Aksi Damai 700 Warga Puncak : Kenapa Nama Dandim Tiba-Tiba Jadi Harapan Besar?

- Penulis

Jumat, 24 April 2026 - 04:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puncak, Papua Tengah – TNGarda.com – Ratusan warga di Kabupaten Puncak yang tergabung dalam Solidaritas Peduli Rakyat menggelar aksi damai di halaman Kantor DPRK, Kampung Kago, Distrik Ilaga, Senin (20/4/2026).

Aksi yang berlangsung di Distrik Ilaga ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi kepemudaan, keagamaan, hingga lembaga adat. Jumlah massa diperkirakan mencapai sekitar 700 orang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Para peserta aksi datang dari tiga wilayah berbeda, yakni Ilaga-Kimak, Gome, dan Pancuran, sebelum akhirnya berkumpul di Kantor DPRK sebagai pusat penyampaian aspirasi masyarakat.

Didampingi Panglima TNI, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Tinjau Lahan Tambang Bermasalah di Kalimantan Tengah, Berujung Penegakan Hukum

Dalam aksinya, massa menyuarakan tuntutan yang berfokus pada isu kemanusiaan, keamanan, serta perlindungan masyarakat sipil di tengah situasi konflik yang masih terjadi di sejumlah wilayah.

Koordinator lapangan, Yokim Kum, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap kondisi warga yang terdampak situasi keamanan.

Ia menegaskan bahwa masyarakat berharap adanya perhatian serius dari pemerintah dan aparat keamanan dalam menjamin keselamatan warga sipil di daerah konflik.

Kepala Suku Simapitioa Puji Kinerja TNI – Polri, Aksi Front Rakyat di Nabire Berjalan Damai

Sementara itu, Ketua KNPI Kabupaten Puncak, Novi Tabuni, dalam orasinya menyoroti perlunya evaluasi kebijakan operasi keamanan yang dinilai belum sepenuhnya memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Baca Juga:  Revitalisasi SMPN Tanabau Selayar Disorot, Material Pasir Laut Terpantau Digunakan

Sejumlah orator lain juga menyampaikan tuntutan, termasuk desakan penarikan aparat non-organik serta penghentian kekerasan di wilayah Distrik Kembru dan Distrik Pogoma.

Massa aksi turut membawa baliho dan pamflet berisi berbagai tuntutan, di antaranya penetapan zona aman bagi masyarakat sipil serta pembentukan tim investigasi independen.

IPMADO Nabire Desak Pengusutan Tuntas Dugaan Pelanggaran HAM di Dogiyai, Ini Tuntutannya

Pada puncak kegiatan, perwakilan massa menyerahkan dokumen berisi delapan poin tuntutan kepada DPRK Kabupaten Puncak, yang mencakup penarikan aparat non-organik, pembatasan wilayah operasi, penghentian kekerasan, hingga pemulihan bagi korban.

Ketua I DPRK Kabupaten Puncak, Son Wandikbo, menyatakan bahwa seluruh aspirasi masyarakat telah diterima dan akan diteruskan ke pemerintah pusat.

Ia juga memastikan DPRK akan mendorong pembentukan panitia khusus (pansus) untuk melakukan investigasi atas berbagai peristiwa yang terjadi di wilayah tersebut.

Polda Papua Tengah Salurkan Sembako di Dogiyai, Perkuat Kepercayaan Publik dan Kedekatan dengan Masyarakat

Dalam dinamika yang berkembang, peran Dandim Puncak dinilai menjadi salah satu kunci dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus menjembatani kepentingan masyarakat sipil dan aparat keamanan.

Aksi damai ini berlangsung dengan tertib dan aman, mencerminkan komitmen masyarakat dalam menyampaikan aspirasi secara damai serta harapan agar seluruh pihak segera merespons tuntutan demi terciptanya situasi yang kondusif di Kabupaten Puncak.

 

Penulis : Afif

Editor : Fudin

Sumber Berita: Kodim 1717 Puncak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tngarda.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Marak Pencurian Kabel di Tambak Matalalang Bonto Bangun, Pengelola Berharap Langkah Antisipasi
Sem Wanimbo Imbau Warga Nabire Barat Jaga Keamanan dan Dukung Pembangunan Pemerintah
Revitalisasi SMPN Tanabau Selayar Disorot, Material Pasir Laut Terpantau Digunakan
Maulid Nabi 1448 H di Masjid Siroodjul Jannah Nabire, Momentum Perkuat Iman, Ukhuwah dan Kepedulian
Wanggar Rawan Karhutla, Kepala Suku Rayon Nabire Barat Minta Warga Hentikan Pembakaran Sembarangan
156 Hotspot Terdeteksi di Papua Tengah, Paniai dan Nabire Terbanyak
Kepala Suku Besar Gwoa Ajak Warga Samabusa Cegah Karhutla dan Jaga Keamanan Kampung
Massa IKT Gelar Aksi Solidaritas di PN Nabire, Tuntut Sidang Kasus Kematian Remaja Waroki Terbuka
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:33 WIB

Marak Pencurian Kabel di Tambak Matalalang Bonto Bangun, Pengelola Berharap Langkah Antisipasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 01:13 WIB

Sem Wanimbo Imbau Warga Nabire Barat Jaga Keamanan dan Dukung Pembangunan Pemerintah

Jumat, 25 September 2026 - 22:15 WIB

Revitalisasi SMPN Tanabau Selayar Disorot, Material Pasir Laut Terpantau Digunakan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 05:46 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Masjid Siroodjul Jannah Nabire, Momentum Perkuat Iman, Ukhuwah dan Kepedulian

Rabu, 26 Agustus 2026 - 23:44 WIB

Wanggar Rawan Karhutla, Kepala Suku Rayon Nabire Barat Minta Warga Hentikan Pembakaran Sembarangan

Berita Terbaru