Home / TNI

Operasi Besar Satgas PKH di Papua Tengah! Excavator hingga Loader Tambang Ilegal Diamankan

- Penulis

Jumat, 8 Mei 2026 - 05:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nabire, Papua Tengah -TNGarda.com – Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) Korwil Nabire melaksanakan operasi penertiban aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Siriwo dan Uwapa, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Senin (4/5/2026).

Operasi tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Satgas PKH Halilintar Brigjen TNI Edwin Apria Chandra sebagai bagian dari upaya penegakan hukum terhadap aktivitas pertambangan ilegal yang merusak kawasan hutan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penertiban dilakukan di Distrik Siriwo dan Distrik Uwapa yang selama ini diketahui menjadi lokasi aktivitas tambang emas ilegal.

Prabowo Terbang ke Filipina Hadiri KTT ASEAN, Bahas Ancaman Krisis Energi dan Geopolitik Dunia!

Kegiatan tersebut merupakan langkah strategis pemerintah bersama aparat keamanan untuk mengendalikan kerusakan lingkungan sekaligus menjaga kelestarian kawasan hutan di Papua Tengah dari eksploitasi tanpa izin.

Dalam pelaksanaan operasi, Satgas PKH menghadapi medan yang cukup berat dan menantang.

Kawasan hutan yang menjadi lokasi penertiban diketahui telah mengalami kerusakan akibat aktivitas pertambangan ilegal yang berlangsung dalam waktu cukup lama.

Meski menghadapi berbagai kendala di lapangan, personel Satgas tetap menjalankan operasi secara tegas, profesional, dan terukur.

Dari hasil operasi tersebut, Satgas PKH berhasil menguasai kembali kawasan hutan seluas lebih dari 200 hektar yang sebelumnya digunakan untuk aktivitas PETI.

Penguasaan kembali kawasan ini dinilai penting sebagai langkah awal pemulihan kawasan hutan sekaligus mencegah meluasnya aktivitas pertambangan ilegal di wilayah Nabire dan sekitarnya.

Selain menertibkan area tambang ilegal, Satgas PKH juga mengamankan 10 unit alat berat yang terdiri dari 6 unit excavator dan 4 unit loader.

Baca Juga:  TNI Bergerak Cepat Evakuasi Warga Pascaserangan OPM di Mimika, Korban Anak Jadi Sorotan

Alat berat tersebut diduga digunakan untuk mendukung aktivitas pertambangan emas tanpa izin di kawasan hutan.

Seluruh alat berat yang ditemukan langsung dihentikan operasionalnya dan diamankan untuk proses lebih lanjut.

TNI Tebar Kasih di Puncak Jaya, Satgas Yonif 743 / PSY Perkuat Kebersamaan Bersama Warga Mondu

Petugas turut mengamankan sejumlah operator alat berat serta pengawas tambang yang berada di lokasi penertiban.

Mereka akan menjalani pemeriksaan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Sebagai bentuk penguasaan wilayah, Satgas juga memasang plang penertiban di sejumlah titik strategis agar dapat terlihat jelas oleh masyarakat maupun para pelaku tambang ilegal.

Operasi penertiban PETI ini mendapat dukungan penuh dari jajaran teritorial Kodam XVII/Cenderawasih dan Korem 173/Praja Vira Braja.

Turun Langsung ke Warga, Kabag Ops Pimpin Patroli Dogiyai – Mapia, BKO Brimob Dikerahkan Perkuat Keamanan!

Sinergi antara TNI, aparat penegak hukum, dan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas keamanan selama operasi berlangsung serta memastikan penertiban berjalan aman dan kondusif.

TNI menegaskan komitmennya untuk terus mendukung upaya penegakan hukum terhadap aktivitas ilegal yang merusak lingkungan dan kawasan hutan di Indonesia.

Melalui kerja sama lintas sektor, pemerintah berharap penertiban PETI di Papua Tengah dapat memberikan dampak positif bagi perlindungan sumber daya alam, keberlanjutan lingkungan, serta keamanan masyarakat di wilayah tersebut.

 

Penulis : Afif

Editor : Fudin

Sumber Berita: Puspen TNI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tngarda.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lanud Sjamsudin Noor Distribusikan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
Jembatan Merah Putih Ugimba Diresmikan, Perluas Akses Masyarakat Intan Jaya
752 Prajurit Korps Marinir Resmi Menyandang Baret, Siap Mengemban Tugas dan Tingkatkan Profesionalisme
Tim Penanggulangan Kebakaran Kodaeral XIV Berhasil Padamkan Karhutla di Lahan Gambut Warmon, Kabupaten Sorong
HUT ke-81 TNI AL, Lanal Nabire Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman dan Jaga Kedaulatan Laut
Penembakan Muliama Jayawijaya Tewaskan 3 Pegawai Dinas Pertanian, Satgas Damai Cartenz Bergerak Cepat
Lanal Nabire Pimpin Penanaman 500 Bibit Mangrove di Pantai Korowa, Libatkan TNI-Polri dan Masyarakat
Sinergi TNI, Damkar, dan Masyarakat Berhasil Kendalikan Karhutla di Pattallassang
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:26 WIB

Lanud Sjamsudin Noor Distribusikan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:15 WIB

Jembatan Merah Putih Ugimba Diresmikan, Perluas Akses Masyarakat Intan Jaya

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:33 WIB

752 Prajurit Korps Marinir Resmi Menyandang Baret, Siap Mengemban Tugas dan Tingkatkan Profesionalisme

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:19 WIB

Tim Penanggulangan Kebakaran Kodaeral XIV Berhasil Padamkan Karhutla di Lahan Gambut Warmon, Kabupaten Sorong

Kamis, 10 September 2026 - 02:08 WIB

HUT ke-81 TNI AL, Lanal Nabire Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman dan Jaga Kedaulatan Laut

Berita Terbaru

Nabire Papua Tengah

BAZNAS Nabire Dorong Kemandirian Ekonomi Mustahik Lewat Program Z-Mart

Sabtu, 31 Okt 2026 - 20:45 WIB