Nilai Minus LCC MPR, Juri dan MC Kontroversial Akhirnya Dinonaktifkan

- Penulis

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta,TNGarda.com – Polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat terus menjadi sorotan publik di media sosial.

Setelah viralnya video protes peserta terkait penilaian juri yang dianggap tidak adil, kini perhatian warganet tertuju pada sikap MC dan dewan juri dalam menangani keberatan peserta.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warganet ramai mengecam respons MC acara, Shindy Lutfiana, yang dinilai tidak menunjukkan empati terhadap peserta dari SMAN 1 Pontianak yang melakukan protes atas keputusan dewan juri.

Ancaman Siber Makin Nyata! TNI AU Kerahkan Operasi Pernika dan Cyber Warfare Selama 3 Hari Penuh

Dalam video yang beredar luas di media sosial, Shindy dianggap melakukan “gaslighting” karena menyebut keberatan peserta hanya sebatas perasaan semata.

“Baik adik-adik, keputusan di dewan juri karena dewan juri yang hadir hari ini sudah sangat berkompeten dan sangat teliti untuk mendengar jawaban dari adik-adik.

Mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja, nanti bisa dilihat tayangan ulangnya,” ujar Shindy saat itu.

TNI Bergerak Cepat Bersihkan Stadion Lukas Enembe Pasca Kericuhan Suporter Persipura

Pernyataan tersebut memicu kemarahan publik. Banyak warganet menilai ucapan tersebut tidak pantas disampaikan dalam forum resmi, terlebih kepada siswa yang sedang memperjuangkan keberatan mereka.

Menyadari polemik yang berkembang, Shindy akhirnya menyampaikan permintaan maaf terbuka melalui akun Instagram pribadinya pada Selasa, 12 Mei 2026.

Dalam unggahannya, ia mengakui bahwa kalimat “Mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja” merupakan ucapan yang tidak seharusnya disampaikan.

Guru Honorer Terancam Dihapus 2027, Legislator PKS Bongkar Bahaya Besar bagi Sekolah di Daerah

“Dengan segala kerendahan hati, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas semua ucapan saya, terutama yaitu, ‘Mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja,’ yang seharusnya tidak patut saya sampaikan dalam kapasitas saya sebagai MC pada kegiatan tersebut,” tulis Shindy.

Ia juga mengaku memahami bahwa pernyataannya telah menimbulkan kekecewaan dan melukai banyak pihak.

“Saya menyadari sepenuhnya bahwa pernyataan tersebut telah menimbulkan kekecewaan, ketidaknyamanan, bahkan melukai perasaan berbagai pihak,” lanjutnya.

Baca Juga:  Utang Negara Hampir Rp10 Ribu Triliun, Ekonom Sebut APBN Mulai Kehilangan Kelenturan

Proyek Raksasa Pantura Dimulai! Ossy Dermawan Beberkan 3 Jurus Kunci ATR BPN

Permintaan maaf tersebut secara khusus ditujukan kepada peserta lomba, guru pendamping, hingga masyarakat Kalimantan Barat yang mengikuti jalannya perlombaan.

“Khususnya kepada adik-adik peserta lomba, guru-guru pendamping/pembimbing dari SMA Negeri 1 Pontianak, serta seluruh masyarakat terutama masyarakat Provinsi Kalimantan Barat,” ungkapnya.

Shindy juga menyebut insiden ini menjadi pelajaran penting bagi dirinya agar lebih berhati-hati dalam menggunakan diksi saat tampil di ruang publik.

Kemensos Bongkar Sistem Baru Bansos Digital, Data Penerima Kini Diawasi Ketat Lewat DTSEN

Sementara itu, kontroversi bermula ketika peserta dari SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas memberikan jawaban yang dinilai memiliki substansi sama terkait proses pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Namun, dewan juri yang saat itu dipimpin Kepala Biro Pengkajian Konstitusi, Dyastasita Widya Budi, memberikan nilai berbeda.

SMAN 1 Pontianak mendapat nilai minus lima (-5), sedangkan SMAN 1 Sambas memperoleh nilai sempurna 10.

Prabowo Resmikan 1.386 Kampung Nelayan Merah Putih, Dilengkapi Cold Storage hingga SPBN

Keputusan tersebut langsung diprotes oleh peserta SMAN 1 Pontianak karena merasa jawaban mereka identik dengan jawaban grup lain.

Meski demikian, protes tersebut tetap ditolak dengan alasan artikulasi jawaban peserta dinilai kurang jelas terdengar oleh dewan juri.

Polemik yang terus meluas akhirnya membuat pihak MPR RI bersama Badan Sosialisasi MPR RI mengambil langkah tegas.

Patroli Gabungan Polres Nabire dan Satgas Damai Cartenz Perkuat Pengamanan Wilayah dan Respons Kemanusiaan

Melalui klarifikasi resmi yang disampaikan kepada publik, pihak MPR menyatakan telah menonaktifkan juri serta MC terkait dari kegiatan LCC sebagai bentuk evaluasi atas insiden tersebut.

Langkah tersebut pun menuai beragam tanggapan dari masyarakat. Sebagian menilai keputusan itu sebagai bentuk tanggung jawab MPR RI terhadap polemik yang terjadi.

Sementara lainnya meminta evaluasi menyeluruh terhadap sistem penilaian lomba agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Penulis : Afif

Editor : Fudin

Sumber Berita: Promedia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tngarda.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kepala Staf Kepresidenan dan MenPANRB Bahas Penguatan Tata Kelola MBG dan Integrasi Layanan Publik Nasional
Ungkap Ada Indikasi Penyelewengan MBG, Prabowo Perintahkan Pengawasan Ketat di Seluruh Indonesia
Refleksi Hari Lahir Pancasila 2026, Prijanto Rabbani: Pancasila Pemersatu Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia
Bukan Sekadar Rupiah Melemah, FINE Institute Sebut Investor Global Mulai Meragukan Ketahanan Pasar Indonesia
Begini Cara NU Care LAZISNU Jaga Daging Kurban Tetap Halal, Sehat, dan Bebas Limbah
NU Care LAZISNU Salurkan Daging Kurban hingga Palestina, Ribuan Warga 3T dan Korban Bencana Tersentuh Bantuan
Muhammadiyah Terima Hibah Tanah dari Warga Gunungkidul, Dipercaya Kelola Aset Umat untuk Masa Depan
Wajib Tahu! Begini Prosedur Jual Beli Tanah yang Legal dan Aman Menurut ATR / BPN
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 22:25 WIB

Kepala Staf Kepresidenan dan MenPANRB Bahas Penguatan Tata Kelola MBG dan Integrasi Layanan Publik Nasional

Jumat, 5 Juni 2026 - 22:46 WIB

Ungkap Ada Indikasi Penyelewengan MBG, Prabowo Perintahkan Pengawasan Ketat di Seluruh Indonesia

Selasa, 2 Juni 2026 - 07:15 WIB

Refleksi Hari Lahir Pancasila 2026, Prijanto Rabbani: Pancasila Pemersatu Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia

Selasa, 2 Juni 2026 - 03:35 WIB

Bukan Sekadar Rupiah Melemah, FINE Institute Sebut Investor Global Mulai Meragukan Ketahanan Pasar Indonesia

Jumat, 29 Mei 2026 - 22:01 WIB

Begini Cara NU Care LAZISNU Jaga Daging Kurban Tetap Halal, Sehat, dan Bebas Limbah

Berita Terbaru