
Jeddah (Kemenhaj) — TNGarda.com -Pemerintah Republik Indonesia mengingatkan seluruh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk taat pada aturan dalam menangani jemaah terdampak eskalasi keamanan di kawasan Timur Tengah.
Monitoring dilakukan langsung oleh Kementerian Haji dan Umrah guna memastikan keselamatan dan kenyamanan jemaah tetap terjaga di tengah situasi yang dinamis.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, menegaskan kepatuhan terhadap regulasi menjadi kunci utama dalam mitigasi risiko.
Satgas MBG Nabire Matangkan Dapur MBG Jelang 31 Maret 2026, Fokus Kualitas dan Distribusi
“PPIU wajib disiplin menjalankan prosedur. Kepatuhan ini penting untuk memastikan keselamatan jemaah, terutama dalam kondisi yang terus berkembang,” tegasnya, Minggu (29/3/2026).
Dalam rangkaian monitoring, tim meninjau sejumlah titik vital, termasuk Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah serta fasilitas layanan kesehatan di Makkah.
Pemerintah juga memastikan kondisi jemaah yang dirawat tetap tertangani dengan baik.
Langkah Mengejutkan Prabowo Subianto: Sampah Kota Besar Akan Disulap Jadi Energi, Ini Dampaknya
Selain itu, pengecekan dilakukan terhadap jemaah yang berpotensi mengalami keterlambatan kepulangan (stranded) di kawasan Misfalah, Makkah, guna memastikan akomodasi dan pelayanan berjalan sesuai standar.
Pemerintah meminta PPIU meningkatkan koordinasi dengan perwakilan Indonesia di Arab Saudi agar setiap kendala dapat ditangani secara cepat dan tepat.
Hingga saat ini, kondisi jemaah umrah Indonesia dilaporkan aman dan terkendali.
Pemerintah memastikan seluruh jemaah tetap mendapatkan perlindungan maksimal serta dapat kembali ke tanah air sesuai skema mitigasi yang telah disepakati.
Penulis : Afif
Editor : Fudin
Sumber Berita: Kementerian Haji


