Mendes Yandri Dukung Pelarangan Vape, BNN Temukan Kandungan Narkotika dalam Sampel Cairan

- Penulis

Selasa, 14 April 2026 - 01:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – TNGarda.com – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menyatakan dukungannya terhadap usulan pelarangan peredaran vape di Indonesia.

Usulan tersebut sebelumnya disampaikan oleh Kepala Badan Narkotika Nasional, Suyudi Ario Seto, menyusul temuan kandungan narkotika dalam sejumlah sampel cairan vape.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yandri menilai, penggunaan vape yang semakin marak, khususnya di kalangan generasi muda, berpotensi disalahgunakan sebagai media konsumsi narkoba.

Polda Papua Tengah Salurkan Sembako di Dogiyai, Perkuat Kepercayaan Publik dan Kedekatan dengan Masyarakat

Oleh karena itu, ia menegaskan pentingnya langkah preventif melalui regulasi yang tegas dan terukur.

“Potensi penyalahgunaan vape untuk narkotika cukup besar. Karena itu, saya mendukung usulan Kepala BNN agar ada pelarangan yang diatur secara jelas dalam hukum,” ujar Yandri.

Menurutnya, kebijakan pelarangan tersebut perlu dimasukkan dalam revisi Rancangan Undang-Undang (RUU) Narkotika yang saat ini tengah dibahas di Komisi III DPR RI.

Aksi Nyata TNI di Lanny Jaya! Warga Kampung Tima Serbu Pengobatan Gratis Satgas Yonif 511

Hal ini dinilai penting sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakat, terutama di wilayah pedesaan yang kini mulai terdampak peredaran narkoba.

Yandri juga mengingatkan bahwa ancaman narkotika tidak lagi terbatas di wilayah perkotaan, melainkan telah menyasar desa-desa.

Oleh sebab itu, penguatan program Desa Bersih Narkoba (Desa Bersinar) yang diinisiasi BNN menjadi langkah strategis dalam membangun ketahanan masyarakat desa.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Subianto Panggil Menteri ESDM, Pastikan Stabilitas Energi Nasional di Tengah Tekanan Geopolitik Global

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Hadiri Pemakaman Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara satuan tugas (satgas), pemerintah desa, dan masyarakat dalam mencegah masuknya narkoba ke lingkungan desa.

Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan sistem pengawasan yang efektif hingga ke tingkat akar rumput.

Sementara itu, Kepala BNN Suyudi Ario Seto mengungkapkan hasil uji laboratorium terhadap 341 sampel cairan vape.

Dari jumlah tersebut, ditemukan 11 sampel mengandung kanabinoid (ganja) dan satu sampel mengandung methamphetamine (sabu).

Penuh Keakraban di Pantai Gedo! Halalbihalal Gugus I Nabire Jadi Momentum Emas Perkuat Sinergi PAUD

Tidak hanya itu, BNN juga mendeteksi adanya zat etomidate—obat bius yang tergolong berbahaya—dalam beberapa sampel yang diuji.

Temuan ini memperkuat kekhawatiran bahwa vape telah dimanfaatkan sebagai media baru dalam peredaran narkotika.

BNN juga mencatat adanya perkembangan signifikan dalam jenis narkotika, dengan teridentifikasinya 175 zat psikoaktif baru (New Psychoactive Substances/NPS) di Indonesia.

Hebat! Lima Satker TNI Sabet WBK, Reformasi Birokrasi Makin Transparan dan Akuntabel

Kondisi ini menunjukkan bahwa peredaran narkoba semakin kompleks dan memerlukan penanganan yang komprehensif.

Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan aparat penegak hukum, diharapkan upaya pemberantasan narkoba dapat semakin efektif.

Sekaligus melindungi generasi muda dan masyarakat desa dari ancaman yang terus berkembang.

Penulis : Afif

Editor : Fudin

Sumber Berita: Kemendesa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tngarda.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Beredar Kabar Perbaikan Jaringan Hingga 4 Bulan, Telkomsel Pastikan Informasi Palsu
IHSG Anjlok dan Rupiah Melemah, Analis Bongkar Fakta yang Diam – Diam
Buntut Heboh Nilai Minus LCC MPR, Juri dan MC Kontroversial Akhirnya Dinonaktifkan
ADB Siap Jadi Mitra Pembangunan Desa Indonesia, Kemendes Targetkan Pengentasan Kemiskinan Desa
Kemensos Bongkar Sistem Baru Bansos Digital, Data Penerima Kini Diawasi Ketat Lewat DTSEN
Kapolres, Dandim, dan Danlanal Kawal Longmarch Mahasiswa di Nabire
Utang Negara Hampir Rp10 Ribu Triliun, Ekonom Sebut APBN Mulai Kehilangan Kelenturan
Prabowo Perintahkan Renovasi Sekolah dan Puskesmas di Pulau Miangas
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 04:04 WIB

Beredar Kabar Perbaikan Jaringan Hingga 4 Bulan, Telkomsel Pastikan Informasi Palsu

Kamis, 14 Mei 2026 - 03:37 WIB

IHSG Anjlok dan Rupiah Melemah, Analis Bongkar Fakta yang Diam – Diam

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:16 WIB

Buntut Heboh Nilai Minus LCC MPR, Juri dan MC Kontroversial Akhirnya Dinonaktifkan

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:25 WIB

ADB Siap Jadi Mitra Pembangunan Desa Indonesia, Kemendes Targetkan Pengentasan Kemiskinan Desa

Selasa, 12 Mei 2026 - 04:46 WIB

Kemensos Bongkar Sistem Baru Bansos Digital, Data Penerima Kini Diawasi Ketat Lewat DTSEN

Berita Terbaru