
Jakarta – TNGarda.com – Pemerintah melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia terus memperkuat program pendidikan karakter bagi generasi muda.
Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah menjalin kerja sama dengan Pengurus Besar Institut Karate-Do Nasional untuk mengintegrasikan pembelajaran seni bela diri dalam kurikulum Sekolah Rakyat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, pada 14 April 2026.
Kapolda Papua Tengah Tegaskan Komitmen Pulihkan Situasi Dogiyai, Proses Hukum Tanpa Toleransi
Penandatanganan dilakukan langsung oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf bersama Ketua Umum PB Inkanas Ramdani Hidayat, serta disaksikan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya konkret pemerintah dalam membentuk karakter siswa melalui pendekatan holistik.
Tidak hanya fokus pada aspek akademik, pendidikan juga diarahkan untuk membangun mental, kedisiplinan, serta integritas peserta didik sejak dini.
Pasar Bersih, Rakyat Sehat : Aksi Nyata Satgas Yonif 711/Raksatama Atasi Sampah di Deiyai
Melalui pembelajaran seni bela diri, para siswa diharapkan mampu mengembangkan semangat berprestasi yang tinggi, menjunjung nilai sportivitas, serta menanamkan sikap jujur dalam setiap aspek kehidupan.
Nilai-nilai tersebut dinilai penting sebagai fondasi dalam menghadapi tantangan sosial di masa depan.
Selain itu, seni bela diri juga diyakini mampu meningkatkan rasa percaya diri siswa.
Latihan yang terstruktur dan berkelanjutan akan membantu peserta didik dalam mengendalikan emosi, meningkatkan fokus, serta membangun ketahanan mental.

PB Inkanas menegaskan bahwa pendidikan etika akan menjadi bagian utama dalam setiap proses pembinaan.
Hal ini sejalan dengan filosofi bela diri yang tidak hanya mengajarkan teknik, tetapi juga nilai moral dan tanggung jawab sosial.
Sebagai organisasi yang memiliki jaringan luas di seluruh Indonesia, PB Inkanas menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung implementasi program ini di berbagai titik Sekolah Rakyat.
Dukungan tersebut mencakup penyediaan pelatih, kurikulum pelatihan, hingga pendampingan berkelanjutan.
Divpropam Polri Turun ke Dogiyai, Perkuat Komunikasi dengan Tokoh Adat demi Redam Konflik
Program ini juga diharapkan dapat menjadi solusi dalam mengatasi berbagai tantangan sosial di kalangan remaja, seperti rendahnya disiplin, kurangnya rasa tanggung jawab, serta minimnya pembentukan karakter yang kuat.
Lebih jauh, sinergi antara pemerintah dan organisasi olahraga ini mencerminkan komitmen bersama dalam mencetak generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara mental dan emosional.
Dengan adanya kerja sama ini, pemerintah optimistis Sekolah Rakyat dapat menjadi wadah pembentukan generasi masa depan yang disiplin, berintegritas, serta siap menghadapi dinamika global dengan karakter yang kuat dan berdaya saing tinggi.
Penulis : Afif
Editor : Fudin
Sumber Berita: Kemensos RI






