Refleksi Hari Lahir Pancasila 2026, Prijanto Rabbani: Pancasila Pemersatu Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia

- Penulis

Selasa, 2 Juni 2026 - 07:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, TNGarda.com – Peringatan Hari Lahir Pancasila setiap tanggal 1 Juni bukan sekadar momentum mengenang sejarah lahirnya dasar negara Indonesia.

Lebih dari itu, peringatan tersebut menjadi kesempatan penting untuk merefleksikan kembali relevansi nilai-nilai Pancasila dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa dan dinamika global yang semakin kompleks.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal tersebut disampaikan oleh Prijanto Rabbani dalam refleksinya pada Hari Lahir Pancasila 2026 yang mengangkat tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”.

Menurutnya, tema tersebut memiliki makna strategis di tengah meningkatnya konflik geopolitik, ketegangan antarnegara, polarisasi sosial, serta berbagai persoalan kemanusiaan yang masih terjadi di berbagai belahan dunia.

Tepis Stigma Generasi Hedon, Ketua Majelis Syura PKS Dorong Anak Muda Jadikan Kurban Gerakan Sosial

“Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara Indonesia, tetapi juga menawarkan seperangkat nilai universal yang dapat menjadi rujukan dalam membangun kehidupan dunia yang lebih damai, adil, dan berkeadaban,” ujar Prijanto.

Di tengah tantangan global seperti perang, konflik ideologi, ketimpangan ekonomi, hingga meningkatnya intoleransi, Pancasila dinilai menawarkan jalan tengah yang moderat, inklusif, dan humanis.

Prijanto mengutip pandangan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Din Syamsuddin, yang menyebut Pancasila sebagai jawaban Indonesia terhadap arus globalisasi yang berpotensi mengikis identitas bangsa.

Muhammadiyah Resmikan Sekolah Konservasi Pertama di Indonesia, Lahir dari Tanah Papua Barat

Menurut Din, Pancasila bukan hanya dasar negara, melainkan filosofi hidup yang dapat menjadi kontribusi nyata Indonesia bagi terciptanya perdamaian dunia.

Nilai Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi ruh kehidupan berbangsa di Indonesia juga membuktikan bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan pemersatu, bukan sumber perpecahan.

Pengalaman Indonesia dalam mengelola kemajemukan dinilai dapat menjadi contoh bagi negara-negara lain yang menghadapi tantangan serupa.

Prijanto menjelaskan bahwa setiap sila dalam Pancasila mengandung nilai universal yang relevan untuk menjawab tantangan global.

Begini Cara NU Care LAZISNU Jaga Daging Kurban Tetap Halal, Sehat, dan Bebas Limbah

Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, mengajarkan penghormatan terhadap nilai spiritual dan keberagaman agama. Nilai ini menjadi fondasi penting dalam membangun dialog antaragama dan antarperadaban.

Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, menegaskan pentingnya penghormatan terhadap martabat manusia dan keseimbangan antara hak individu serta tanggung jawab sosial.

Sila ketiga, Persatuan Indonesia, menjadi bukti bahwa keberagaman etnis, budaya, bahasa, dan agama dapat disatukan dalam bingkai kebangsaan yang kokoh.

TNI Satgas Yonif 521/DY Bikin Haru Warga Yalimo, Bagikan Pakaian Gratis untuk Anak Anak hingga Orang Dewasa

Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, menawarkan model demokrasi yang mengedepankan musyawarah dan kebijaksanaan dalam pengambilan keputusan.

Baca Juga:  Momen Mengharukan di Kiwirok! Satgas Ops Damai Cartenz Jaga Peresmian Gereja hingga Berlangsung Damai

Sedangkan sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, menegaskan pentingnya pembangunan yang berpihak pada kesejahteraan bersama dan pemerataan hasil pembangunan.

Menurut Prijanto, Indonesia memiliki peluang besar menjadikan Pancasila sebagai instrumen diplomasi internasional atau soft power dalam membangun hubungan antarbangsa.

Situasi Ilaga Mendadak Kondusif, Ternyata Ini Strategi Humanis Satgas Damai Cartenz 2026

Melalui dialog lintas budaya, kerja sama internasional, pendidikan, serta berbagai forum perdamaian dunia, Indonesia dapat memperkenalkan nilai-nilai toleransi, kemanusiaan, demokrasi, persatuan, dan keadilan sosial kepada masyarakat global.

Berbagai upaya seperti forum internasional tentang perdamaian, pengenalan Pancasila kepada diplomat asing, serta publikasi akademik dalam berbagai bahasa dinilai menjadi langkah strategis untuk memperluas pemahaman dunia terhadap filosofi bangsa Indonesia.

Prijanto juga menilai nilai-nilai Pancasila memiliki keselarasan yang kuat dengan Sustainable Development Goals (SDGs) yang dicanangkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Bukan Sekadar Rupiah Melemah, FINE Institute Sebut Investor Global Mulai Meragukan Ketahanan Pasar Indonesia

Prinsip perdamaian, keadilan, kesetaraan, dan pembangunan berkelanjutan yang terkandung dalam SDGs sejalan dengan substansi lima sila Pancasila.

Karena itu, implementasi Pancasila tidak hanya mendukung pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045, tetapi juga berkontribusi pada terciptanya dunia yang lebih sejahtera dan berkelanjutan.

Meski memiliki nilai luhur, implementasi Pancasila masih menghadapi berbagai tantangan.

Pemerintah Larang Marketplace Naikkan Biaya Layanan, Menteri UMKM Ancam Tindak Tegas Platform Nakal

Praktik korupsi, intoleransi, kesenjangan sosial, serta rendahnya pemahaman sebagian generasi muda terhadap nilai-nilai kebangsaan menjadi pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan bersama.

Oleh karena itu, penguatan pendidikan Pancasila, keteladanan pemimpin, serta konsistensi dalam menerapkan nilai-nilai kebangsaan menjadi langkah penting agar Pancasila tidak hanya menjadi simbol, tetapi benar-benar hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Di tengah berbagai krisis global yang terjadi saat ini, Pancasila menawarkan jalan tengah yang menempatkan kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sebagai fondasi utama kehidupan bersama.

Prabowo Bongkar Strategi Ekonomi 2027, Target Pertumbuhan 6,5 Persen dan Rupiah Tetap Stabil!

Menurut Prijanto, Indonesia memiliki tanggung jawab moral untuk terus menghidupkan dan memperkenalkan nilai-nilai Pancasila kepada dunia internasional sebagai kontribusi nyata dalam membangun peradaban global yang damai dan berkeadilan.

“Momentum Hari Lahir Pancasila hendaknya tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi menjadi pengingat bahwa Pancasila adalah kompas moral bangsa sekaligus warisan pemikiran yang relevan bagi dunia modern,” ujarnya.

Dengan menjadikan Pancasila sebagai pemersatu bangsa dan fondasi perdamaian dunia, Indonesia diharapkan dapat terus memainkan peran strategis sebagai pelopor dialog, toleransi, dan kemanusiaan di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

 

Penulis : Afif Fudin

Editor : Redaksi

Sumber Berita: PKS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tngarda.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kepala Staf Kepresidenan dan MenPANRB Bahas Penguatan Tata Kelola MBG dan Integrasi Layanan Publik Nasional
PKS Perkuat Tata Kelola Partai Modern, Supervisi Program Strategis Jadi Kunci Transformasi Organisasi
PKS Dukung Prabowo Rombak BGN, Kasus Keracunan MBG Jadi Alarm Keras
Ungkap Ada Indikasi Penyelewengan MBG, Prabowo Perintahkan Pengawasan Ketat di Seluruh Indonesia
Bukan Sekadar Rupiah Melemah, FINE Institute Sebut Investor Global Mulai Meragukan Ketahanan Pasar Indonesia
Tepis Stigma Generasi Hedon, Ketua Majelis Syura PKS Dorong Anak Muda Jadikan Kurban Gerakan Sosial
Begini Cara NU Care LAZISNU Jaga Daging Kurban Tetap Halal, Sehat, dan Bebas Limbah
NU Care LAZISNU Salurkan Daging Kurban hingga Palestina, Ribuan Warga 3T dan Korban Bencana Tersentuh Bantuan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 22:25 WIB

Kepala Staf Kepresidenan dan MenPANRB Bahas Penguatan Tata Kelola MBG dan Integrasi Layanan Publik Nasional

Sabtu, 6 Juni 2026 - 00:17 WIB

PKS Dukung Prabowo Rombak BGN, Kasus Keracunan MBG Jadi Alarm Keras

Jumat, 5 Juni 2026 - 22:46 WIB

Ungkap Ada Indikasi Penyelewengan MBG, Prabowo Perintahkan Pengawasan Ketat di Seluruh Indonesia

Selasa, 2 Juni 2026 - 07:15 WIB

Refleksi Hari Lahir Pancasila 2026, Prijanto Rabbani: Pancasila Pemersatu Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia

Selasa, 2 Juni 2026 - 03:35 WIB

Bukan Sekadar Rupiah Melemah, FINE Institute Sebut Investor Global Mulai Meragukan Ketahanan Pasar Indonesia

Berita Terbaru