
Puncak, Papua Tengah – TNGarda.com – Ratusan warga di Kabupaten Puncak yang tergabung dalam Solidaritas Peduli Rakyat menggelar aksi damai di halaman Kantor DPRK, Kampung Kago, Distrik Ilaga, Senin (20/4/2026).
Aksi yang berlangsung di Distrik Ilaga ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi kepemudaan, keagamaan, hingga lembaga adat. Jumlah massa diperkirakan mencapai sekitar 700 orang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Para peserta aksi datang dari tiga wilayah berbeda, yakni Ilaga-Kimak, Gome, dan Pancuran, sebelum akhirnya berkumpul di Kantor DPRK sebagai pusat penyampaian aspirasi masyarakat.
Dalam aksinya, massa menyuarakan tuntutan yang berfokus pada isu kemanusiaan, keamanan, serta perlindungan masyarakat sipil di tengah situasi konflik yang masih terjadi di sejumlah wilayah.
Koordinator lapangan, Yokim Kum, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap kondisi warga yang terdampak situasi keamanan.
Ia menegaskan bahwa masyarakat berharap adanya perhatian serius dari pemerintah dan aparat keamanan dalam menjamin keselamatan warga sipil di daerah konflik.
Kepala Suku Simapitioa Puji Kinerja TNI – Polri, Aksi Front Rakyat di Nabire Berjalan Damai
Sementara itu, Ketua KNPI Kabupaten Puncak, Novi Tabuni, dalam orasinya menyoroti perlunya evaluasi kebijakan operasi keamanan yang dinilai belum sepenuhnya memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Sejumlah orator lain juga menyampaikan tuntutan, termasuk desakan penarikan aparat non-organik serta penghentian kekerasan di wilayah Distrik Kembru dan Distrik Pogoma.
Massa aksi turut membawa baliho dan pamflet berisi berbagai tuntutan, di antaranya penetapan zona aman bagi masyarakat sipil serta pembentukan tim investigasi independen.
IPMADO Nabire Desak Pengusutan Tuntas Dugaan Pelanggaran HAM di Dogiyai, Ini Tuntutannya
Pada puncak kegiatan, perwakilan massa menyerahkan dokumen berisi delapan poin tuntutan kepada DPRK Kabupaten Puncak, yang mencakup penarikan aparat non-organik, pembatasan wilayah operasi, penghentian kekerasan, hingga pemulihan bagi korban.
Ketua I DPRK Kabupaten Puncak, Son Wandikbo, menyatakan bahwa seluruh aspirasi masyarakat telah diterima dan akan diteruskan ke pemerintah pusat.
Ia juga memastikan DPRK akan mendorong pembentukan panitia khusus (pansus) untuk melakukan investigasi atas berbagai peristiwa yang terjadi di wilayah tersebut.
Dalam dinamika yang berkembang, peran Dandim Puncak dinilai menjadi salah satu kunci dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus menjembatani kepentingan masyarakat sipil dan aparat keamanan.
Aksi damai ini berlangsung dengan tertib dan aman, mencerminkan komitmen masyarakat dalam menyampaikan aspirasi secara damai serta harapan agar seluruh pihak segera merespons tuntutan demi terciptanya situasi yang kondusif di Kabupaten Puncak.
Penulis : Afif
Editor : Fudin
Sumber Berita: Kodim 1717 Puncak


