IPMADO Nabire Desak Pengusutan Tuntas Dugaan Pelanggaran HAM di Dogiyai, Ini Tuntutannya

- Penulis

Sabtu, 18 April 2026 - 08:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nabire, Papua Tengah – TNGarda.com – Ikatan Pelajar Mahasiswa Dogiyai (IPMADO) Kota Studi Nabire menyampaikan pernyataan sikap terkait dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat yang terjadi di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, dalam rentang waktu 31 Maret hingga 2 April 2026.

Pernyataan ini muncul sebagai respons atas rangkaian insiden yang dilaporkan menimbulkan korban jiwa di kalangan warga sipil.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan keterangan IPMADO, sedikitnya lima warga sipil dilaporkan meninggal dunia dalam konflik yang disebut melibatkan aparat keamanan.

Didorong Jadi Pahlawan Nasional, Perjuangan Hamengku Buwono II Dapat Dukungan Wamensos

Organisasi mahasiswa tersebut menilai tindakan penembakan terhadap warga sipil sebagai bentuk pelanggaran serius terhadap prinsip kemanusiaan dan nilai-nilai HAM yang seharusnya dijunjung tinggi oleh aparat negara.

IPMADO juga mengungkap adanya indikasi pelanggaran HAM lain, termasuk dugaan penyisiran oleh aparat gabungan TNI dan Polri di tengah masyarakat sipil.

Mereka menyoroti penggunaan senjata api yang dinilai tidak terukur terhadap warga yang tidak bersenjata, yang dianggap memperburuk situasi keamanan di wilayah tersebut.

Selain korban jiwa, sejumlah warga dilaporkan mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.

IPMADO menyebut bahwa operasi yang dilakukan aparat juga memicu ketakutan luas di tengah masyarakat.

Bahkan menyebabkan sebagian warga mengungsi untuk menghindari potensi kekerasan lanjutan.

Dalam kronologi awal yang dihimpun, peristiwa ini disebut bermula dari pembunuhan seorang anggota polisi oleh pihak yang belum diketahui identitasnya.

Wamenhan Hadiri Rakor di Kementerian PANRB, Perkuat Strategi Rekrutmen SDM Nasional

Kejadian tersebut kemudian diikuti dengan operasi penyisiran oleh aparat keamanan di wilayah Dogiyai.

Baca Juga:  Bertugas di Wilayah Rawan Papua, Cara Satgas Damai Cartenz Jaga Mental Anggota Ini Mengejutkan!

IPMADO menegaskan bahwa persoalan ini tidak semata-mata terkait penegakan hukum.

Tetapi juga menyangkut peran negara dalam menjamin keadilan dan perlindungan bagi masyarakat, khususnya di Papua Tengah.

Mereka menilai negara harus hadir sebagai pelindung, bukan justru memperpanjang siklus kekerasan.

Kemensos Gandeng PB Inkanas, Siswa Sekolah Rakyat Wajib Belajar Bela Diri ! Ini Tujuannya

Lebih lanjut, IPMADO mengkritik kepemimpinan aparat keamanan di wilayah tersebut yang dinilai belum mampu mengendalikan situasi secara proporsional.

Mereka menyebut insiden ini sebagai bagian dari akumulasi persoalan yang belum terselesaikan di Dogiyai.

Sebagai bentuk sikap, IPMADO Nabire menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pihak berwenang.

Pertama, mendesak pengungkapan pelaku pembunuhan anggota polisi secara transparan.

Kedua, meminta pengusutan tuntas atas kematian lima warga sipil dalam insiden tersebut. Ketiga, menuntut penarikan aparat TNI/Polri non-organik dari wilayah Dogiyai guna meredam eskalasi konflik.

Dari Papua ke Senayan! Johannes Rettob Sabet KWP Award 2026 Berkat Inovasi Daerah

Selain itu, IPMADO juga mendorong peningkatan kapasitas aparat kepolisian melalui pendidikan minimal Strata 1.

Serta meminta pembentukan tim pencari fakta independen yang melibatkan pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan pihak kepolisian.

Pernyataan sikap ini disampaikan oleh penanggung jawab IPMADO Nabire, Barnabas Agapa, bersama koordinator lapangan Fredison Adii.

Mereka menegaskan bahwa apabila tuntutan tersebut tidak direspons, IPMADO akan melakukan mobilisasi massa secara nasional hingga aksi penutupan Polres Dogiyai.

IPMADO berharap pemerintah dan aparat penegak hukum segera mengambil langkah konkret, transparan, dan akuntabel guna mengusut tuntas dugaan pelanggaran HAM tersebut serta memastikan perlindungan maksimal bagi masyarakat sipil di Papua Tengah.

Penulis : Afif

Editor : Fudin

Sumber Berita: TNGarda.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tngarda.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Sekadar Jaga Keamanan, Satgas Damai Cartenz Beri Semangat Pelajar Papua Raih Masa Depan Cerah
Situasi Intan Jaya Mendadak Jadi Sorotan, Patroli Humanis Satgas Damai Cartenz Ungkap Fakta di Sugapa
Terungkap! Pendekatan Humanis Satgas Damai Cartenz 2026 Tuai Dukungan Tokoh Agama di Papua
Kontak Tembak di Dogiyai! Brimob Papua Tengah Lumpuhkan Perlawanan Kelompok Bersenjata di Idadagi
Kapolres, Dandim, dan Danlanal Kawal Longmarch Mahasiswa di Nabire
TNI AL Gagalkan Penyelundupan Sopi di Pelabuhan Ambon, Puluhan Liter Miras Ilegal Dimusnahkan di Tempat
Jalur Sungai Yahukimo Rawan Gangguan, Satgas Damai Cartenz Bergerak Amankan Distribusi Logistik
Patroli Gabungan Polres Nabire dan Satgas Damai Cartenz Perkuat Pengamanan Wilayah dan Respons Kemanusiaan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:53 WIB

Situasi Intan Jaya Mendadak Jadi Sorotan, Patroli Humanis Satgas Damai Cartenz Ungkap Fakta di Sugapa

Selasa, 12 Mei 2026 - 22:13 WIB

Terungkap! Pendekatan Humanis Satgas Damai Cartenz 2026 Tuai Dukungan Tokoh Agama di Papua

Senin, 11 Mei 2026 - 21:25 WIB

Kontak Tembak di Dogiyai! Brimob Papua Tengah Lumpuhkan Perlawanan Kelompok Bersenjata di Idadagi

Senin, 11 Mei 2026 - 10:25 WIB

Kapolres, Dandim, dan Danlanal Kawal Longmarch Mahasiswa di Nabire

Senin, 11 Mei 2026 - 09:07 WIB

TNI AL Gagalkan Penyelundupan Sopi di Pelabuhan Ambon, Puluhan Liter Miras Ilegal Dimusnahkan di Tempat

Berita Terbaru