Apa Isi Pertemuan Mendes Yandri Susanto dengan Dubes Tiongkok? Target Besarnya Bisa Ubah Nasib Desa di Indonesia

- Penulis

Sabtu, 18 April 2026 - 07:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – TNGards.com – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menegaskan komitmennya memperkuat kerja sama bilateral dengan Tiongkok sebagai langkah strategis dalam mempercepat pengentasan daerah tertinggal di Indonesia.

Hal ini disampaikan saat menerima audiensi Duta Besar China untuk Indonesia, Wang Lutong, di kantor Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Jakarta Selatan, Rabu (15/4/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pertemuan tersebut, Mendes Yandri menekankan bahwa hubungan Indonesia–Tiongkok tidak hanya berfokus pada bantuan sosial.

Momen Haru! Prabowo Subianto Beri Penghormatan Terakhir untuk 3 Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL

Tetapi telah berkembang menuju pendekatan pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi.

Kolaborasi ini diarahkan untuk menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, serta memperkuat transfer pengetahuan dan teknologi.

Menurutnya, kerja sama internasional memiliki peran penting sebagai instrumen pembangunan yang berkelanjutan.

Dengan pendekatan yang tepat, kolaborasi bilateral dapat membantu menurunkan berbagai persoalan struktural di daerah tertinggal, termasuk kemiskinan dan keterbatasan akses ekonomi.

Didampingi Panglima TNI, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Tinjau Lahan Tambang Bermasalah di Kalimantan Tengah, Berujung Penegakan Hukum

“Pertemuan ini diharapkan memperkuat kerja sama bilateral Indonesia–Tiongkok di bidang pembangunan perdesaan dan pengentasan kemiskinan.

Serta memastikan kelancaran implementasi program-program yang telah direncanakan pada 2026,” ujar Mendes Yandri.

Selain itu, Yandri juga menyoroti pentingnya penyesuaian nomenklatur kementerian dalam mendukung efektivitas kerja sama.

Perubahan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi menjadi Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dinilai perlu segera ditindaklanjuti, termasuk melalui pembaruan dokumen kerja sama antarnegara.

Baca Juga:  Mendes Tinjau Pameran Potensi Desa di Puncak HUT ke 68 Lombok Barat, Dorong Desa Jadi Motor Ekonomi Nasional

YONIF TP 804/DBAY LAKSANAKAN KARYA BHAKTI DI MASJID AL AZHAR, DISTRIK KIMI,SAMABUSA.

Penyesuaian tersebut bertujuan untuk meningkatkan efisiensi birokrasi, optimalisasi sumber daya, serta memperkuat koordinasi lintas lembaga.

Ia juga mengusulkan agar proses amandemen nomenklatur dilakukan bersamaan dengan pembahasan perpanjangan masa berlaku kerja sama strategis (MSP).

Lebih jauh, Mendes Yandri menekankan pentingnya penyusunan rencana kerja konkret sebagai peta jalan implementasi kerja sama.

Dokumen turunan seperti Plan of Action dinilai krusial untuk memastikan setiap program berjalan terukur dan tepat sasaran.

Salah satu fokus utama dalam kerja sama ini adalah penguatan program “12 Aksi Bangun Desa” yang digagas Kemendes PDT.

Detik-Detik Mencekam di Gunungsitoli: Satuan Brimob Polda Sumatera Utara dan Tim Gabungan Jinakkan Kobaran Api, 10 Toko Hangus!

Program tersebut mencakup berbagai inisiatif unggulan seperti Desa Tematik, Desa Ekspor, dan Desa Wisata yang bertujuan mengoptimalkan potensi lokal dan mendorong pertumbuhan ekonomi dari tingkat desa.

“Program seperti Desa Ekspor dan Desa Wisata menjadi langkah konkret dalam meningkatkan daya saing desa serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” jelasnya.

Pertemuan ini turut dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Wakil Menteri Desa dan PDT Ahmad Riza Patria.

Turut hadir pula Sekretaris Jenderal Taufik Madjid, Dirjen PEID Tabrani, Kepala BPSDM Agustomi Masik, serta Staf Khusus Menteri M. Fahad Attamimi.

Dengan penguatan kerja sama ini, pemerintah berharap sinergi Indonesia–Tiongkok dapat memberikan dampak nyata dalam mempercepat pembangunan desa dan mengurangi kesenjangan wilayah, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional dari akar rumput.

Penulis : Afif

Editor : Fudin

Sumber Berita: Kemendesa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tngarda.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kepala Staf Kepresidenan dan MenPANRB Bahas Penguatan Tata Kelola MBG dan Integrasi Layanan Publik Nasional
Ungkap Ada Indikasi Penyelewengan MBG, Prabowo Perintahkan Pengawasan Ketat di Seluruh Indonesia
Refleksi Hari Lahir Pancasila 2026, Prijanto Rabbani: Pancasila Pemersatu Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia
Bukan Sekadar Rupiah Melemah, FINE Institute Sebut Investor Global Mulai Meragukan Ketahanan Pasar Indonesia
Begini Cara NU Care LAZISNU Jaga Daging Kurban Tetap Halal, Sehat, dan Bebas Limbah
NU Care LAZISNU Salurkan Daging Kurban hingga Palestina, Ribuan Warga 3T dan Korban Bencana Tersentuh Bantuan
Muhammadiyah Terima Hibah Tanah dari Warga Gunungkidul, Dipercaya Kelola Aset Umat untuk Masa Depan
Wajib Tahu! Begini Prosedur Jual Beli Tanah yang Legal dan Aman Menurut ATR / BPN
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 22:25 WIB

Kepala Staf Kepresidenan dan MenPANRB Bahas Penguatan Tata Kelola MBG dan Integrasi Layanan Publik Nasional

Jumat, 5 Juni 2026 - 22:46 WIB

Ungkap Ada Indikasi Penyelewengan MBG, Prabowo Perintahkan Pengawasan Ketat di Seluruh Indonesia

Selasa, 2 Juni 2026 - 07:15 WIB

Refleksi Hari Lahir Pancasila 2026, Prijanto Rabbani: Pancasila Pemersatu Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia

Selasa, 2 Juni 2026 - 03:35 WIB

Bukan Sekadar Rupiah Melemah, FINE Institute Sebut Investor Global Mulai Meragukan Ketahanan Pasar Indonesia

Jumat, 29 Mei 2026 - 22:01 WIB

Begini Cara NU Care LAZISNU Jaga Daging Kurban Tetap Halal, Sehat, dan Bebas Limbah

Berita Terbaru