Massa Aksi “Papua Tengah Mogok” Desak Long March dari Dua Titik Menuju DPRP Nabire

- Penulis

Senin, 27 April 2026 - 02:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TNGARDA.com – Nabire, Papua Tengah – Aksi unjuk rasa bertajuk “Papua Tengah Mogok! Nabire Bergerak!” mewarnai Kota Nabire pada Senin, 27 April 2026. Massa terlihat terkonsentrasi di sejumlah titik strategis sebelum bergerak menuju pusat aksi di Kantor DPRP Nabire.

Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Tim Investigasi HAM Kabupaten Puncak bersama Mahasiswa Puncak se-Indonesia sebagai bentuk protes terhadap dugaan kekerasan terhadap warga sipil di wilayah Papua Tengah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejak pukul 09.00 WIT, massa mulai berkumpul di beberapa titik, di antaranya Pasar Karang (Karang Tumaritis), Asrama Mahasiswa Puncak, Sriwini, Kali Harapan, dan Jepara II. Dari titik-titik tersebut, massa kemudian melakukan long march menuju Kantor DPR Provinsi Papua Tengah (DPRP) sebagai lokasi utama penyampaian aspirasi.

Aksi Besar di Nabire Disorot ! Kapolres: Demo Silakan, Tapi Jangan Sampai Ganggu Kepentingan Umum

Aksi dipimpin oleh Koordinator Lapangan (Koorlap) umum Ronias Murib, didampingi Wakil Koordinator Lapangan Nengho Labene. Dalam orasi yang disampaikan secara bergantian, pimpinan aksi dari Badan Pengurus KMPP se-Kota Studi Nabire menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk penolakan terhadap pendekatan militer yang dinilai berdampak pada keselamatan masyarakat sipil.

Berbagai spanduk dan pamflet dibentangkan oleh massa, di antaranya bertuliskan “Papua Butuh Keadilan Bukan Militerisme!” serta “Lawan! Tidak Diam! Papua Butuh Damai!”.

Baca Juga:  Dapur SPPG Siriwini 001 Bagikan 50 Bingkisan untuk Pasien Anak RSUD Nabire pada Hari Anak Nasional 2026
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan dua tuntutan utama. Pertama, mendesak pemerintah untuk segera mengusut tuntas dan mengadili pelaku penembakan terhadap 10 warga sipil di Distrik Kemburu dan Pogoma, Kabupaten Puncak. Kedua, meminta Presiden RI, Prabowo Subianto, untuk menarik militer non-organik dari wilayah Papua guna meredam konflik berkepanjangan.

Kapolres Nabire Pimpin Apel Kesiapan, Tekankan Pengamanan Humanis Jelang Aksi Unjuk Rasa

Selain itu, massa juga mendesak DPRP Papua Tengah untuk segera mengambil langkah konkret, termasuk membentuk panitia khusus (pansus) guna melakukan investigasi terhadap peristiwa tersebut.

“Kami hadir untuk memastikan suara rakyat Puncak didengar. DPRP harus segera bertindak dan tidak membiarkan kasus ini tanpa kejelasan hukum,” ujar salah satu orator dalam aksi tersebut.

Massa juga menegaskan komitmennya untuk menjaga aksi tetap berlangsung secara damai tanpa tindakan anarkis. Salah satu peserta aksi menyebutkan bahwa mereka hanya mengajukan izin untuk melakukan long march dari dua titik utama, yakni Asrama Puncak dan Pasar Karang Tumaritis.

Hendak Kabur Saat Ditangkap, Anggota KKB Dilumpuhkan Satgas Damai Cartenz di Timika ! Ini Perannya Terungkap

Selama kegiatan berlangsung, aparat gabungan TNI dan Polri melakukan pengamanan guna memastikan situasi tetap kondusif. Meski sempat terjadi kemacetan di sejumlah ruas jalan protokol akibat mobilisasi massa, aktivitas masyarakat secara umum masih dapat berjalan dengan lancar.

Aksi berlangsung tertib hingga selesai, dengan massa membubarkan diri secara bertahap setelah menyampaikan aspirasi mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tngarda.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Maulid Nabi 1448 H di Masjid Siroodjul Jannah Nabire, Momentum Perkuat Iman, Ukhuwah dan Kepedulian
Wanggar Rawan Karhutla, Kepala Suku Rayon Nabire Barat Minta Warga Hentikan Pembakaran Sembarangan
156 Hotspot Terdeteksi di Papua Tengah, Paniai dan Nabire Terbanyak
Kepala Suku Besar Gwoa Ajak Warga Samabusa Cegah Karhutla dan Jaga Keamanan Kampung
Massa IKT Gelar Aksi Solidaritas di PN Nabire, Tuntut Sidang Kasus Kematian Remaja Waroki Terbuka
577 Hotspot Terdeteksi di Papua Tengah, Nabire Tertinggi dengan 356 Titik
Terungkap! Perkara ABH di Nabire Masuk Tahap II, Ini Penjelasan Kuasa Hukum
Kuasa Hukum ABH Imbau Masyarakat Bijak Bermedia Sosial, Foto dan Identitas Anak Diminta Disamarkan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 05:46 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Masjid Siroodjul Jannah Nabire, Momentum Perkuat Iman, Ukhuwah dan Kepedulian

Rabu, 26 Agustus 2026 - 23:44 WIB

Wanggar Rawan Karhutla, Kepala Suku Rayon Nabire Barat Minta Warga Hentikan Pembakaran Sembarangan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 05:40 WIB

156 Hotspot Terdeteksi di Papua Tengah, Paniai dan Nabire Terbanyak

Rabu, 26 Agustus 2026 - 02:15 WIB

Kepala Suku Besar Gwoa Ajak Warga Samabusa Cegah Karhutla dan Jaga Keamanan Kampung

Senin, 24 Agustus 2026 - 03:02 WIB

Massa IKT Gelar Aksi Solidaritas di PN Nabire, Tuntut Sidang Kasus Kematian Remaja Waroki Terbuka

Berita Terbaru