Nobar Film “Pesta Babi” Angkat Isu Masyarakat Adat dan Lingkungan Papua

- Penulis

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TNGARDA.com – Nabire, Papua Tengah – Kegiatan Nonton Bareng (Nobar) film dokumenter berjudul Pesta Babi digelar di Asrama Mahasiswa Puncak, Jalan Jakarta, Karang Mulia, Nabire, pada hari Rabu (13/05/2026). Kegiatan tersebut di ikuti ratusan mahasiswa dari berbagai asrama mahasiswa yang ada di Kabupaten Nabire.

Acara dimulai sekitar pukul 17.40 WIT dan berlangsung hingga pukul 20.05 WIT. Berdasarkan pantauan di lokasi, sekitar 200 mahasiswa dan mahasiswi hadir mengikuti rangkaian kegiatan nobar hingga selesai.

Buntut Heboh Nilai Minus LCC MPR, Juri dan MC Kontroversial Akhirnya Dinonaktifkan

Kegiatan dipandu oleh Meki Tebai selaku penanggung jawab acara. Sebelum pemutaran film dimulai, kegiatan diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh perwakilan Pemuda Katolik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain mahasiswa, kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPRP dari Partai NasDem Dapil Timika, Nancy Raweyai, tokoh pemuda Norton Karugui, S.IP., M.Si, serta sejumlah aktivis dan pemerhati lingkungan di Papua.

Guru Honorer Terancam Dihapus 2027, Legislator PKS Bongkar Bahaya Besar bagi Sekolah di Daerah

Dalam penyampaiannya, Nancy Raweyai menyebut film dokumenter Pesta Babi bukan hanya sekadar tontonan atau kontroversi semata, melainkan ruang pembelajaran mengenai pentingnya penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat di Papua.

Menurutnya, film tersebut menjadi pengingat bahwa Papua bukan tanah kosong dan setiap pembangunan maupun proyek strategis nasional seharusnya melibatkan masyarakat adat sejak tahap awal perencanaan. Ia juga mengajak generasi muda Papua untuk tidak bersikap antipolitik karena kebijakan politik dinilai sangat menentukan masa depan Papua.

Baca Juga:  Kolaborasi Lazismu dan Permata Bank Syariah Salurkan Rp3,37 Miliar untuk Pemberdayaan Disabilitas

Ancaman Siber Makin Nyata! TNI AU Kerahkan Operasi Pernika dan Cyber Warfare Selama 3 Hari Penuh

Nancy Raweyai juga menyoroti dampak sosial dan lingkungan yang dirasakan masyarakat Papua. Ia menilai perempuan dan anak-anak merupakan kelompok yang paling terdampak akibat kerusakan lingkungan dan konflik sosial yang terjadi di Papua.

Sementara itu, tokoh pemuda Norton Karugui, S.IP., M.Si menyampaikan bahwa film dokumenter tersebut mengangkat tiga isu utama di Papua, yakni proyek strategis nasional (PSN), militerisme, dan oligarki. Ia menilai masyarakat adat masih sering diabaikan dalam pelaksanaan berbagai proyek strategis nasional.

Bukan Kapal Biasa! KRI Canopus 936 Punya Kemampuan Selam hingga 11 Ribu Meter dan Siap Jaga Laut Indonesia

Norton Karugui juga meminta pemerintah daerah agar dapat menjadi penghubung antara masyarakat adat dan pemerintah pusat dalam setiap pelaksanaan kebijakan pembangunan di Papua. Selain itu, ia berharap aparat keamanan dapat mengedepankan pendekatan humanis dan tidak represif dalam pengamanan proyek-proyek strategis nasional.

Kegiatan yang dipandu oleh Mis Murib, S.Kom selaku aktivis kemanusiaan tersebut turut menghadirkan Tina You sebagai aktivis perempuan dan Jhon Giyai selaku Ketua Green Papua. Hingga kegiatan selesai, seluruh rangkaian acara berlangsung aman, tertib, dan kondusif tanpa adanya gangguan keamanan maupun hambatan berarti.

 

Penulis : Rafi Yohan Malombeke

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tngarda.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Maulid Nabi 1448 H di Masjid Siroodjul Jannah Nabire, Momentum Perkuat Iman, Ukhuwah dan Kepedulian
Wanggar Rawan Karhutla, Kepala Suku Rayon Nabire Barat Minta Warga Hentikan Pembakaran Sembarangan
156 Hotspot Terdeteksi di Papua Tengah, Paniai dan Nabire Terbanyak
Kepala Suku Besar Gwoa Ajak Warga Samabusa Cegah Karhutla dan Jaga Keamanan Kampung
Massa IKT Gelar Aksi Solidaritas di PN Nabire, Tuntut Sidang Kasus Kematian Remaja Waroki Terbuka
577 Hotspot Terdeteksi di Papua Tengah, Nabire Tertinggi dengan 356 Titik
Terungkap! Perkara ABH di Nabire Masuk Tahap II, Ini Penjelasan Kuasa Hukum
Kuasa Hukum ABH Imbau Masyarakat Bijak Bermedia Sosial, Foto dan Identitas Anak Diminta Disamarkan
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 05:46 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Masjid Siroodjul Jannah Nabire, Momentum Perkuat Iman, Ukhuwah dan Kepedulian

Rabu, 26 Agustus 2026 - 23:44 WIB

Wanggar Rawan Karhutla, Kepala Suku Rayon Nabire Barat Minta Warga Hentikan Pembakaran Sembarangan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 05:40 WIB

156 Hotspot Terdeteksi di Papua Tengah, Paniai dan Nabire Terbanyak

Rabu, 26 Agustus 2026 - 02:15 WIB

Kepala Suku Besar Gwoa Ajak Warga Samabusa Cegah Karhutla dan Jaga Keamanan Kampung

Senin, 24 Agustus 2026 - 03:02 WIB

Massa IKT Gelar Aksi Solidaritas di PN Nabire, Tuntut Sidang Kasus Kematian Remaja Waroki Terbuka

Berita Terbaru