
Jakarta, TNGarda.com – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) terus memperkuat kolaborasi internasional untuk mempercepat pembangunan desa.
Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto bersama Wakil Menteri Desa dan PDT Ahmad Riza Patria menerima audiensi dari Asian Development Bank di ruang kerja Menteri Desa, Rabu (6/5/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pertemuan tersebut, Mendes Yandri menegaskan bahwa desa kini memegang peranan strategis di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Prabowo Resmikan 1.386 Kampung Nelayan Merah Putih, Dilengkapi Cold Storage hingga SPBN
Hal itu sejalan dengan Asta Cita ke-6, yakni membangun dari desa dan dari bawah guna pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan.
Menurut Mendes Yandri, Kemendes PDT telah menerjemahkan visi tersebut melalui 12 Program Aksi Bangun Desa.
Program itu meliputi penguatan BUMDesa, Koperasi Desa Merah Putih, Desa Tematik, Desa Ekspor hingga Desa Ketahanan Energi.
“Yang penting di daerah tertinggal masih ada desa yang perlu kolaborasi untuk percepatan pembangunan,” ujar Mendes Yandri.
Kontak Tembak di Dogiyai! Brimob Papua Tengah Lumpuhkan Perlawanan Kelompok Bersenjata di Idadagi
Ia menjelaskan, Kemendes PDT sebelumnya juga telah menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga internasional, termasuk World Bank, untuk mendorong pembangunan desa berkelanjutan.
Kolaborasi tersebut difokuskan pada pengembangan ekonomi hijau berkelanjutan serta pemberdayaan masyarakat desa.
Karena itu, Kemendes PDT mengajak ADB Indonesia untuk ikut memperkuat program pembangunan desa di berbagai wilayah Indonesia.
Operasi Besar Satgas PKH di Papua Tengah! Excavator hingga Loader Tambang Ilegal Diamankan
“Kami siap berkolaborasi karena memang banyak program ke desa yang bisa dikolaborasikan dengan ADB,” kata Mendes Yandri.
Sementara itu, Wamendes Ahmad Riza Patria mengungkapkan bahwa dari total 75.266 desa di Indonesia, sekitar 10 ribu desa masih masuk kategori tertinggal.
Desa-desa tersebut dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat seperti akses listrik, pendidikan, dan layanan kesehatan.
Resmi ! YouTube Blokir Akun di Bawah 16 Tahun, Ini Dampaknya untuk Pengguna Indonesia
Karena itu, pihaknya berharap kolaborasi bersama ADB dapat mempercepat transformasi desa tertinggal dan sangat tertinggal menjadi desa berkembang hingga desa maju.
“Kami berharap program kolaborasi dengan ADB nantinya bakal bisa berdayakan masyarakat desa agar bisa berkembang dan mensejahterakan,” ujar Ahmad Riza Patria.
Di sisi lain, Country Director ADB Indonesia Resident Mission Bobur Alimov menyampaikan apresiasinya atas ajakan Kemendes PDT untuk terlibat dalam percepatan pembangunan desa di Indonesia.
Menurut Bobur Alimov, pemberdayaan masyarakat desa menjadi salah satu fokus utama ADB Indonesia dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
“ADB Indonesia siap menjadi tidak hanya mitra finansial tetapi juga mitra pembangunan bagi Kemendes,” tegas Bobur Alimov.
Turut hadir dalam audiensi tersebut sejumlah pejabat ADB Indonesia Resident Mission, di antaranya Ms. Kanya Sasradipoera, Ms. Ninebeth Carandang, Mr. Eric Quincieu, dan Ms. Junko Sagara.
Sementara dari Kemendes PDT hadir mendampingi Mendes dan Wamendes, yakni Sekjen Taufik Madjid, Dirjen PPDT Samsul Widodo, Dirjen PEID Tabrani, Kepala BPSDM Agustomi Masik serta Staf Khusus Fahad At-Tamimi.
Penulis : Afif
Editor : Fudin
Sumber Berita: Mendesa RI


