
TNGarda.com – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (Bipeka) PKS Nabire menggelar kegiatan silaturahmi dengan tokoh perempuan di Nabire, Hj. Siti Qomariah.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran perempuan dalam pembangunan keluarga dan masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Bipeka PKS Nabire, Lynda Apriani, bersama jajaran pengurus dan anggota.
Mendes Ungkap Rahasia Besar Desa NTB: Potensi Tersembunyi Ini Disebut Bisa Ubah Ekonomi Warga!
Kehadiran rombongan disambut hangat, sekaligus menjadi ruang dialog yang penuh makna antara generasi penggerak perempuan dan tokoh yang telah lama berkecimpung di dunia pendidikan.
Momentum Hari Kartini dimanfaatkan sebagai refleksi atas perjuangan perempuan Indonesia yang telah dirintis oleh R.A. Kartini.
Semangat Kartini yang menekankan pentingnya pendidikan, akhlak, dan peran perempuan dalam membangun bangsa dinilai masih sangat relevan hingga saat ini, khususnya di daerah.
Dalam diskusi yang berlangsung, Hj. Siti Qomariah membagikan pengalamannya selama puluhan tahun di bidang pendidikan.
Ia menyoroti bahwa tantangan terbesar yang dihadapi saat ini bukan hanya soal akses pendidikan, tetapi juga rendahnya pendampingan orang tua terhadap anak dalam proses belajar.
Menurutnya, keluarga memiliki peran utama sebagai fondasi pembentukan karakter anak.
Aisyiyah Dorong Implementasi PP Tunas, Perlindungan Anak di Ruang Digital Diperkuat
Tanpa keterlibatan aktif orang tua, khususnya dalam memberikan perhatian dan pengawasan, anak cenderung mudah terpengaruh oleh lingkungan yang kurang baik.
Ia juga menekankan bahwa pendidikan karakter harus menjadi prioritas utama, bahkan sebelum pencapaian akademik.
Nilai-nilai seperti akhlak, disiplin, dan tanggung jawab perlu ditanamkan sejak dini agar generasi muda mampu menghadapi tantangan zaman.

Selain itu, dinamika sosial di lingkungan masyarakat juga menjadi faktor yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak.
Lingkungan yang kurang kondusif dapat membentuk perilaku yang menyimpang, meskipun di rumah telah diberikan pendidikan yang baik.
Sementara itu, Ketua Bipeka PKS Nabire, Lynda Apriani, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam memperkuat peran perempuan, khususnya dalam membangun ketahanan keluarga.
Dahnil Anzar Simanjuntak Soroti Risiko Kesehatan Haji, Layanan di Makkah Diperkuat
Ia menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi strategis sebagai pendidik pertama dalam keluarga.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa melalui program-program Bipeka, pihaknya terus mendorong edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya parenting, keseimbangan peran ayah dan ibu, serta pemberdayaan ekonomi keluarga sebagai bagian dari ketahanan keluarga.
Kegiatan silaturahmi ini juga menjadi sarana untuk membangun kolaborasi antara organisasi dan tokoh masyarakat.
Dengan sinergi yang kuat, diharapkan berbagai program pemberdayaan perempuan dapat berjalan lebih efektif dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Di tengah arus globalisasi yang semakin kompleks, perempuan dituntut untuk mampu beradaptasi tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar keluarga.
Perempuan tidak hanya berperan sebagai pendamping, tetapi juga sebagai penggerak perubahan yang mampu membawa dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.
Melalui momentum Hari Kartini, Bipeka PKS Nabire berharap semangat perjuangan perempuan terus hidup dan berkembang.
Perempuan diharapkan tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga menjadi aktor utama dalam menciptakan generasi yang berkualitas, berkarakter, dan siap membangun masa depan bangsa.
Penulis : Afif
Editor : Fudin
Sumber Berita: TNGarda.com






