
Sambas, 9 April 2026 — TNGarda.com – TNI Angkatan Laut (TNI AL) kembali menunjukkan respons cepat dan kepedulian tinggi dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah perbatasan.
Melalui Pos Angkatan Laut (Posal) Temajuk di bawah jajaran Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) XII Pontianak, TNI AL bersinergi dengan unsur TNI-Polri dan masyarakat setempat dalam upaya pemadaman titik panas (hotspot) di Dusun Camarbulan, Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Rabu (8/4).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kebakaran lahan yang melanda kawasan tersebut mencakup area sekitar 2 hektare. Api yang berpotensi meluas dengan cepat berhasil dikendalikan berkat kesigapan tim gabungan di lapangan.
Kasau Luncurkan Buku Pengabdian Tanpa Batas TNI AU AMPUH, Refleksi 80 Tahun dan Strategi Masa Depan
Kondisi geografis wilayah yang cukup menantang tidak menyurutkan upaya personel dalam menjangkau titik api dan melakukan penanganan secara optimal.
Penanganan karhutla dilakukan melalui langkah terpadu dan terkoordinasi. Tim gabungan melaksanakan komunikasi lintas instansi secara intensif, dilanjutkan dengan pengecekan langsung ke lokasi kejadian.
Proses pemadaman dilakukan secara manual menggunakan peralatan sederhana, mengingat keterbatasan akses di area terdampak.
11 Jembatan Dibangun di Papua Tengah 2026, Waroki Jadi Titik Awal Percepatan Infrastruktur Nasional
Selain pemadaman, langkah pengawasan lanjutan juga menjadi prioritas guna memastikan tidak muncul kembali titik api baru.
Upaya ini penting untuk mencegah terjadinya kebakaran susulan yang dapat memperparah kondisi lingkungan serta mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar wilayah perbatasan.
Dalam pelaksanaan tugasnya, personel TNI AL tidak hanya berfokus pada penanganan kebakaran, tetapi juga mengedepankan pendekatan preventif.
Edukasi kepada masyarakat dilakukan secara langsung dengan memberikan pemahaman tentang bahaya pembakaran lahan, dampak asap terhadap kesehatan, serta risiko kerusakan lingkungan yang ditimbulkan.

Sosialisasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar.
Dengan demikian, potensi terjadinya karhutla di masa mendatang dapat diminimalkan, terutama di wilayah perbatasan yang memiliki kerentanan tinggi terhadap kebakaran lahan.
Keterlibatan aktif Kodaeral XII Pontianak dalam penanganan karhutla ini menegaskan bahwa TNI AL tidak hanya berperan dalam menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah laut, tetapi juga hadir dalam membantu masyarakat menghadapi bencana serta menjaga kelestarian lingkungan
Hal ini sejalan dengan arahan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan respons terhadap berbagai potensi ancaman, termasuk bencana kebakaran hutan dan lahan yang dapat berdampak pada stabilitas nasional.
Penulis : Afif
Editor : Fudin
Sumber Berita: Dispen TNI AL


