
Nabire,Papua Tengah – TNGarda.com – Kapolres Nabire, AKBP Samuel Dominggus Tatiratu, menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah menerima pemberitahuan terkait rencana aksi penyampaian aspirasi oleh mahasiswa asal Kabupaten Puncak.
Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin, 27 April 2026, pukul 09.00 WIT hingga selesai, dengan lokasi utama di halaman Kantor DPR Provinsi Papua Tengah. Jumlah massa yang akan terlibat diperkirakan mencapai sekitar 2.000 orang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan surat pemberitahuan yang diterima, peserta aksi akan terlebih dahulu berkumpul di sejumlah titik sebelum bergerak menuju lokasi utama.
Detik – Detik Dramatis di Selat Rupat! TNI AL Selamatkan 4 Nelayan di Tengah Cuaca Ekstrem
Tercatat terdapat lima titik kumpul, di antaranya Siriwini, Pasar Oyehe, Kalibobo, Karang Tumaritis, serta beberapa titik lainnya di wilayah Nabire.
Kapolres menegaskan bahwa kepolisian tidak melarang penyampaian aspirasi, selama kegiatan tersebut dilakukan secara tertib dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Namun demikian, pihaknya memberikan penekanan tegas agar aksi berjalan aman dan tidak menimbulkan gangguan keamanan.
“Kami mengimbau agar penyampaian aspirasi dilakukan secara damai, tidak anarkis, tidak mengarah pada kerusuhan, serta tidak melakukan tindakan yang bertentangan dengan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tegasnya.
Untuk memastikan situasi tetap kondusif, Polres Nabire telah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh adat, hingga unsur TNI.
Dalam rapat koordinasi tersebut, disepakati sejumlah poin penting, antara lain:
Menolak segala bentuk provokasi yang berpotensi memicu konflik
Menolak aksi kekerasan maupun kerusuhan
Menolak penggunaan simbol atau atribut yang bertentangan dengan NKRI
Mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keamanan bersama
Selain itu, aparat juga mengusulkan pengurangan jumlah titik kumpul guna mempermudah pengendalian massa dan mempercepat pergerakan menuju lokasi aksi.
Langkah ini diambil untuk meminimalisir dampak terhadap aktivitas masyarakat, seperti arus lalu lintas, kegiatan ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan pemerintahan di Nabire yang saat ini berstatus sebagai ibu kota Provinsi Papua Tengah.
Di akhir keterangannya, Kapolres mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
Penulis : Afif
Editor : Fudin
Sumber Berita: TNGarda.com


