
Nabire, Papua Tengah -TNGarda.com – Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) Korwil Nabire melaksanakan operasi penertiban aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Siriwo dan Uwapa, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Senin (4/5/2026).
Operasi tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Satgas PKH Halilintar Brigjen TNI Edwin Apria Chandra sebagai bagian dari upaya penegakan hukum terhadap aktivitas pertambangan ilegal yang merusak kawasan hutan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penertiban dilakukan di Distrik Siriwo dan Distrik Uwapa yang selama ini diketahui menjadi lokasi aktivitas tambang emas ilegal.
Prabowo Terbang ke Filipina Hadiri KTT ASEAN, Bahas Ancaman Krisis Energi dan Geopolitik Dunia!
Kegiatan tersebut merupakan langkah strategis pemerintah bersama aparat keamanan untuk mengendalikan kerusakan lingkungan sekaligus menjaga kelestarian kawasan hutan di Papua Tengah dari eksploitasi tanpa izin.
Dalam pelaksanaan operasi, Satgas PKH menghadapi medan yang cukup berat dan menantang.
Kawasan hutan yang menjadi lokasi penertiban diketahui telah mengalami kerusakan akibat aktivitas pertambangan ilegal yang berlangsung dalam waktu cukup lama.

Meski menghadapi berbagai kendala di lapangan, personel Satgas tetap menjalankan operasi secara tegas, profesional, dan terukur.
Dari hasil operasi tersebut, Satgas PKH berhasil menguasai kembali kawasan hutan seluas lebih dari 200 hektar yang sebelumnya digunakan untuk aktivitas PETI.
Penguasaan kembali kawasan ini dinilai penting sebagai langkah awal pemulihan kawasan hutan sekaligus mencegah meluasnya aktivitas pertambangan ilegal di wilayah Nabire dan sekitarnya.

Selain menertibkan area tambang ilegal, Satgas PKH juga mengamankan 10 unit alat berat yang terdiri dari 6 unit excavator dan 4 unit loader.
Alat berat tersebut diduga digunakan untuk mendukung aktivitas pertambangan emas tanpa izin di kawasan hutan.
Seluruh alat berat yang ditemukan langsung dihentikan operasionalnya dan diamankan untuk proses lebih lanjut.
TNI Tebar Kasih di Puncak Jaya, Satgas Yonif 743 / PSY Perkuat Kebersamaan Bersama Warga Mondu
Petugas turut mengamankan sejumlah operator alat berat serta pengawas tambang yang berada di lokasi penertiban.
Mereka akan menjalani pemeriksaan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Sebagai bentuk penguasaan wilayah, Satgas juga memasang plang penertiban di sejumlah titik strategis agar dapat terlihat jelas oleh masyarakat maupun para pelaku tambang ilegal.
Operasi penertiban PETI ini mendapat dukungan penuh dari jajaran teritorial Kodam XVII/Cenderawasih dan Korem 173/Praja Vira Braja.
Sinergi antara TNI, aparat penegak hukum, dan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas keamanan selama operasi berlangsung serta memastikan penertiban berjalan aman dan kondusif.
TNI menegaskan komitmennya untuk terus mendukung upaya penegakan hukum terhadap aktivitas ilegal yang merusak lingkungan dan kawasan hutan di Indonesia.
Melalui kerja sama lintas sektor, pemerintah berharap penertiban PETI di Papua Tengah dapat memberikan dampak positif bagi perlindungan sumber daya alam, keberlanjutan lingkungan, serta keamanan masyarakat di wilayah tersebut.
Penulis : Afif
Editor : Fudin
Sumber Berita: Puspen TNI


