Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Sekjen PKS Desak BI, Kemenkeu, dan OJK Satu Komando

- Penulis

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

JAKARTA, TNGarda.com – Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS sekaligus Sekretaris Jenderal DPP PKS, Muhammad Kholid, menegaskan pentingnya koordinasi terpadu antara Bank Indonesia (BI), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam menghadapi tekanan terhadap nilai tukar rupiah serta meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan tersebut disampaikan Kholid dalam agenda PKS Legislative Report menjelang Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (9/6).

Kapolda Papua Tengah Tinjau Mako Brimob di Nabire, Pastikan Kesiapan Fasilitas dan Armada Operasional

Menurut Kholid, pembahasan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) menjadi momentum penting untuk memperkuat strategi nasional menghadapi tantangan ekonomi yang diperkirakan semakin kompleks pada tahun 2026.

Kholid menilai Indonesia saat ini menghadapi tekanan ganda, yakni ketidakpastian geopolitik global dan tantangan ekonomi dalam negeri yang terjadi secara bersamaan.

“Kita menghadapi tahun turbulensi dari sisi geopolitik global yang sangat tidak menentu.

Terjadi perang dan konflik, dan di saat yang sama domestik kita juga mendapat tantangan yang berat,” ujarnya.

Satgas Marinir Bersama TNI Polri dan Warga Bergerak Cepat Pulihkan Sekolah YAPIS Deiyai Pascapembakaran

Ia menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah yang terus berlanjut hingga menembus level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat.

Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius karena pelemahan tidak hanya terjadi terhadap dolar AS, tetapi juga terhadap sejumlah mata uang negara lain di kawasan.

Untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional, Kholid menekankan perlunya sinergi yang kuat antara otoritas moneter, fiskal, dan sektor jasa keuangan.

Panen Raya 11,7 Ton di Merauke, Kodaeral XI Bantu Warga Sekaligus Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Menurutnya, Bank Indonesia sebagai otoritas moneter, Kementerian Keuangan sebagai otoritas fiskal, dan OJK sebagai regulator sektor keuangan harus menyusun strategi yang terintegrasi dan saling mendukung.

Baca Juga:  Presiden PKS Apresiasi Siswi SMA 1 Pontianak yang Viral di Lomba Cerdas Cermat MPR RI

“Yang perlu diperhatikan adalah kemampuan dari otoritas. Pertama, otoritas moneter Bank Indonesia. Kedua, otoritas fiskal Kementerian Keuangan.

Ketiga, otoritas keuangan yaitu OJK. Mereka harus duduk bersama dan berkolaborasi membuat strategi yang integratif,” tegasnya.

Didampingi Panglima TNI, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Tinjau Lahan Tambang Bermasalah di Kalimantan Tengah, Berujung Penegakan Hukum

Kholid mengingatkan bahwa kebijakan yang berjalan sendiri-sendiri berpotensi mengurangi efektivitas upaya pemerintah dalam meredam dampak tekanan ekonomi global.

“Tidak boleh terpisah-pisah. BI ke mana, Kemenkeu ke mana, OJK ke mana, tidak boleh. Harus satu frekuensi, satu arah kebijakan yang terintegratif,” katanya.

Lebih lanjut, Kholid menjelaskan bahwa persoalan nilai tukar rupiah tidak hanya berkaitan dengan kebijakan moneter.

Viral di Nabire! Satgas PKH Tegaskan Palang Km 95 dan Km 103 Bukan Rampas Tanah Warga, Ini Penjelasannya

Menurutnya, stabilitas rupiah juga dipengaruhi oleh sektor fiskal, jasa keuangan, perdagangan, industri, energi, hingga ketahanan pangan nasional.

“Karena ini bukan hanya masalah moneter. Ini menyangkut masalah fiskal, masalah industri jasa keuangan.

Bahkan kalau saya boleh mengusulkan, diperluas ke sektor riil seperti perdagangan, industri, energi, dan pangan. Jadi nilai tukar rupiah itu bukan hanya sektor moneter saja, tetapi multisektor,” jelasnya.

Breaking! Mendes Ingin Semua Kepala Desa Melek Hukum, Ini Langkah Besarnya

Kholid berharap pemerintah memperkuat koordinasi lintas sektor dalam merumuskan kebijakan ekonomi nasional agar Indonesia memiliki daya tahan yang lebih kuat menghadapi gejolak global sekaligus menjaga stabilitas ekonomi domestik.

Menurutnya, kesatuan arah kebijakan antara berbagai lembaga ekonomi negara akan menjadi faktor penting dalam melindungi perekonomian nasional dan menjaga kesejahteraan masyarakat.

“Harus satu frekuensi, satu arah kebijakan yang terintegratif,” pungkasnya.

 

Penulis : Afif Fudin

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Humas PKS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tngarda.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Pertamax Naik Signifikan, PKS Minta Pemerintah Evaluasi dan Lebih Transparan
PKS Soroti Rencana Kenaikan Harga MinyaKita, Askweni: Jangan Sampai Rakyat Jadi Korban
PKS Perkuat Tata Kelola Partai Modern, Supervisi Program Strategis Jadi Kunci Transformasi Organisasi
PKS Dukung Prabowo Rombak BGN, Kasus Keracunan MBG Jadi Alarm Keras
Refleksi Hari Lahir Pancasila 2026, Prijanto Rabbani: Pancasila Pemersatu Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia
Tepis Stigma Generasi Hedon, Ketua Majelis Syura PKS Dorong Anak Muda Jadikan Kurban Gerakan Sosial
BPOM Temukan 22 Produk Herbal Berbahaya, PKS Warning Risiko Kematian Mendadak
Legislator PKS Abdul Fikri Dorong Relaksasi Dana BOSP untuk Tingkatkan Mutu Sekolah Swasta
Berita ini 4 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:25 WIB

Harga Pertamax Naik Signifikan, PKS Minta Pemerintah Evaluasi dan Lebih Transparan

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:06 WIB

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Sekjen PKS Desak BI, Kemenkeu, dan OJK Satu Komando

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:02 WIB

PKS Soroti Rencana Kenaikan Harga MinyaKita, Askweni: Jangan Sampai Rakyat Jadi Korban

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:18 WIB

PKS Perkuat Tata Kelola Partai Modern, Supervisi Program Strategis Jadi Kunci Transformasi Organisasi

Sabtu, 6 Juni 2026 - 00:17 WIB

PKS Dukung Prabowo Rombak BGN, Kasus Keracunan MBG Jadi Alarm Keras

Berita Terbaru