
Kigamani – TNGarda.com – Tim Bareskrim Polri melaksanakan analisa dan evaluasi (anev) bersama Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Dogiyai dalam rangka memperkuat pembuktian kasus dugaan penganiayaan berat terhadap Bripda Anumerta Jufentus Edowai, Selasa (07/04/2026).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Tim Bareskrim Polri, AKP Wiga Abadi, S.H., M.H., sebagai bagian dari langkah profesional dan terukur dalam memastikan proses penanganan perkara berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan prinsip penegakan hukum yang akuntabel.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam arahannya, AKP Wiga Abadi menekankan pentingnya pendekatan berbasis fakta dan data lapangan.
Wabup Nabire Letakkan Batu Pertama Jembatan Garuda di Waroki, Dorong Akses dan Ekonomi Warga
Salah satu fokus utama adalah analisis jarak antara kendaraan dan korban, serta pelibatan fungsi Lalu Lintas untuk mengkaji kondisi korban sebelum terjatuh.
Langkah ini dinilai krusial untuk membangun kronologi kejadian secara objektif dan ilmiah.
Pendalaman Berita Acara Pemeriksaan (BAP) juga menjadi prioritas. Penyidik diarahkan untuk memeriksa rekan satu tim piket, rekan satu kamar.
Serta lingkungan tempat tinggal korban guna mengidentifikasi pihak terakhir yang berinteraksi dengan korban.

Upaya ini dilakukan untuk memastikan setiap informasi yang diperoleh memiliki validitas dan dapat diuji secara hukum.
Selain itu, penguatan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dilakukan secara komprehensif guna menghadirkan gambaran utuh situasi saat peristiwa berlangsung.
Barang bukti berupa handphone korban telah diamankan dan akan dianalisis melalui digital forensik, termasuk penelusuran data komunikasi sebagai bagian dari proses pembuktian ilmiah.
Yonif TP 804/DBAY Perkuat Polri Amankan Aksi di Nabire, 785 Personel Gabungan Disiagakan
Dalam rangka meningkatkan kredibilitas penyelidikan, penyidik juga melakukan verifikasi lintas sumber, termasuk koordinasi dengan pihak rumah sakit serta klarifikasi kepada tokoh masyarakat.
Langkah ini penting untuk memastikan informasi yang berkembang di ruang publik tetap terverifikasi dan tidak menimbulkan spekulasi.
Keterlibatan masyarakat dalam memberikan informasi juga menjadi bagian dari pendekatan transparansi penyidikan, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan perlindungan terhadap saksi.
Wamenhan Hadiri Rakor di Kementerian PANRB, Perkuat Strategi Rekrutmen SDM Nasional
Melalui kegiatan anev ini, Bareskrim Polri bersama Polres Dogiyai menegaskan komitmen untuk mengungkap perkara secara profesional, transparan, dan berbasis bukti.
Penanganan kasus ini diharapkan dapat segera ditingkatkan ke tahap penyidikan guna memberikan kepastian hukum serta menjaga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.
Penulis : Afif
Editor : Fudin
Sumber Berita: TNGarda.com


