
Jakarta,TNGarda.com — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, akhirnya menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada publik terkait pernyataannya yang memicu polemik usai insiden kecelakaan kereta api di Bekasi Timur.
Pernyataan sebelumnya yang menyinggung soal pemindahan gerbong wanita dinilai kurang tepat dalam situasi duka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam klarifikasinya, Menteri PPPA mengawali dengan menyampaikan belasungkawa mendalam atas tragedi kecelakaan kereta yang menyebabkan korban jiwa dan luka-luka.
Ia menegaskan bahwa duka cita tersebut ditujukan kepada seluruh korban serta keluarga yang terdampak secara langsung.
Ia mengakui bahwa pernyataan yang disampaikan pasca kejadian tidak mencerminkan sensitivitas yang seharusnya ditunjukkan dalam kondisi krisis.
Oleh karena itu, ia secara terbuka meminta maaf kepada masyarakat luas, khususnya kepada korban dan keluarga korban yang merasa tersakiti atau tidak nyaman.
Menurutnya, tidak ada niat sedikit pun untuk mengabaikan keselamatan penumpang lain.
Aksi Nyata TNI di Lanny Jaya! Warga Kampung Tima Serbu Pengobatan Gratis Satgas Yonif 511
Ia menekankan bahwa keselamatan seluruh masyarakat, tanpa membedakan gender, harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan transportasi publik.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa dalam situasi duka seperti ini, fokus utama pemerintah adalah penanganan korban secara maksimal.
Mulai dari korban meninggal dunia hingga yang mengalami luka-luka, semuanya harus mendapatkan perhatian yang cepat, adil, dan menyeluruh sesuai arahan Presiden.
Kementerian PPPA, lanjutnya, hadir untuk memastikan bahwa hak-hak korban, khususnya perempuan dan anak-anak yang kehilangan orang tua, tetap terlindungi.
Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang Resmi Jabat Pangdam Cenderawasih, Ajak Semua Elemen Bangun Papua
Pendampingan psikologis serta dukungan sosial menjadi bagian penting dari upaya pemulihan pasca tragedi.
Ia juga menegaskan komitmen kementeriannya dalam memberikan perlindungan dan bantuan kepada keluarga korban yang mengalami trauma.
Langkah ini dianggap krusial untuk membantu proses pemulihan mental dan sosial dalam jangka panjang.
Di akhir pernyataannya, Menteri PPPA mengajak seluruh masyarakat untuk kembali memusatkan perhatian pada penanganan korban serta perbaikan sistem keselamatan transportasi publik.
Ia berharap tragedi serupa tidak terulang kembali, serta keselamatan penumpang menjadi prioritas tertinggi dalam setiap kebijakan ke depan.
Penulis : Afif
Editor : Fudin
Sumber Berita: Setkab RI


